Menemukanmu

Menemukanmu
episode 41 Raisa yang galau


__ADS_3

setelah Mamat pergi, kini tinggal Raisa dan raihan berdua ,Raisa menyibukkan diri dengan hapenya serta rokok di tangannya.sedang Raihan juga sibuk dengan hapenya,ia membalas pesan dari teman temannya yang menanyakan apa laptopnya sudah kembali atau belum.


setelah semua pesan ia balas,kini ia memfokuskan diri pada Raisa,sikap kalem dan sabarnya membuatnya selalu bisa menghadapi sikap raisa yang ketus.


" dari mana kamu tahu kalau dia orang baik, seandainya dia pekerjaannya memang mencopet bagai mana?" Raihan bertanya pada Raisa ,ia sebenarnya yakin kalau laki laki itu bukan pencopet, tapi ia hanya ingin memastikan perasaannya.


Raisa tersenyum sinis kepadanya" Lo ngeraguin kemampuan gue" sambil membenarkan tubuhnya yang miring kini menghadap Raihan.


"bukan,"sergah Raihan cepat


" hanya ingin memastikan" ia tak ingin Raisa marah padanya,ia benar benar ingin membuat Raisa nyaman di dekatnya.


"sekali gue tekan salah satu nama di hape gue, gue bisa dapat info yang gue mau" dengan sinis Raisa berucap


Raihan tersenyum tipis melihat Raisa yang jutek habis membuatnya terlihat begitu cantik di matanya.


"iya ...iya....saya tahu?" dengan senyum yang di kulim


Raisa hanya berdecak sambil melirik Raihan, mereka kembali terdiam.


"besok Abi sama umi mau datang kerumah untuk melamar kamu" sambil salah satu tangannya mempermainkan hape yang ada di meja memutarnya ke kiri dan ke kanan ,ia sempat ragu ragu saat mengatakannya


juederr......seperti tersambar petir di siang hari Raisa begitu kaget, dalam hatinya berkata" secepat ini?"


ia memandang Raihan tajam" kenapa secepat ini, belum ada satu bulan,!?"


Raihan kembali tersenyum" waktu satu bulan yang kamu minta sudah habis,lihat sekarang tanggal berapa?, kemarin balapan tanggal berapa sambil menunjukkan layar hape dimana terdapat jam dan tanggal,nih....aku simpan di sini sebagai pengingat jika kamu lupa,"


"Raisa kemudian berfikir ternyata waktu satu bulan itu cepat sekali, kalau tahu begini lebih baik ia meminta waktu sebanyak banyaknya.


Raisa menarik nafas panjang dan membuangnya kasar ternyata ia salah perhitungan lagi


" saya sudah telpon bibik, kalau Abi sama umi akan bersilaturahmi".lanjut Raihan lagi.


Raisa masih diam ia tidak bisa berfikir dengan jernih,tiba tiba saja otaknya menjadi buntu, "bibi...Mamang...Raihan sudah memberitahu mereka....ah....h.." Raisa mengusap wajahnya kasar


"kamu kenapa hmmm..." suara Raihan membuyarkan lamunannya.

__ADS_1


"kamu tidak berfikir untuk menundanya lagi kan?"ada rasa takut di hati Raihan jika Raisa berubah pikiran.


"gue gak akan ingkar janji" Raisa jadi tersulut emosi" kalau Lo ngajak nikah besok pun gue akan lakuin?!," nafasnya naik turun lebih cepat dari biasanya karena emosi yang ia tahan.


Raisa menarik nafas sebelum berucap" jangan pernah minta gue berubah,Lo harus terima gue yang seperti ini!" kini pandangannya tajam menatap mata Raihan.


Raihan tersenyum" terima kasih, karena mau menerimaku"pandangan matanya yang teduh beradu dengan mata tajam milik Raisa. dan Raisa memilih menghindari mata dengan tatapan teduh itu dengan memalingkan wajahnya ke arah lain.


kini mereka berdua kembali terdiam,Raihan dengan pikirannya dan Raisa dengan pemikirannya.


"kita balik ke kampus sebentar lagi ada kuliah?" ajak Raihan pada Raisa


"aku ingin di sini? "ucap Raisa dingin,ia tidak mau berjalan bersama Raihan, ia tidak mau menjadi pusat perhatian.berjalan dengan seseorang yang di kagumi banyak orang membuatnya risi dengan tatapan mereka.


Raihan menarik nafas,sebenarnya ia enggan pergi sendiri ia ingin berjalan bersama Raisa,ia ingin memperlihatkan pada semua orang betapa ia sangat mencintai wanita yang ada di sampingnya.tapi kali ini gagal mau tidak mau ia harus pergi dari tempat ini,mata kuliah pertamanya akan segera di mulai dan ia tak ingin telat.


