Menemukanmu

Menemukanmu
episode 29 dia lagi dia lagi,


__ADS_3

Raisa mengendara motornya membelah malam jalanan ibu kota jakarta.ia mengendara motornya dengan kecepatan tinggi.Balapan kali ini ia menggunakan motor terbarunya kawasaki ninja 300cc.kali ini ia tak ingin kalah ia telah mepertaruhkan semua uangnya untuk balapan kali ini, ia tak ingin kali ini di anggap remeh oleh lawannya, dengan menahan sakit ia bertekat akan menang, banyak orang yang ia pertaruhkan di sini termasuk anak anak panti.jika ia kalah ia tidak akan mampu untuk membiayai mereka walau mereka sudah memiliki usaha sendiri untuk memenuhi kebutuhan mereka ,tapi semuanya tidak akan mencukupi, mereka memerlukan dirinya.


untunglah tadi siang ia menyempatkan untuk menservis motornya sekalian ganti oli,walaupun pulangnya ia mendapat insiden kecil, tapi tak menyurutkan semangatnya untuk bertanding...


tadi anto sudah menserlok di mana ia harus bertanding,tempat yang jauh dari ibu kota , tepatnya pinggiran ibu kota jakarta , ia sudah tau di mana tempat itu karna beberapa kali ia pernah tanding di sana .setidaknya ia sedikit tau tentang kondisi jalan di sana.


" mau kemana?" tanya bibik yang melihatnya menuruni tangga dengan tertatih tatih,bibik sudah hafal jika raisa memakai jaket dan tas yang ia slempang di dadanya dan juga sepatu itu tandanya ia akan pergi. raisa berjalan mendekat ke arah bibik dan mamang yang lagi asik menonton acara televisi kesenangan mereka.


"aku mau balapan"


" jangan ikut ,,, !!luka kamu masih baru dan masih memgeluarkan darah"ucap bibik cepet.


"kali ini..dengerin kita ndok?!" mamang sedikit meninggikan suaranya


raisa menghembuskan nafasnya kasar, wajahnya di buat cemberut agar bibik mengijinkannya..ia mulai mengeluarkan jurus andalannya


" kali ini aja..please...ya...ya..." sambil mengatupkan kedua tangan di depan dada.


" aku janji kali ini yang terakhir"masih dengan mengatupkan kedua tangan di dada.


" kamu keseringan janji ndok" sungut bibik


" kali ini kami gak akan mengijinkan kamu balapan?" kata mamang tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi.


raisa berjalan mendekat, ia merangkul bibik dari belakang kursi


" janji ini terakhir kali" sambil menyodorkan jari kelingkingnya ke arah mamang yang tengah asik melihat televisi.


"apa janjimu bisa mamang pegang"sedikit mengalihkan pandangannya dari televisi untuk melihat jari raisa.


"hmmm.." gumam raisa.


" ini yang terakhir" ulang mamang


"iya ...iya....janji"jawab raisa akhirnya setelah diam beberapa saat.


"hati hati" ucap mamang pada akhirnya,ia selalu saja tak bisa menolak keinginan raisa.


" tapi luka kamu gimana ndok...lutut kamu terlihat bengkak"bik imah yang memperhatikan luka raisa.


"its ok lah ini....gak usah kuwatir" sambil menepuk lukanya dengan sedikit keras.walau terasa sakit raisa harus pura pura baik baik saja. ia tidak ingin di cegah kali ini.


"udah telat" sambil mencium pipi bik imah dan mang juju....ia segera beranjak pergi, ia tidak mau kalau mang juju dan bik imah berubah pikiran, maka dari itu ia harus segera pergi.

__ADS_1


Kini setelah menempuh perjalanan hampir satu jam akhirnya ia sampai di lokasi tempat balapan.tempat yang sangat sepi dan jauh dari keramaian. kali ini anto memilih tempat yang menurutnya tepat.


ia berhenti tepat di belakang garis star, ia melihat sekeliling, di sini sudah ada orang orang yang berkepentingan dalam balapan ini.ia juga melihat musuh bebuyutannya juga sudah ada di sini bersama gengnya.mata mereka saling beradu saling memperlihatkan kebencian.


ia membuka helm fullfacenya dan menaruhnya di atas tangki bensin. ia kali ini berani membuka helmnya , dan memperlihatkan wajahnya.sebelumnya anto sudah berjanji bahwa kali ini ia akan membuat keadaan menjadi steril tak ada kamera atau handpone .semua sudah di persiapkan oleh panitia dan terorganisir dengan rapi . setiap orang masuk arena harus melewati sebuah alat sensor bukan cuma sekali tapi beberapa kali.panitia kali ini benar benar bekerja sebaik mungkin. jadi mereka yang curang tidak akan lolos.raisa yang lebih memilih sendiri dan nyaman sendiri mulai mengambil rokok yang ada dalam tas yang ia slempangkan di dadanya.ia menyulut benda favoritnya mulai menghisap dan mengeluarkannya lewat hidung. sebenarnya ia sudah kenal dengan mereka,mereka semua pemain lama, hanya sebatas kenal, karna ia tak ingin dekat dengan sembarang orang yang membuatnya tak nyaman.kali ini ia harus memasang strategi agar ia bisa menang, selama ini ia selalu tak pernah kalah dari antonio, hanya karna insiden kecil akhirnya ia kalah...dan uangnya terkuras banyak...seharusnya ia bisa menghidupi anak anak untuk beberapa bulan ke depan tapi karna kecerobohannya ia harus menekan pengeluarannya yang lain.


ia menghisap rokoknya dalam dalam sambil sesekali melihat jam di tangannya.waktu menunjukkan jam dua belas kurang lima menit pertanda sebentar lagi pertandingan akan segera di mulai.ia mencoba meluruskan kakinya yang terluka .." ah....h..st..." ia sedikit meringis menahan sakit saat kakinya ia luruskan.


