Menemukanmu

Menemukanmu
episode 34 raihan yang perhatian


__ADS_3

pov raisa


aku tak menyangka mobil yang berhenti tepat di depanku adalah laki laki yang selama ini ingin aku hindari.ia yang berjalan mendekat ke arahku terlihat begitu tenang.ia terseyum kepadaku , aku menarik nafas, tiba tiba dadaku terasa sesak seolah di penuhi udara.kenapa ia ada di sini? siapa yang memberitahu aku ada di sini.pikiranku jadi kemana mana.


saat ia berkata ingin menggantikan diriku dalam balapan , rasanya aku ingin menghajarnya tapi saat aku memandang matanya entah kenapa aku tak sanggup melakukannya , saat berdebat dengannya pun rasanya bibir ini sulit sekali membalasnya.akhirnya aku mengalah, baru kali ini seorang raisa harus mengalah,aku membiarkan dia menggantikanku ,selama ini aku belum pernah melihatnya dalam dunia balap . aku berharap dia kalah , dengan kekalahannya aku bisa jauh darinya.aku benar benar merasa tak nyaman dengan dirinya saat di dekatku.jika ia kalah ia akan malu dan pergi dengan sendirinya karena rasa malunya.


putaran pertama ia kalah jauh itu membuatku tersenyum senang.harapanku agar laki laki ini kalah menjadi kenyataan.aku tinggal menunggu satu putaran lagi.aku berdoa agar dia kalah,mudah mudahan doaku menjadi kenyataan.?


hatiku berdebar debar rasanya seperti sedang menanti suatu bom yang siap meledak.aku mencoba bersikap tenang menutupi kegugupanku dengan menghisap rokok.


aku langsung lemas saat mata ini melihat sosok yang mengendarai motor melaju dengan kecepatan tinggi berhenti di depanku .ia memenangkan pertandingan ini,


kini ia berdiri di depanku dengan senyum yang selalu menghiasi bibirnya .aku masih terdiam saat ia berbicara padaku...


saat ia bilang ia memenangkan pertandingan dan aku harus memenuhi satu janjiku yang telah aku ucapkan aku merasa hatiku seperti akan menerima sesuatu yang tidak aku tahu.


kini aku harus memenuhi janji yang telah aku ucap apapun itu permintaannya.aku orang yang selalu memegang janji, walau seberat apapun jika aku sudah berjanji aku pasti akan menepati, maka dari itu aku tidak pernah sembarangan mengucapkan janji.


" menikah denganku" seperti petir di siang hari aku begitu kaget mendengarnya.hal yang tak pernah ku sangka sebelumnya jika ia akan meminta itu dariku, hal yang tak mungkin dan muastahil bagi diriku untuk memenuhinya.untuk mencintai seseorang tidak ada dalam hatiku, apalagi ini aku harus menikah dengannya.janji yang ku buat seolah menjadi blunder bagi diriku sendiri.aku sangat marah solah ia sengaja menjebakku dengan semua ini.tapi janji tetaplah janji, aku sudah berjanji pada dirinya, aku tak ingin di sebut penghianat karena mengingkari janji yang ku buat sendiri.dengan rasa marah aku memenuhi permintaannya tapi aku memintanya untuk memberi waktu.


aku mencoba berkali kali menarik nafas dan membuangnya, mencoba meyakinkan apakah keputusanku benar atau salah...


"menikah..." kata yang aku ucapkan berulang ulang sambil membolak balikkan badanku ke kiri dan ke kanan di tempat tidurku ,rasa sakit di kaki seolah hilang berganti dengan kebingungan.

__ADS_1


saat ini raisa ada di tempat tidurnya. lututnya yang bengkak susah di gerakkan ia seharian tiduran di tempat tidurnya.hape yang sempat ia matikan sejak tadi malam ia coba nyalakan lagi, beberapa kali sam menghubunginya, ada nomer yang tak di kenal juga menghubunginya berkali kali. ia sempat mengernyitkan dahinya sedikit heran, siapa yang menghubunginya, selama ini ia tak pernah memberikan no telponnya pada sembarang orang. ia kemudian bersikap tak perduli dengan nomer asing yang menghubunginya berkali kali , ia mengabaikan nomer yang menurutnya tak penting .


