Menemukanmu

Menemukanmu
episode 54 sekarang dia bagian dari hidupku


__ADS_3

"jawab pertanyaanku Han?" apa benar yang di bilang sama teman teman jika kamu menikahi wanita ****** ini!?" dengan sorot kemarahan yang coba di tahan oleh doni


" jaga ucapanmu don?" aku tidak suka kamu berbicara seperti itu, bukan kepada Raisa saja tapi ke semua orang ." Raihan tahu Doni sangat menentang dirinya dalam hal mendapatkan Raisa.


Doni memalingkan wajahnya,kini ia menatap Raisa tajam," apa hebatnya dia ,di banding Aisyah,kamu rela meninggalkan berlian demi mendapatkan perunggu"


Raisa hanya diam saja ia sebenarnya tidak perduli dengan hinaan yang di tujukan padanya, tapi hati kecilnya merasa kasian terhadap Raihan yang kini menjadi suaminya,yang selalu di olok olok karena memilihnya


" don...kita sahabat sejak dulu,hargai keputusanku dan juga pilihanku, beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa pilihanku adalah tepat"


"heh..." Doni tersenyum sinis


" di lihat dari luar saja dia bukan pilihan yang tepat untukmu, aku sebagai sahabat hanya ingin mengingatkan ,aku ingin melihat kamu bahagia dengan orang yang tepat, aku ingin melihatmu bersanding dengan orang yang tepat, bukan wanita seperti ini?!"


Doni mencoba meredam kemarahannya nafasnya yang naik turun dengan cepat menandakan jika dia sudah sekuat tenaga menahan diri.


"doni....!" ucap Raihan agar Doni diam


"aku tahu kamu sangat menyayangiku lebih dari sahabat,kamu adalah saudaraku, tapi kali ini biarkan aku mendapatkan apa yang aku inginkan


Raisa melihat ke arah Raihan ,sebegitu cintakah Raihan padanya sampai harus menentang banyak orang, apakah seberharga itu dirinya untuk Raihan, tiba tiba saja hati Raisa menjadi sedih...


" apakah sikap Lo yang seperti ini bisa di bilang sahabat yang baik, sebagai sabat seharusnya Lo mendukung apa pun keputusan sahabat Lo,beri dia ruang agar dia bisa membuktikan apa pilihannya tepat atau salah ,jika Lo sebagai sahabat yang baik Lo gak akan menekan dia tentang keputusannya,"


" karena keputusannya salah" sergah Doni cepat


" memang keputusannya salah karena memilih gue" dan biar waktu membuktikan jika pilihannya salah, dia akan pergi dengan sendirinya dari gue"


"kamu boleh bilang itu sebuah kesalahan, tapi bagi ku tidak sama sekali" pandangan Raihan tertuju pada Raisa.


" sudah ku bilang sampai kapanpun aku tidak akan rela jika kamu dengannya" Doni benar benar tidak rela jika temannya yang sudah di anggapnya saudara harus menikah dengan perempuan yang menurutnya tidak baik.


"sekali lagi aku hanya minta kamu sebagai sahabat, untuk menghargai keputusanku, aku mohon" dengan lembut Raihan mencoba meminta pengertian Doni


Doni yang tidak bisa merubah keputusan Raihan memilih pergi dari hadapan Raisa dan raihan tanpa berkata apa apa lagi, ia tidak ingin berbuat yang lebih karena sebuah kemarahan.


Raisa Mandang Raihan ia melihat sorot mata yang selalu meneduhkan bagi siapa saja yang melihatnya kini terlihat sedih.


tiba tiba saja telepon Raihan berdering ,ia merogoh saku celananya dan mengambil hapenya di lihatnya layar ponsel umi is calling


" assalamuallaikum mik"


"ada bersama Abang mik"


"iya"Raihan memandang Raisa begitupun sebaliknya


" umi telpon" sambil memberikan hapenya pada Raisa

__ADS_1


" umi mau bicara"


akhirnya Raisa menerima hape Raihan yang di sodorkan padanya


"iya...mik" Raisa begitu canggung saat memanggil umi pada umi Raihan


" ya"


"ya" Raisa hanya menjawab iya dan iya saja,Raihan yang mendengarnya hanya memperhatikan Raisa sambil mengerutkan keningnya,ia berfikir apa yang di bicarakan umi dan Raisa, kenapa Raisa hanya menjawab ya ..ya...saja


setelah umi memutuskan Sambungan telepon Raisa menyodorkan ponsel Raihan kepada pemiliknya


" apa kata umik" sambil mengambil ponsel miliknya yang di sodorkan Raisa


" suruh nginep di pesantren ada bude kamu baru datang dari surabaya."


