Menemukanmu

Menemukanmu
episode 45 menuju sah


__ADS_3

POV Raihan


aku tak menyangka jika Raisa berada di sini,tatapan kemarahan terlihat jelas di matanya.aku kuwatir sekali jika terjadi perkelahian di sini.aku menatapnya memohon agar ia tidak bertengkar.ternyata kekawatiranku tidak terbukti,walau terlihat marah ia masih bisa menahannya.benar apa kata Raisa,kadang yang terlihat bagus belum tentu dalamnya juga bagus, kadang barang yang terlihat jelek di luar dalamnya ternyata sesuatu yang berharga. seperti itulah dirimu,kamu tidak menampakkan kebaikan hatimu.orang orang tidak tahu tentang dirimu mereka semua salah menilai dirimu, bagiku dirimu sebuah berlian yang tak terlihat, aku bersyukur karena menemukanmu,bagi diriku anggapan orang tentang dirimu tidak penting yang terpenting kamu menjadi milikku.


tapi kata katamu yang kamu tunjukkan padaku bagai pisau yang langsung menusuk ke jantungku.


kamu benar aku yang memaksamu, kamu memang benar aku yang memilihmu


dan sekali lagi kamu memang benar jika aku memaksakan kehendakku


aku tidak bisa mundur dari apa yang telah aku putuskan apapun resikonya yang akan aku hadapi


aku akan mempertanggungjawabkan setiap keputusan yang telah aku ambil,aku telah berikhtiar pada Allah atas apa yang menjadi pilihanku.memang sangat sulit memutuskan menikahi Raisa banyak hal yang perbedaan di antara kita.tapi hati ini tak bisa berpaling darinya ia selalu saja memenuhi hatiku.awalnya aku berfikir apa istimewanya dia di banding perempuan perempuan lainnya yang lebih baik.aku selalu berusaha menolak hatiku tentang keberadaanya, aku berusaha memungkiri kenyataan jika hati ini sudah tertambat di hatinya. semakin berusaha mengabaikan semakin hati ini mengingatnya. aku menyadari jika aku memilihnya banyak rintangan yang harus aku lalui, andai hati ini bisa memilih pada siapa ia akan berlabuh,mungkin aku tidak akan mengalami kerumitan ini. aku yang memilih ini semua,jadi aku lah yang akan memperjuangkan semua.


sore ini begitu cerah tak ada mendung di langit Jakarta, tapi berbanding terbalik dengan raisa sedari tadi pagi ia selalu urung iringan ,ia tidak di perbolehkan keluar rumah ,bibi sedari tadi selalu menceramahinya ia sampai harus menutup telinganya dengan hansed


" gak boleh keluar hari ini"


" bolos kuliah satu hari gak papa?"


" nanti kalau keluarga nak Raihan ke sini cium tangan ke dua orang tuanya"


" nanti harus bersikap yang sopan"


" nanti pakai pakaian yang sopan"


" nanti jangan lupa pasang senyum"


hal hal itu tak henti henti mereka ucapkan


Raisa tak menanggapi ucapan ucapan bibi dan Mamang ,ia benar benar pusing di buatnya, ia yang terjebak dengan permainannya sendiri kini harus bertanggung jawab dengan apa yang di lakukannya .


kini ia menghabiskan waktunya untuk olah raga sekalian menghilangkan kemarahan yang tidak bisa ia luapkan,ia kesal dan marah pada dirinya sendiri.


Raisa memandang wajahnya di cermin ,ia yang tak pernah memperhatikan penampilannya kini terlihat jelas dirinya di kaca.ia bahkan mungkin bisa di hitung dengan jari saat melihat dirinya di kaca.ia yang sangat sangat cuek dengan penampilannya selalu bersikap masa bodoh dengan penampilannya. jika ada orang yang selalu memperhatikan penampilannya ia tidak perduli, toh menurutnya ia tak perlu menarik perhatian seseorang,ia tidak ingin terlihat mencolok di antara mereka semua ,sebisa mungkin ia ingin tak di anggap keberadaannya oleh mereka .menjadi sosok yang di abaikan adalah keinginannya.


"nanti pakai baju ini"


" kamu harus mau di rias ndok"


" tidak mau" jawab Raisa ketus


"kenapa ndok?"bibi bingung dengan jawaban Raisa


"ini hanya perkenalan keluarga bukan langsung menikah?,kenapa pakai acara dandan segala" jawab Raisa ketus


"emmm...biar kamu terlihat segar ndok?"kini giliran Mamang yang membujuk


"aku tidak mau,biar mereka melihat diriku yang seperti ini,aku mau melihat apa mereka mau menerima aku yang seperti ini apa tidak"

__ADS_1


Raisa yang terlihat kesal membuat Mamang dan bibi sedikit mengendurkan keinginannya yang menggebugebu tentang pertemuan dua keluarga ini.mereka berdua terlihat antusias sekali.


" kali ini turuti permintaan bibi dan Mamang?!"


" bibi dan mamang tidak pernah minta apapun dari kamu, kali ini bibi dan Mamang memohon sama kamu ndok turuti keinginan Mamang dan bibik"


" bibi dan Mamang ingin melihat kamu bahagia". mereka berdua benar benar bekerja keras untuk membuat Raisa agar mau.