" ternyata beneran ini elo?"tanya seseorang yang tiba tiba ada di sampingnya sambil bersidekap


ia menoleh ke samping di mana suara berasal, matanya langsung berputar sambil mulutnya berdesis...


" kenapa reaksi lo seperti itu"....tanya orang itu yang ternyata angga.


raisa hanya diam ia enggan menanggapi omongan angga.


" gue bener bener gak nyangka ya...ternyata ini elo..gue udah lama ngidolain elo....gue selalu cari informasi tentang lo...tapi anto" sambil senyum senyum seraya menggelengkan kepalanya.angga terlihat begitu bahagia..ia tak menyangka, orang yang ada di depannya adalah orang yang selama ini ia idolakan .bahkan ia telah mencari informasi itu ke anto, memintanya agar memberi tahu siapa sosok yang wanita yang ia idolakan yang sering menang dalam lomba balap liar ini.tapi anto enggan menanggapi apalagi menjawab pertanyaannya.ia benar benar salut pada anto yang profesional.


" benar benar gue gak nyangka" masih mengulang kata yang sama dan dengan senyum yang masih menghiasi bibirnya


"gue doain semoga lo menang"dengan senyum yang di kulum


" gak usah" sanggah raisa cepat


"ini yang gue suka dari lo" sambil menunjuk raisa dengan tangan menirukan pistol


"keangkuhan lo"bisik angga tepat di telinga raisa


sontak raisa menghindar menjauhkan wajahnya dari angga, matanya melotot menatap tajam angga


"lo mau menghajar gue"dengan senyum yang mengejek


" kaki lo aja terluka?tunjuk angga pada kaki raisa.


"walau kaki gue terluka , gue masih sanggup menghajar lo.." dengan penuh penekanan raisa berucap.


" ha.ha..ha..ha gue makin cinta sama lo" ucap angga jujur sambil memandang wajah raisa yang tak sedikitpun memandangnya


Raisa membuang rokoknya ke tanah dan menginjaknya saat ia melihat anto berjalan menghampirinya.


" eh...lo kenal dia" tanya anto pada raisa sambil tangannya menunjuk angga.


"nggak"

__ADS_1


"kenal"


jawab mereka serempak....." ha ..ha...ha..." anto tertawa, ia menggeleng gelengkan kepalanya....


" gimana kabar lo bro" tanya anto pada angga sambil tangannya beradu membuat gerakan tinju.


" baik bro, lo hebat ya selama ini lo sembunyiin dia" sambil kepalanya menggeleng ke arah raisa


" ha...ha..ha...,"anto kembali tertawa


" profesional bro?" lanjut anto


"gimana kabar lo sa" sambil tanganya beradu dengan tangan raisa menirukan gerakan tinju


" dah siap" kata anto lagi


raisa hanya mengangguk


"lo pastikan semua aman!, gue gak mau kejadian kemarin terulang lagi!" ancam raisa pada anto


" gue pastikan semuanya aman gue yang handel sendiri" jawab anto


"awas kalau ada kesalahan...gue gak mau ada pengganggu"sambil matanya melirik ke angga


angga yang merasa seperti orang tertuduh hanya bisa senyum senyum sendiri, ada kesenangan dalam hatinya saat melihat raisa marah.


"gue beritahu antonio dulu" tanpa menunggu jawaban raisa anto bergegas pergi meninggalkan raisa dan angga sambil berucap " gue tinggal dulu ya ngga?"


raisa menarik nafas panjang kembali ia melihat kesekeliling,ia melihat anto dan angga berbicara.


"gue suka gaya lo yang cuek" angga menatap raisa yang tak pernah menatapnya ia benar benar tidak menganggap angga ada


" dan gue pastikan lo akan jadi milik gue"....dengan senyum miringnya


raisa hanya meliriknya lalu matanya kembali fokus melihat jalan yang akan ia lalui nanti


" walau lo gak suka ...gue tetap akan doakan lo menang" kembali angga berbicara sendiri


kini raisa menatapnya tajam ia mulai jengah dengan sikap angga yang sok akrab


" ok ok ....gue pergi" sambil mengangkat kedua tangannya , ia pun berbalik pergi tapi selangkah kemudian kembali angga berbalik


" sa....."kini raisa menoleh kearah angga

__ADS_1


"jangan galak galak jadi cewek entar gak laku...ha...ha..." angga langsung berlari meninggalkan dirinya menuju ke teman temannya.


__ADS_2