" ya udah saya pergi dulu" ucapnya akhirnya


"biar saya yang bayar itung itung traktir kamu karena sudah membantu saya" Raihan beranjak dari duduknya ia mengambil tas punggungnya yang ia taruh di samping kursi yang kosong,ia memasukkan laptopnya ke dalam tas ,setelah di rasa beres ia beranjak pergi


Raisa menarik nafas panjang matanya mengikuti kemana Raihan berjalan


"huff" ia menghembuskan nafasnya kasar.


Raisa beranjak dari duduknya saat melihat bayangan Raihan yang semakin menjauh .


" gue mau ambil mobil ,gue males kuliah hari ini,gue nongkrong di kantornya Sam aja" dalam hati ia bicara sendiri.


setelah perjalan cukup panjang serta kemacetan yang terjadi akhirnya ia sampai di kantor Sam sekaligus tempat tinggal Sam,ia kesini sekalian menandatangani beberapa berkas yang membutuhkan tanda tangannya langsung,tadi Sam menelponnya jika ia ada waktu ia di suruh Sam mampir ke tempatnya untuk menandatangani beberapa berkas,karena Sam tidak bisa keluar karena sangat sibuk, ia tadi menyuruh seseorang untuk mengantar uang yang di minta Raisa.


kini ia sudah ada di ruangan Sam duduk di depan Sam sambil memandang tajam ke arah sam.ia terlihat jengkel.


" ha..ha..ha.." Sam tertawa terbahak bahak


" berhenti menertawakanku,mau gue hajar!?" sambil matanya melotot ke arah Sam.


Sam masih tertawa memegangi perutnya yang kram karena tertawa.

__ADS_1


" ok...ok...gue diam" tapi masih sambil tertawa.


" gue hitung sampai tiga kalau Lo gak diem gue tendang pakai kursi ini".ancam Raisa lagi


Sam langsung diam tapi dua detik kemudian ia tertawa lagi...


"ternyata...oh...ternyata....Raisa si bos dingin ada yang menaklukkan"


tanpa aba aba Raisa langsung menendang kursi di sampingnya ke arah Sam memakai kaki kirinya ,dengan sigap Sam menahan dengan kakinya hingga kursi tak sempat mengenai tubuhnya.


"ok...ok...gue nyerah " sambil tangannya ia naikkan ke atas seperti orang menyerah.


kini ia menatap serius ke arah raisa " menikahlah dengan Raihan, kami akan tenang jika kamu bersama orang yang tepat" Raisa tak menanggapi ucapan Sam ia memilih menyalakan rokoknya dan minum minuman bersoda.


Sam menarik nafas, melihat Raisa yang begitu acuh dan cuek apakah bisa menjalani pernikahan dengan Raihan, Raihan yang berkepribadian kalem apakah bisa bersatu dengan kepribadian Raisa yang dingin. tapi kenapa Raihan yang punya akhlak bagus harus memilih Raisa yang notabennya adalah perempuan yang egois . apa yang membuat Raihan begitu menginginkan Raisa, selama ini raisa tak ada yang bisa menyentuhnya,ia selalu menjaga jarak dengan lawan jenis.tapi Raihan bisa menjebak Raisa menjadi miliknya .


Raisa menarik nafas ini seperti beban baginya, menikah bukan prioritasnya dalam hidup.


ia sebenarnya ke kantor Sam untuk menenangkan diri menceritakan jika orang tua Raihan akan datang tapi bukan ketenangan yang di dapat Sam malah menertawakannya.


Raisa matikan rokoknya ia lalu berdiri mengambil tas yang ia letakkan di lantai, ia beranjak pergi


Sam yang melihat Raisa akan pergi langsung mencegahnya, beberapa dokumen yang membutuhkan tanda tangannya belum ia tanda tangani


"Lo mau ke mana?" tanya Sam


" pulang" jawab Raisa singkat


" eh...dokumennya belum Lo tanda tangani"


" bodoh... gue dah males " sambil membuka pintu untuk keluar.


Sam menarik nafas sambil menggeleng gelengan kepala" aduh....gimana nih si bos dah ngambek" ia kembali menggarukgaruk kepalanya yang tidak gatal.


" mau tidak mau nanti gue ke rumah deh...ah....harusnya tadi gue gak menertawakannya, alamat ini pekerjaan jadi ketunda." kembali menggaruk kepalanya dengan kasar.


hai...para readers jika suka ceritanya jangan lupa di like ya...

__ADS_1


__ADS_2