Menemukanmu

Menemukanmu
episode 47 seorang istri harus berbakti pada suami


__ADS_3

Raihan memakaikan cincin di jari manis Raisa. dengan lembut Raihan meraih tangan Raisa, Raihan yang baru pertama kali bersentuhan dengan seorang perempuan, membuat dirinya merasakan geleyer gleyer aneh di dadanya. tangan Raisa yang sedikit kasar terasa dingin saat di sentuh Raihan ,dengan senyum yang lembut dan tatapan penuh cinta Raihan memegang tangan Raisa mencoba menenangkan ,Raisa yang tak pernah di sentuh seperti itu sedikit gugup,tapi ia mencoba menyembunyikan kegugupannya dengan segera menarik tangannya yang di pegang raihan.raisa mencoba mengalihkan pandangannya saat matanya beradu dengan mata Raihan .


"cium tangan suami kamu ndok"? Mamang berbisik di telinganya


Raisa mengernyitkan dahinya sambil matanya melirik Mamang


Mamang memberi isyarat dengan anggukan agar Raisa melakukan perintahnya


dengan ragu ragu Raisa meraih tangan Raihan,tangan lebar dan halus itu kini ia pegang dan ia cium, sosok laki laki di depannya telah resmi menjadi suaminya.ia memejamkan mata saat bibirnya dan hidungnya menyentuh tangan Raihan .harum parfum khas lafender menyeruak di hidungnya.ia memejamkan mata dalam fikirannya ia berfikir apa dia bisa menghormati laki laki yang sekarang menjadi imamnya.


Raisa melepas genggaman tangannya setelah mencium tangan raihan. Raihan tak henti henti memandang wanita cantik di depannya .senyumnya tak pernah lepas dari bibirnya.terlihat jelas jika dia sedang bahagia.


kedua tangan Raihan memegang bahu Raisa dengan pelan ia mencium kening Raisa kedua pengantin baru itu kompak memejamkan mata seolah menikmati momen ini.


Raihan menempelkan bibirnya di dahi Raisa. ini pertama kali Raihan mencium perempuan.rasa haru bercampur bahagia hingga meneteskan air mata. kini ia sudah menjadi imam seseorang, ia berjanji akan menjadi imam yang baik agar bisa menjadi panutan istri dan anak anaknya kelak.


kemudian ia membaca doa agar dapat menjalani kehidupan yang harmonis saling jaga satu sama lain.


Raihan memegang ubun ubun Raisa sambil berdoa


"allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. wa A'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih


tak ingin air matanya jatuh ke wajah Raisa ,dengan cepat Raihan mengelap air mata yang hampir jatuh dengan punggung tangannya.


Raihan memandang Raisa begitupun Raisa, mereka berdua saling pandang. Raihan meraih tangan Raisa dan menggenggamnya.


" semoga selamanya seperti ini" sambil menunjukkan tangan yang di genggamnya ke Raisa.


" kalian pasangan yang serasi yang satu cantik dan yang satunya ganteng" suara pak penghulu yang menikahkan mereka terdengar menggoda mereka.


" kalian sudah sah menjadi pasangan,semoga pernikahan kalian menjadi pernikahan yang sakinah mawadah dan warohmah."


" aminnn..." semua orang yang ada di sana mengaminkan.


"mari kita makan dulu, semuanya sudah di siapkan" Mamang mengajak orang orang untuk makan di meja makan yang dalam sekejap sudah tersedia berbagai macam masakan.


dengan sigap Sam langsung memesan masakan dari berbagai rumah makan agar terlihat bermacam macam menu makanan.


dari mulai sate ayam, sate kambing, opor ayam dan beberapa lainnya .


orang orang tak menyangka dengan persiapan singkat bisa menyajikan berbagai jenis makanan.


Sam memang hebat bisa di andalkan dalam berbagai hal.


" titip Raisa" ucap Sam setelah memberi selamat pada Raisa dan raihan

__ADS_1


Raihan hanya menjawab dengan anggukan


" harus punya Setok sabar yang banyak" sambil tangannya membuat gerakan setengah lingkaran


kembali Raihan hanya mengangguk sambil tersenyum


" dia sedikit egois tapi kebaikannya tidak perlu di ragukan" sambil matanya melirik Raisa


Raisa yang mendengar percakapan Sam dan Raihan hanya memutar bola matanya jengah


"sudah" ucap raisa sinis ,ia lalu pergi meninggalkan Raihan dan Sam.


" suami kamu mana ndok? kok gak di ambilin makan?" bibik yang entah datang dari mana tiba tiba sudah di samping Raisa.


Raisa menjawab dengan isyarat ia mengarahkan dagunya ke arah Sam dan Raihan.


bibik mengelus pundaknya lembut" sekarang sudah menikah harus taat dan patuh sama suami, ridho suami adalah berkah untuk seorang istri" Raisa memandang bibik seolah protes ia tidak suka di atur.