Saat ia sedang mengotak atik hapenya untuk memeriksa laporan yang sam kirim karena kemarin ia pulang duluan,hape yang ia pegang berbunyi tanda panggilan masuk, ia kembali mengernyitkan dahinya, no yang tidak ada dalam daftar kontaknya kembali menghubunginya, ia bertanya tanya siapa gerangan si penelpon, dengan sedikit ragu ia memencet tombol warna biru.


"hallo...." dengan ketus raisa menjawab panggilan.


" assalamuallaikum"suara di seberang memberi salam


"dek...."jantung raisa seolah berhenti berdetak ia mengenali suara lembut laki laki di seberang sana, ia tidak langsung menjawab, ia mencoba menetralisir jantungnya yang tiba tiba bergemuruh


" siapa?" akhirnya raisa bertanya ia pura pura tidak tahu siapa laki laki yang menelponnya


di seberang sana raihan tersenyum bahagia, akhirnya ia bisa mendengarkan suara wanita yang ia cinta.


"baik...., dari mana mendapat nomerku" tanpa basa basi raisa langsung bertanya pada raihan


raisa sedikit meringis saat tanpa sengaja kakinya yang luka terkena tangannya yang ingin mengambil minum


raihan yang mendengar raisa mendesis kesakitan langsung panik


" kamu gak papakan?! saya akan telpon dokter dimas untuk ke sana? "


" tidak usah" raisa yang mendengar raihan berbicara langsung menjawab cepat

__ADS_1


tiba tiba panggilan di ubah menjadi vidio call.


raisa kembali mendengus ia tidak mengerti jalan pikiran laki laki di seberang sana.ia langsung mematikan panggilan telepon.ia yang selalu menghindar dan tidak ingin berurusan dengan laki laki ini tapi nyatanya kini ia harus selalu berurusan dengannya.


tiba tiba ada pesan wa masuk di hape raisa , kembali ia menarik nafas panjang setelah ia melihat siapa pengirimnya, no yang sama dengan yang menelponnya


ia sebenarnya enggan untuk membuka pesan laki laki itu, tapi rasa penasarannya jauh lebih tinggi dari egonya setelah beberapa kali berfikir akhirnya ia membuka pesan wa dari raihan


" kamu gak apa apa kan , apa perlu aku panggil dokter"raisa hanya membacanya tanpa ada niat untuk membalasnya, kemudian kembali pesan masuk dari raihan


" saya benar benar kawatir sama kamu,"kembali raisa hanya membacanya tanpa membalas pesan raihan


dan kembali pesan masuk dari raihan kini ada sedikit pemaksaan di sini


" tolong jawab pesan saya, saya benar benar kawatir, jika tidak di balas saya akan datang ke rumah" kini raisa menarik nafas panjang dan mengaluarkan dengan kasar, akhirnya mau tidak mau ia membalas pesan raihan, ia tidak mau jika nanti raihan benar benar ke rumahnya.


" aku baik , tidak usah panggil dokter" raihan yang menerima balasan dari raisa tersenyum senyum sendiri , ia begitu senang raisa mau membalas pesannya walau harus dengan sedikit ancaman.


" istirahat jangan banyak gerak dulu, besok saya jemput" dengan senyum senyum sendiri sambil membayangkan wajah raisa yang kesal karena ulahnya.


dengan cepat raisa membalas" tidak usah"


raihan yang membaca pesan raisa kini semakin tersenyum lebar...ia semakin ingin menggoda raisa, wajah kesalnya pasti terlihat cantik.

__ADS_1


" aku tak akan melepasmu, apapun rintangannya. aku akan segera menghalalkanmu , aku ingin selalu memandang wajah cantikmu setiap bangun tidurku".dalam hati raihan berucap sendiri di iringi senyum yang masih menghiasi bibir .


__ADS_2