Menemukanmu

Menemukanmu
episode 60 berkali kali Raihan harus berigstifar


__ADS_3

Raihan terbangun jam tiga pagi seperti biasanya.ia melihat wanita yang ia cintai tidur di pelukannya, perlahan ia mencium kening Raisa dengan hati hati agar tak terbangun.


ia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi


saat keluar dari kamar mandi di lihatnya Raisa masih tertidur pulas di balik selimut yang tadi ia pakaikan agar Raisa tidak kedinginan.


Raihan menggelar sajadah setelah memakai sarung dan peci, ia selalu rutin melakukan sholat malam.


selesai sholat ia wiridan sekalian menunggu waktu subuh,sesekali ia melihat Raisa, ia tersenyum sendiri. ada kebahagiaan dalam dirinya yang sulit untuk ia bayangkan ,semalaman memeluk istrinya membuat aura kebahagiaan terpancar di wajahnya


setelah waktu menunjukkan waktu subuh dengan di kumandangnya adzan subuh Raihan bersiap siap turun ke bawah untuk pergi ke masjid


sebelum turun sekali lagi Raihan merapikan selimut Raisa yang berantakan karena ulahnya.


sekali lagi raihan mendaratkan ciumannya di kening Raisa dengan hati hati


saat Raihan sudah ada di bawah ia bertemu Abi,umi,syanum,bude serta pakde


" raisa mana bang?" tanya umi


" em ...m......kan tadi malam Abang bilang lagi halangan mik" entah kebohongan yang ke berapa yang telah Raihan lakukan


" oh...h..umi lupa?" sambil tangannya menepuk dahinya sendiri


" ayo kita segera ke masjid nanti telat jamaahnya" ajak pakde sambil berlalu meninggalkan mereka


bude Hanna masih terlihat tidak suka dengan keputusan raihan,ia bertekad akan membuat mereka berdua berpisah.baginya Raisa tidak pantas mendapatkan Raihan .


saat selesai sholat subuh,biasanya Raihan akan mengikuti kegiatan rutin yang di lakukan di pesantren ini, mereka diskusi tentang hal hal yang menyangkut tentang pesantren.tapi kali ini Raihan melewatkannya ,ia ingat ada istrinya di kamarnya yang harus ia bangunkan


saat ia membuka kamar di lihatnya istrinya masih tertidur ia kemudian menuju balkon untuk membersihkan sampah puntung rokok dan botol minum bekas Raisa


Raihan tak menyangka begitu banyak puntung rokok bekas Raisa, berapa bungkus yang ia habiskan semalam.


setelah di rasa sudah bersih dan Raihan berhasil menyembunyikannya secara aman sebelum ia buang nanti ia kemudian pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangan.


kini ia sudah duduk di tepi ranjang dekat raisa. di pandangannya wajah raisa yang tertidur pulas,ia tak pernah bosan memandang wajah cantik perempuan yang telah memporak porandakan hatinya.di guncang guncangannya tubuh raisa dengan pelan.


"sayang bangun"ucap Raihan pelan namun Raisa hanya menggeliat ia masih mengantuk ia merasa baru tidur sebentar


Raihan kini mengelus pipi putih tanpa make up dengan lembut ia tersenyum senyum sendiri melihat Raisa yang merasa tak nyaman dengan sentuhannya


"ini hari libur bik...biarkan aku tidur seharian"Raisa yang masih mengantuk mencoba bernegosiasi ia lupa jika ia berada di rumah mertuanya


"gak boleh harus bangun dulu" masih mengelus dengan lembut pipi Raisa


"bik..geli....?! teriak raisa masih dengan memejamkan matanya


"kalau gak bangun Abang cium" Raisa yang masih memejamkan matanya sedikit tersadar mendengar kata kata abang dengan cepat Raisa langsung membuka matanya


di lihatnya suaminya duduk di tepi ranjang sambil tersenyum padanya,tangan Raihan yang masih menyentuh pipinya tanpa sadar ia tepis


Raisa terpaku melihat suaminya yang begitu tampan dan sempurna,


" ehem...." Raihan berdehem ,ia melihat Raisa yang terkejut melihat dirinya ada di hadapannya.


Raisa yang tersadar akibat deheman Raihan merasa gugup


" ini...jam berapa?" tanya Raisa mengalihkan kegugupannya.


Raisa memijat kepalanya yang sedikit pusing akibat kebanyakan minum.,

__ADS_1


Raisa melamun mengingat kejadian tadi malam,


" et....tunggu ...kenapa Raihan tidak marah kepadanya ,dan kenapa seolah ia melupakan kejadian tadi malam". itu yang ada dalam pikiran Raisa.


" jam 6 sayang" kembali Raihan mengulus pipinya dengan jarinya


" kenapa hmmmm..." tanya Raihan yang melihat Raisa termenung.


" gue mau pulang?"Raisa memandang mata teduh milik Raihan


" ok...kita pulang, tapi mandi dulu kita sarapan di bawah sekalian pamit Abi sama umi?" Raihan masih memandang istrinya yang kembali jutek saat bangun,semua itu berbanding terbalik saat ia tidur


Raihan memang punya kesabaran yang sangat sangat luar biasa, apalagi ini dengan seseorang yang ia cintai.


ia tahu Raisa tak nyaman berada di sini apalagi di sini ada bude sama pakde yang sangat menentang pernikahan mereka.


" kenapa belum mandi?" Raihan yang melihat Raisa masih diam di tempat tidur bertanya padanya


" Lo nya di situ gimana gue lewat...?!"