"aku sudah menuruti permintaan kalian, mau apa lagi ? semuanya akan aku lakukan".Raisa memandang kedua orang tua yang sangat ia sayangi.


" terima kasih ndok" bibik memeluk Raisa ia bersyukur memiliki Raisa sebagai putrinya


"kamu sangat cantik memakai pakaian ini dok", bibi dan Mamang memuji kecantikan raisa.


Raisa yang mendapat pujian hanya memutar bola matanya jengah.


mereka sedari tadi selalu saja banyak bicara.raisa yang mendengarnya hanya diam saja.ia tahu mereka sangat bahagia dengan semua ini.


" tingtong....tingtong..." suara bel berbunyi pertanda ada tamu


" itu pasti keluarga nak Raihan ndok ayo turun" bibi mengajak Raisa untuk turun, tanpa berucap Raisa mengikuti bibi dan Mamang turun menuju ruang tamu.


saat pintu di buka terlihatlah Raihan bersama kedua orang tuanya


"assalamuallaikum" mereka kompak mengucapkan salam


"waalaikumsallam" balas bibi dan Mamang, Raisa hanya membalas dalam hati saja.


bibi menyambut uluran tangan uminya Raihan mereka berdua saling berpelukan .terlihat jelas keluarga Raihan begitu ramah.


"bagaimana kabarnya Bu?" tanya uminya Raihan pada bibik yang di dengar oleh semua


" alhamdulillah sehat" sambil melepaskan pelukannya


"kami berdua orang tuanya Raisa" kata Mamang sambil mempersilahkan duduk dengan isyarat tangan.abi langsung mendudukkan diri di kursi di ikuti Raihan dan mamang


"Abi, Raihan,dan Mamang sudah duduk.mereka bertiga terlihat akrab .


Raihan melihat Raisa terlihat cantik walau tanpa make up. dengan memakai pakaian yang sopan walau tidak tertutup setidaknya Raisa menghargai keluarganya.raihan tersenyum lembut saat matanya beradu dengan mata bulat Raisa. namun Raisa langsung memalingkan wajahnya saat mata mereka beradu.


Raisa terlihat bingung ia tak tau harus melakukan apa


" eh...sa.. ayo beri salam"


bibi melihat kebelakang ya ia melihat Raisa yang masih diam saja.


" ayo salim dulu sama umi" bibi menyuruh Raisa untuk Salim kepada umi.dengan ragu ragu Raisa mengulurkan tangannya ke arah umi ,dengan senyum yang lembut umi menyambut tangan Raisa


" ini yang namanya Raisa?"

__ADS_1


"iya" sambil mencium tangan umi


" wah..cantik sekali" puji umi


Raisa yang di puji hanya diam saja.ia hanya tersenyum tipis .


bibi mempersilahkan umi untuk duduk.ia duduk di sebelah umi di ikuti Raisa yang duduk di sebelah bibi.meraka kini semua sudah duduk


keheningan sempat terjadi beberapa detik sebelum abinya Raihan membuka suara


"ehem..." Abi berdehem sebelum mulai bicara.


"kami berdua," sambil tangannya membuat gerakan menunjukkan dirinya dan umi.


" orang tua Raihan" Abi menarik nafas sebelum melanjutkan kalimatnya


"kedatangan kami berdua ke sini bermaksud untuk melamar putri bapak untuk anak kami ,"


Mamang dan bibi saling pandang.mereka masih diam menunggu apa lagi yang ingin di katakan abinya Raihan


" mungkin ini terlihat sangat cepat,tapi semua yang menyangkut hal baik harus di segerakan bukan begitu pak?" Abi meminta pembenaran dari kata katanya kepada Mamang.


Mamang dan bibik mengangguk anggukkan kepalanya tanda mereka berdua setuju.


" apa bapak sama ibu menyetujui permintaan kami?"


bibi sama Mamang saling berpandangan sebelum akhirnya tersenyum sambil mengangguk


" iya kami setuju."


"Alhamdulillah" jawab Abi umi dan Raihan bersama.mereka kemudian tertawa.


" apa nak Raihan mau menjaga dan menerima putri kami dengan ikhlas" tanya Mamang kepada Raihan.


"saya akan menjaga dan melindungi Raisa mang,saya juga ikhlas menerima Raisa apa adanya?" tanpa ragu raihan menjawab pertanyaan Mamang.


"saya ingin bertanya pada nak Raisa," Abi yang terlihat begitu wibawa saat berbicara membuat Raisa sedikit grogi.


"apa nak Raisa ikhlas menerima Raihan putra kami " kini giliran Abi bertanya pada Raisa


Raisa tahu ini akan terjadi saat ia menyetujui taruhan dengan Raihan. ia hanya menjawab dengan anggukan,Raihan tersenyum lebar saat melihat Raisa mengangguk .


"mungkin ini terlalu cepat, tapi menurut Abi jika kalian berdua sudah siap sebaiknya kalian berdua langsung menikah"


" menikah" ucap Raisa mengulang kata kata abi


"iya nak" umi yang kini menjawab


Raihan yang melihat kepanikan di wajah cantik Raisa tersenyum. ia melihat wajah cantik yang selalu terlihat jutek itu kini terlihat panik ,itu membuat kebahagiaan tersendiri bagi Raihan.

__ADS_1


jangan lupa like dan komen ya biar akunya semangat update.


__ADS_2