"oh..."sambil manggut manggut Raihan mengerti


" aku kuliah sampai jam 2, nanti ada urusan dulu sama Sam gak tau sampai kapan selesai"


Raihan tersenyum " nanti aku tungguin sampai selesai


" gak usah "


" jangan mencegahku"


" aku masuk" sambil berjalan tanpa mengindahkan Raihan


Raihan tersenyum sambil menggeleng gelengan kepalanya pelan ternyata Raisa mau berpamitan padanya walau sangat singkat.


ia kemudian berjalan berlawanan arah dengan Raisa karena ruangan Raihan ada di sebelah Utara paling pojok.


saat jam makan siang ada seseorang yang mendekati Raihan


" Raisa berkelahi sama Angga"


seseorang itu berbisik pada Raihan, Raihan yang mendengar Raisa berkelahi langsung memandang laki laki di sebelahnya


" berkelahi" sambil mengerutkan dahinya


" iya ,,di kelas" tanpa menunggu lagi Raihan langsung menyambar tas dan bergegas ke kelas Raisa


di kelas raisa


"gue gak pernah ngusik kehidupan Lo dan gue gak mau kehidupan gue di usik oleh siapapun"


"termasuk sama Lo?!"

__ADS_1


sambil mencengkeram kerah baju Angga matanya menyorotkan kemarahan


" apapun yang Lo lakuin gue gak perduli,selama Lo gak ngusik hidup gue,"


"kenapa Lo nolak gue dan lebih memilih Raihan di banding gue, apa kurangnya gue sa di banding si Raihan?"


" apa Lo juga mulai suka sama Raihan?"


"suka atau tidak suka gue sama Raihan, cinta atau gak cinta gue sama Raihan itu urusan gue, sekarang Raihan bagian dari hidup gue jika Lo ngusik dia itu artinya Lo ngusik gue juga."


" jadi jangan pernah mengusik orang orang yang ada hubungannya dengan gue,gue bisa berbuat lebih dari yang Lo kira?"


ia melepas cengkeramannya dari leher Angga dengan kasar, sudut bibir Angga yang berdarah karena kena pukul Raisa di lap dengan punggung tangan Angga sendiri


"maaf ......." Angga menarik nafas panjang sebelum melanjutkan kata katanya "mungkin ini karena gue cinta sama Lo, dan gue gak bisa nerima kenyataan kalau Lo dah menikah dengan Raihan"ia kembali menarik nafas panjang untuk mengeluarkan sakit hati karena patah hati


" gue terlalu munafik untuk menerima kenyataan?" ia memandang Raisa dengan sorot mata kesedihan


"ini pertama kalinya gue di tolak cewek, apa lagi di tolak oleh cewek yang gue cintai" sambil tertawa yang terdengar sangat miris.


" jika nanti kamu tidak bahagia dengan Raihan cari gue, gue akan buat Lo bahagia , itu janji gue" mata yang terlihat sedih itu tiba tiba mengeluarkan cairan bening yang langsung cepat cepat Angga hapus.


" boleh gue jadi teman Lo"


" gue sudah terbiasa tidak punya teman"


Angga tersenyum mendengar jawaban Raisa,ia benar benar baru menemukan sosok perempuan yang super super cuek padanya yang tak terpesona dengan dirinya walau sedikit saja, maka dari itulah kenapa ia bisa jatuh hati pada dirinya.


" terima kasih sudah menolakku sedemikian rupa,tapi aku akan tetap menunggumu jika kamu tidak bahagia datanglah padaku pintu hati ini akan selalu terbuka untukmu" dengan senyum yang masih mengembang Angga berjalan ke luar.


saat melewati pintu Angga berpapasan dengan Raihan, Angga menganggukkan kepalanya sebagai isyarat untuk menyapa Raihan


Raihan yang merasa Angga memberikan penghormatan membalasnya dengan menganggukkan kepalanya.


"jaga di baik baik,jangan sampai ada orang lain yang ingin mengambilnya termasuk diriku" Angga memberikan kata kata yang mengena di hati raihan.


" terima kasih"sambil memeluk Angga sebagai tanda saling menguatkan


Angga berpamitan pada raihan untuk pulang dengan isyarat tangan saja.


Raihan yang mengerti isyarat Angga .kembali menundukkan wajahnya sebagai tanda hormat


Raisa masih berdiri di tempat yang sama ia melihat Angga dan Raihan saling berpelukan.


entah takdir yang bagai mana yang ia jalani saat ini.


Raihan tidak menghampiri Raisa, ia memilih pergi meninggalkan raisa.ia mencoba memberi ruang untuk Raisa.

__ADS_1


Raisa hanya melirik Raihan, di lihatnya laki laki yang menjadi suaminya itu pergi menjauh, ada sedikit kecewa di hatinya dan bertanya pada dirinya sendiri kenapa dia tidak menghampirinya.


__ADS_2