Menemukanmu

Menemukanmu
episode 37 memenuhi permintaan bibik dan mamang


__ADS_3

saat ini raisa berada di salah satu club malam di jakarta selatan, dia di temani sam dan dokter dimas. di depannya sudah ada tiga gelas minuman dan beberapa botol minuman yang salah satunya sudah kosong,minuman yang mereka minum mengandung kadar alkohol yang rendah. raisa yang galau meminta sam dan dokter dimas untuk menemaninya di club. ia benar benar bingung,hatinya risau, waktu yang ia minta pada raihan agar memberinya ruang membuat dirinya semakin resah...antara harus menepati janji yang ia ucapkan pada raihan atau janji yang ia ucapkan sendiri jika ia tak akan pernah menikah.ia sudah menghabiskan sebungkus rokok untuk membantunya sedikit tenang.berkali kali ia menghela nafas, serasa beban berat sedang di pikulnya.


entah dari mana datangnya wanita wanita cantik dan seksi yang sudah bergelayut manja pada sam dan dokter dimas, saat ia mengalihkan pandangan matanya dari layar hapenya, ia menemukan sam dan dimas yang sedang asyik dengan wanita wanita yang bersamanya


tangan sam yang mulai bergerilya ke mana mana, dokter sam yang tak canggung berciuman di depannya, ia menarik nafas panjang


" kalian berdua benar benar menjijikkan" ucap raisa dingin sambil matanya melotot ke arah sam dan dokter dimas


sam dan dokter dimas langsung menghentikan aktivitas yang menyenangkannya karena suara raisa yang mengandung kemarahan.


" sorry sa..kami tak bisa hidup tanpa ini" sambil tangannya mengelus pipi wanita itu


" betul sekali " dokter dimas langsung menambahkan


" jangan iri ya sama kita" lanjut sam


" cui....siapa juga iri!?!?"dengan mata yang masih melotot ke arah sam dan dimas


"ok...ok... kita kali ini mengalah" sam yang melihat kejengkelan raisa karena di abaikan mulai mengalah, hasrat yang mulai muncul harus ia redam lagi karena melihat raisa mulai marah.


dokter dimas yang mulai bergairah , akhirnya mendengus kesal ia harus menghentikan kegiatannya saat libidonya mulai naik nafasnya yang naik turun akibat gairah yang memuncak harus ia akhiri. ia mengelap bibir wanitanya yang basah setelah itu ia mengelap bibirnya sendiri menggunakan punggung tangannya.


mereka berdua meminta wanita itu untuk meninggalkan mereka, dan memberi isyarat dengan gerakan bibir tanpa suara " nanti di tempat biasa"wanita itu menurut saja,tanpa membantah sedikit pun mereka sudah tau siapa raisa karena ia sering ke tempat ini.raisa yang dingin dan di segani di tempat ini.


"gue setuju kalau lo menikah sama raihan" ucap sam sambil membetulkan tempat duduknya, ia tau apa yang membuat raisa gelisah


"yap....gue juga setuju" sambung dokter dimas sambil menuangkan minuman ke salah satu gelas yang sudah kosong


raisa masih diam ia masih menikmati sebatang rokok yang masih menyala yang ia jepit menggunakan kedua jarinya. ia menghisab dalam dalam rokoknya,ia yang selalu penuh perhitungan dalam mengerjakan sesuatu kini harus terjebak karena meremehkan seseorang.


" kapan kalian akan menikah?karena yang gue tau lo gak akan mengingkari janji " tanya sam lagi sambil meneguk minuman.ia sempat meringis saat merasakan minuman yang ia minum.


" lo akan jadi perempuan yang beruntung " kini giliran dokter dimas yang berbicara


" gue akan dukung lo" sambungnya lagi.

__ADS_1


" akan banyak rintangan yang menghadang, lo harus siap, apalagi latar belakang kalian yang jauh berbeda" nasehat sam , raisa hanya diam entah apa yang di pikirkannya


" benar apa kata sam, jika kalian menikah akan banyak hujatan untuk lo,apa lo siap?,raihan sosok yang identik dengan kerelijiusannya sedang lo dengan .......ya...lo tau yang gue maksud"


di tengah tengah perbincangan sam dan dokter dimas hape raisa berbunyi tanda pesan masuk.ia mengambil hape yang ada di atas meja, ingin melihat siapa yang memberinya pesan ia buka layar hapenya dan mendapati no yang sudah ia hafal tanpa memberinya nama


" dimana?"


"saya lagi dirumah" ia membacanya tanpa berniat membalasnya,ia kembali meletakkan hapenya di meja.


"siapa, bibik?" tanya sam....