" oh..." Raihan tersenyum ia kemudian menggeser tubuhnya agar Raisa bisa lewat


Raisa beranjak dari tempat tidur,ia berjalan ke kamar mandi,


" sa..tunggu.." Raihan memanggil Raisa


Raisa berbalik karena panggilan dari Raihan.


"apa?!"ketus raisa


Raihan berjalan mendekat ke arahnya


kini Raihan dan Raisa sudah saling berhadapan


"emmmm..." ia bingung menyampaikannya pada Raisa


Raisa yang sudah ke belet pipis berbalik untuk ke kamar mandi


" sa....tunggu"


" apa... gue kebelet" tanpa melihat Raihan lagi ia segera masuk kamar mandi


sesaat setelah masuk kamar mandi tiba tiba Raisa keluar lagi,ia berdiri di balik pintu


Raisa melihat Raihan masih ada di situ ia merasa salah tingkah


"emm...."...ia memandang Raihan bingung


" kenapa" tanya Raihan


" emm..." ia bingung harus bilang apa,tangannya memainkan gagang pintu, ia bingung cara menyampaikannya


" kamu sakit?" sambil berbicara sambil tubuhnya bergerak mendekat Raisa


" bukan"


" lalu ada apa?" kini Raihan mendorong pintu agar terbuka


" eh...jangan.," jawab Raisa cepat,tapi sayang pintu sudah terlanjur terbuka dan badan Raihan sudah masuk setengahnya.


" eh...Lo..."sambil mencari kain untuk menutupi badan bagian bawah yang terbuka.sekali lagi sayang handuk yang ada terlalu jauh dari jangkauan raisa.

__ADS_1


Raihan yang melihat tubuh Raisa bagian bawah yang polos tanpa memakai ****** ***** langsung membalikkan badan


mereka berdua sama sama terpaku,Raisa yang tak pernah menyangka Raihan akan melihat bagian tubuhnya lagi demikian juga Raihan ia juga tak menyangka akan melihat tubuh Raisa lagi yang membuat jiwa lelaki lakiannya muncul


"kamu butuh apa " suara serak Raihan yang menahan gejolak gairah yang coba ia tahan


" ngapain juga sih Lo masuk" Raisa yang salah tingkah mencoba menutupi dengan bersikap sedikit jutek


" Abang kira kamu butuh sesuatu yang penting makanya Abang masuk" ucap Raihan membela diri


" kan gue belum bilang?Lo sengaja ya ?" tuduh Raisa pada raihan


" bukan di sengaja ,Abang hanya takut kamu butuh sesuatu?"


" bohong?"


" ngapain bohong" kini Raihan membalikkan badannya,ia tidak terima tuduhan Raisa


" eh kamu..." Raisa berusaha menutupi bagian intimnya dengan kedua tangannya


"ya..Abang bohong,...Abang memang sengaja pengen lihat tubuh kamu" Raihan berjalan mendekat ke arah Raisa.


kini mereka sangat dekat,Raihan meraih kedua tangan Raisa yang menutupi bagian intimnya dengan kedua tangannya,


Raisa yang tak menyangka Raihan berani melakukan itu terkejut pipinya merona merah menahan malu


" kalau Abang lihat kenapa memang hemmmm ....Abang punya hak " mata Raihan memandang mata Raisa ada binar gairah dalam mata Raihan yang berusaha ia tahan.


"jika Abang sudah tidak bisa menahannya,Abang akan meminta hak Abang sebagai suami,dan kamu harus melakukan kewajibanmu sebagai istri,"


Raihan memejamkan matanya mencoba berigstifar dalam hati


Raisa memandang wajah tampan suaminya yang memejamkan mata, ia benar benar tak pernah membayangkan laki laki tampan di depannya adalah suaminya


setelah Raihan berhasil mengendalikan gairahnya ia membuka matanya di lihatnya Raisa juga sedang memandangnya


" tadi mau bilang apa?" tanya Raihan lembut


Raisa ingat ia sedang datang bulan ,ia tidak punya pembalut sama sekali,ia ingin Raihan membelikannya atau minta sama umi.


"gue datang bulan,...gue butuh pembalut" Raisa mengatakan dengan gugup ia malu mengatakan kata kata itu,yang tanpa sengaja tangannya meremas tangan Raihan yang menggenggamnya.


" oh....Pep...Pep".…..Raihan menahan tawa


" kenapa tertawa ada yang lucu?!"muka Raisa terlihat kesal


" bukan...tadi Abang juga mau bilang itu?"


" jadi....ih....kenapa gak bilang "sambil menepis kedua tangan Raihan yang memegang tangannya.


" Abang akan minta sama umi, semoga punya persediaan"


" eh jangan umi, sama syanum saja" Raisa malu jika menyuruh Raihan meminta pembalut pada umi, bagai mana nanti jika ia ketemu umi,pasti ia akan sangat malu.


"cepet keluar" bentak raisa yang sudah tidak tahan dengan rasa malu karena Raihan melihatnya. ia membalikkan badan Raihan yang membuat tanpa sengaja tangan raihan menyentuh bulu bulu halus kewanitaannya,


mereka berdua kembali terkejut dengan kejadian yang baru saja terjadi. mereka sama sama terpaku untuk beberapa saat,


untuk ke sekian kalinya Raihan harus menahan gairah.berkali kali Raihan berigstifar, ia segera pergi sebelum benar benar khilaf.


Raisa menarik nafas panjang saat Raihan sudah pergi ia benar benar shok,berkali kali ia mengelus dadanya.

__ADS_1


"


__ADS_2