
Sejak seminggu raisa istirahat total. ia di peringati oleh dokter dimas, jika kali ini ia tidak menurut dan banyak gerak, ia akan membawa raisa untuk di rawat di rumah sakit.berkali kali raisa mengusap wajahnya kasar, ia yang selalu aktif dan bisa kemana mana sendiri kini harus benar benar tergantung pada orang lain.
bik imah setiap saat harus mondar mandir ke atas , jika sakit raisa akan jadi gadis yang berbeda berbanding terbalik dengan saat ia sehat , sikap dingin dan kakunya hilang seketika menjadi gadis yang super manja. bik imah dan mang juju sangat sangat hafal karakter raisa yang ini, mereka sangat memanjakan raisa.
dan kini sudah satu minggu pula raisa tidak pergi ke kampus, pasti tugasnya akan menumpuk, ia berfikir ia harus meminjam catatan pada siapa, di kampus ia tidak kenal dengan anak anak yang ada di kelasnya , ia yang terlalu cuek sampai sampai ia tak punya teman satu pun .
sejak ia tidak masuk kuliah sudah dua kali raihan datang ke rumah di temani diki, ia yang berada di kamar selalu berdoa agar raihan cepat pulang .berada di dekatnya benar benar tak membuatnya nyaman ,ia lebih memilih diam di dalam kamar, apalagi ada alasannya kalau kakinya tidak boleh banyak gerak .raihan hanya menanyakan keadaannya pada bibik dan mamang.ia merasa raihan begitu akrab dengan mereka, ia juga takut kalau kalau raihan bilang jika ia akan menikah dengannya.
setelah sekian lama istirahat raisa hari ini memutuskan untuk pergi ke kampus , banyak hal yang harus ia kerjakan ia sudah membayangkan seharian nanti di perpustakaan.hal paling membosankan yang selalu ia hindari tapi demi komitmennya pada orang yang ia sayangi ia rela melakukannya.demi menyenangkan bibik dan mamang ia akan serius terhadap hal yang sudah ia jalani.
setelah berpamitan pada bibik dan mamang akhirnya ia berangkat ke kampus naik mobil di antar supir, bibik dan mang juju yang kuwatir lukanya belum sembuh memaksanya memakai supir, ia di ancam bibik dan mang juju , jika ia tidak mau di antar supir ia tidak di ijinkan pergi ke kampus, raisa yang sudah bosan berada di rumah akhirnya menyetujui permintaan mereka.
kini ia berjalan sendiri setelah supir pribadinya menurunkannya di depan kampus.ia berjalanan dengan pelan, sambil otaknya berfikir nanti ia pinjem catatan siapa?, jika tiba tiba ia meminjam buku pasti tengsin tingkat tinggi.apa lagi ia mau berbicara pada orang lain kalau meminta bantuan....beberapa kali ia memukul kepalanya..ia benar benar bingung,
suara klakson mobil yang berada di belakangnya tidak ia hiraukan .pikirannya fokus pada siapa nanti ia meminjam tugas. tiba tiba di depan berhenti sebuah mobil yang membuatnya terkejut ia sampai mengelus dadanya dan mengumpat kasar" anj.......ng" ia memandang mobil warna putih yang kini ada di depannya, matanya memperlihatkan kemarahan . baru saja ia masuk kampus seseorang sudah membuat masalah dengannya.
seseorang keluar dari dalam mobil , ia memakai jaket kulit warna hitam dan jelana jins dan sepatu sneakers warna putih ,wajahnya tampan tapi sikapnya sedikit urakan.raisa yang melihatnya langsung menarik nafas dan membuang pandangannya ke samping , cowok itu adalah angga.raisa kembali berjalan mencoba mengabaikan angga.
" et....t.., tunggu mau kemana" sambil mencoba memegang tangan raisa, tapi belum sempat angga memegang tangan raisa , raisa sudah menepisnya.