"bibik tahu kamu tidak suka ndok,tapi kewajiban seorang istri berbakti kepada suaminya" dengan lembut bibik berusaha menjelaskan kepada Raisa.


" sana ambilin makan untuk suami kamu...kasian pasti nak Raihan belum makan?" sambil mendorong tubuh Raisa pelan agar menuju meja makan,


" eh...bibik...apaan sih .." berusaha menolak ajakan bibik, tapi bibik terus saja mendorongnya hingga sampai di meja makan


" kewajiban istri melayani suami, pahalanya besar" ucap bibik dengan sedikit berbisik


Raisa hanya berdecak ia tak suka ini, bibik mengulurkan piring beserta sendok kepada Raisa ,dengan enggan Raisa menerimanya. Raisa yang masih enggan untuk mengambilkan makanan untuk Raihan mendapat pelototan dari bibik,dengan isyarat gerakan dagu bibik menyuruh Raisa agar segera mengambilkan makanan untuk Raihan.


Raisa membuang nafas kasar sebelum akhirnya ia menuruti permintaan bibik .


dengan langkah gontai sedikit malas ia menghampiri Raihan,ia langsung menyodorkan piring berisi makanan ke depan muka Raihan


Raihan yang sedang duduk sendiri di depan karena di tinggal sam yang sedang mengantar pak penghulu pulang terkejut saat di depan wajahnya tiba tiba ada sebuah piring dengan penuh makanan .


Raihan mendongakkan wajahnya kesamping,di lihatnya Raisa menyodorkan makanan.ia melihat Raisa yang kini menjadi istrinya masih saja memasang wajah jutek.


Raihan tersenyum kemudian ia menerima makanan yang di sodorkan Raisa


" makan" perintah Raisa pada Raihan


" sini temani saya makan " sambil tangannya menarik tangan Raisa agar duduk di sebelahnya,Raisa yang tak siap langsung saja tubuhnya mengikuti gerakan tangan Raihan .


" kamu sudah makan" tanya Raihan saat ia sudah ada di sebelah Raihan


" belum" jawab Raisa singkat

__ADS_1


"kita makan berdua" dengan suara khasnya yang halus Raihan mengajak Raisa makan


" masih kenyang" jawab singkat Raisa lagi


tanpa bertanya lagi Raihan memakan makanan yang di bawa Raisa, makanan itu terlihat begitu nikmat buat Raihan karena di ambilkan oleh Raisa


" makan biar saya suapin, buka mulutnya" Raihan menyodorkan sendok yang berisi makanan ke depan mulut Raisa


" gak mau" berusaha menghalangi dengan tangannya Raisa merasa malu karena di lihat banyak orang.


Raihan kembali memasukkan makanan ke mulutnya karena Raisa tidak mau makan.


" cie....cie...pengantin baru mesranya pakai acara suap suapan segala" Mamang yang keluar dari dalam rumah di ikuti Abi,umi,bibi dan beberapa tetangga untuk pamitan pulang tertawa bahagia melihat Raisa dan raihan .


Raisa terlihat salah tingkah ia tidak pernah melakukan hal seperti ini,sedang Raihan ia hanya tersenyum.


"kita pamit pulang dulu ya bang?, sudah malam" pamit Abi sambil memeluk Raihan.


"iya Bi.....hati hati..." sambil membalas pelukan Abi


" umi pulang dulu ya sayang" kini giliran umi yang berpamitan pada Raisa,umi memeluk Raisa penuh cinta


" besok main ke pesantren " perintah umi yang di balas anggukan oleh Raisa


umi melepas pelukannya dan beralih memeluk Raihan


" besok kalau gak sibuk ajak istrimu ke pesantren biar tahu keadaan di sana?" Raihan hanya mengangguk


umi lalu berpamitan kepada bibik,mereka berdua saling berpelukan.


" maaf jika tidak nyaman,hanya bisa menjamu seadanya"ucap bibik sambil mengelus bahu umi


" ini lebih dari cukup buat kami" kini giliran umi yang menjawab tangannya juga mengelus punggung bibik.


" terima kasih" sambil bibik melepas pelukan


" sama sama" ucap umi


mereka berdua sama sama tersenyum .


umi dan Abi masuk ke dalam mobil,untung tadi mereka memakai supir jadi tidak kuwatir mengantuk.


semua orang sudah kembali ke rumah mereka masing masing kini tinggal bibik Mamang Raisa dan raihan.


Raihan melanjutkan makannya yang sempat tertunda karena acara pamitan tadi ,ia tetap meminta Raisa untuk menemani.

__ADS_1


__ADS_2