" bukan" jawab raisa singkat


" dari dia" tanya sam lagi yang masih penasaran


raisa hafal betul sifat sam jika sudah bertanya dan tak mendapat jawaban yang memuaskan ia akan bertanya terus


" hmmm..." raisa hanya berdehem


" saya malam ini mau melamar kamu sama bibik dan mamang" raisa terpaku berapa detik sebelum akhirnya ia sadar dan langsung menyambar rokok beserta koreknya ia masukkan ke dalam tasnya, ia berdiri dan mencari kunci mobilnya .


" ada apa?! " tanya sam yang melihat raisa gugup, dokter dimas hanya diam sambil matanya tetap memperhatikan raisa.


" gue pulang.. bayar " tunjuknya pada dokter dimas,dokter dimas mendengus kesal


" tadi yang ngajak siapa, yang bayar siapa?" gumamnya lebih ke diri sendiri.


raisa yang masih mendengar ucapan dokter dimas memelototkan matanya ke arah dokter dimas


"besok gue ganti..gue buru buru?!" ucapnya sedikit berteriak sambil melangkah tergesa gesa.


kini ia sudah ada di depan rumahnya ia lagsung masuk ke dalam rumah setelah memarkirkan motornya secara asal, ia juga sedikit berlari masuk ke dalam rumah. ia mendapati bibik dan mamang duduk di ruang keluarga sambil menonton tv.


tanpa basa basi ia langsung bertanya pada kedua orang tuanya ini.

__ADS_1


" di mana dia!?" raisa berdebar debar saat mengucapkan pertanyaan dimana raihan berada, ia belum siap dengan semua ini.


"duduk dulu, yang kamu maksud siapa ndok?!" bibik melambaikan tangannya memintanya duduk di sampingnya


" jangan pura pura tidak tau?!" jawab raisa ketus sambil berjalan mendekati bibik, ia mengambil duduk di dekat bik imah sambil memijit kepalanya yang sedikit pusing, entah karena minuman yang tadi ia minum atau karena masalah yang sedang ia hadapi.


"apa nak raihan yang kamu maksud ndok?," tanya balik mamang


raisa menghembuskan nafasnya kasar ia benar benar pusing......ia lalu menyenderkan kepalanya di kursi , ia memejamkan matanya agar pusingnya sedikit berkurang.


" kenapa hal sebesar ini kamu tidak pernah cerita kepada kita ndok, biasanya tidak ada hal yang kamu rahasiakan dari kami?!" bibik sedikit marah pada raisa ia lalu melanjutkan kalimatnya" apa kamu sudah tidak menganggap kami orang tuamu lagi!?"


"ish.....kalian ngomong apaan sih" raisa membuka matanya dan menatap bibik


" aku hanya belum siap, itu saja?"matanya menatap bibik dan juga mamang meyakinkan pada mereka kalau ia hanya belum siap dengan semua yang tiba tiba baginya.


" nak raihan tadi kemari " jelas mamang


raisa kembali menarik nafas ia mendengarkan ucapan mamang,tanpa ingin menyela.


" nak raihan tadi melamar kamu sama mamang dan bibik, ia sudah menceritakan semua"mamang menatap raisa ia ingin jawaban raisa.


raisa mengusap wajahnya kasar ia ingin menolak , ia tidak ingin menikah...tapi perjanjian ini benar benar menyudutkannya.


" nak raihan orang baik ,bibik sama mamang tau , dari pertama kali melihatnya,nak raihan orang yang sangat tepat untuk menjadi seorang suami, dia bisa memberimu kebahagiaan dunia dan akherat" ucap mamang panjang lebar


" bibik sama mamang tidak pernah meminta apapun dari kamu ndok" dengan suara yang lembut bibik berucap pada raisa" kami ingin kamu memenuhi permintaan kami, menikahlah dengan nak raihan, hanya itu permintaan kami berdua, kami berdua akan tenang jika kami menyerahkan anak kami yang paling kami sayangi pada orang yang tepat." bibik sampai mengeluarkan air mata di kedua matanya. ia benar benar ingin kebahagiaan untuk raisa.


sebelum berucap raisa menarik nafas dalam dalam, entah yang keberapa kali ia melakukannya, ini memang berat bagi dirinya.


" kita berbeda" ia menjeda kalimatnya "sangat jauh berbeda ,apa bisa bersama?" matanya nanar menatap bibik dan mamang


"jika itu yang kalian inginkan aku akan melakukannya"


kemudian raisa beranjak dari dudukya ia bejalan meninggalkan bibik dan mamang menuju kamarnya di lantai dua.

__ADS_1


__ADS_2