"jangan berani menyentuhku!" sambil matanya memandang tajam ke arah angga
"ok...ok..." sambil kedua tangannya ia naikkan ke atas seperti tanda menyerah
__ADS_1
" gue tau lo gak suka di pegang...itulah yang bikin gue jatuh cinta sama lo" sambil bersidekap di sertai senyuman menggoda
tanpa menjawab raisa kembali melangkahkan kakinya ingin segera pergi dari tempat ini
" eh...gue belum selesai ngomong" sambil mensjajari langkah raisa
" kalau lo gak mau gue pegang lo harus dengerin gue ngomong apa susahnya sih ? cuma sebentar ini?!"suara rangga sedikit meninggi , ia berharap kali ini raisa mau mendengarkannya.
seketika raisa berhenti , ia berfikir harus segera menyelesaikan ini , ia tidak mau di ganggu dengan hal hal yang membuatnya risi.
" mau lo apa, " sambil berbalik menatap angga
angga tersenyum tipis, ternyata setrateginya berhasil.
angga menarik nafas panjang sebelum memulai berbicara
raisa mengernyitkan dahinya sambil melirik cowok di depannya, ia masih diam menunggu apalagi yang ingin di katakan angga
"gue cinta sama lo , dan gue mau lo jadi milik gue,"kembali raihan mengulangi kata yang sama yang tadi sempat ia ucapkan.
" gak ada seorangpun yang boleh memiliki lo selain gue meskipun itu raihan" sambung angga lagi
kini raisa yang menarik nafas panjang, sebenarnya ia malas menanggapi hal semacam ini, dalam hidupnya ia sudah mengubur dalam dalam yang namanya cinta,
__ADS_1
" gue gak cinta sama lo, jangan ganggu gue lagi!" dengan sedikit menekan kata katanya.
angga yang mendengar kata kata raisa sedikit kecewa, tapi ia berusaha menutupi dengan senyuman.
" meski lo larang sekalipun gue akan tetap ngejar lo" sambil mengerlingkan mata ke arah raisa
raisa membuang nafas kasar, ia merasa jengah dengan semua ini, " gue sudah peringatin lo, " sambil kembali melangkahkan kakinya meninggalkan angga.
" sebelum janur kuning melengkung gue akan tetap ngejar lo!" sedikit berteriak dan di dengar oleh banyak anak anak.ia meringis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal,ia malu karena anak anak yang melihatnya meneriakinya" hu......hu.....hu".
ia berlari menuju mobilnya sebelum anak anak lebih parah menggodanya...
angga masuk kedalam mobilnya dan membawanya ke tempat parkir. sedang raisa berjalan menuju kantin ia ingin merokok dulu sebelum masuk ke kelas, ia datang lebih awal, rencananya ia ingin meminjam catatan pada salah satu temannya, yang entah siapa raisa juga bingung .
ia memilih duduk di tempat yang paling ia suka, tempat yang membuatnya nyaman tanpa harus di perhatikan banyak orang, sebenarnya ia sudah berpenampilan biasa, ia tidak ingin terlihat mencolok, ia juga tidak mau menjadi pusat perhatian.ia sudah membuat penampilannya sesederhana mungkin agar ia bisa nyaman di tempat ini tanpa harus di ganggu oleh orang lain .
raisa menghela nafas panjang ,kini di depannya sudah ada teh anget yang sempat ia pesan sebelum duduk,dan sebungkus rokok kesukaannya. ia mulai menyalakan rokok dan mengambil hape di dalam tas.ia mulai asik dengan dunianya tanpa memperdulikan orang lain,
seorang perempuan berkerudung duduk di depannya tanpa ia sadari,
"ehem...." perempuan itu berdehem untuk membuat raisa agar melihatnya.
raisa yang masih fokus pada hapenya masih tak melihat wanita itu.
__ADS_1
" assalamuallaikum" perempuan itu mencoba memberanikan diri untuk menyapa raisa.
raisa yang mendengar salam mendongakkan wajahnya, ia terkejut ada seorang perempuan duduk di hadapannya dan mengucapkan salam, ia memandang perempuan cantik di depannya. ia mengernyitkan dahinya mencoba berfikir siapa perempuan ini.