Menemukanmu

Menemukanmu
episode 30 aku akan selalu ada untukmu


__ADS_3

anto menghampiri antonio yang sedang bercanda dengan teman temannya


" hai bro dah siap?" sambil melakukan gerakan yang sama saat bertemu raisa dan angga


" siap lah...kali ini gue pasti menang" sombong antonio


" bentar lagi di mulai, lo siap siap y" anto menyuruh antonio bersiap siap sambil melihat jam di tangannya.


"gue ke sana" tunjuk anto pada antonio .anto berjalan ke arah raisa sedangkan antonio, ia bersiap siap memakai helm dan menstater motornya menuju raisa,balap kali ini ia memakai motor honda cbr 250cc kali ini ia ingin menampilkan yang terbaik"


kini ia sudah berada sejajar dengan raisa, ia memandang raisa dari samping , ia memandang lekat lekat wajah dingin yang selalu raisa tampakkan ada sedikit rasa kagum dalam hatinya " cantik"...ia langsung tersentak mendengar ucapannya sendiri.." ah...apa yang ku pikirkan sambil memukul helm yang ada di kepalanya.


raisa yang melihat tingkah aneh antonio hanya melirik saja.kini raisa hanya ingin fokus agar bisa menang .


" kali ini gue akan kembali menang" sambil memandang raisa dari samping.ia kali ini tidak ingin kalah dari raisa ,kemarin ia memang menang dari raisa tapi semua karena raisa mendapat insiden.kali ini ia ingin buktikan kalau dia bisa menang dari raisa .ia tidak ingin menjadi yang kedua opsesinya hanya ingin mengalahkan raisa.


kembali raisa hanya meliriknya saja, tak ada kata kata yang ingin ia ucapkan, ia enggan sekali menanggapi laki laki di sampingnya ini.


" dah siap kalian berdua" tanya anto pada raisa dan antonio.kali ini mereka berdua kompak mengangguk


"satu menit lagi kita mulai" terang anto pada mereka


raisa kembali memakai helmnya konsentrasinya menjadi terpecah antara menahan sakit dan fokus ke jalan yang akan di laluinya.ia yang kakinya semakin sakit mencoba untuk bertahan, lututnya mulai membengkak darah segar kembali membasahi perbannya.ia bertekat untuk kuat ia akan menahan sakit ini..."hanya sebentar...hanya sebentar" ia menyemangati dirinya sendiri.


" konsentrasi raisa konsentrasi........."ia kembali menyemangati dirinya sendiri.


antonio dan raisa mulai bersiap siap untuk lomba .keduanya menyalakan mesin motor dan suara


" bremm...bremmm..bremmm" saling sahut menyahut.


anto berdiri agak ke depan tepatnya di samping antonio ia mulai mengibar ngibarkan bendera pertanda lomba akan segera di mulai.


semua orang memasang wajah tegang, jagoan siapa yang akan menang, ada yang hanya menonton..ada yang menonton sambil taruhan dengan temannya tapi gak pakai uang, ada yang taruhan dengan uang ratusan juta...mereka semua sudah lama menanti pertandingan ini, musuh bebuyutan yang dari dulu selalu bertanding, mereka semua tahu dari desas desus bahwa antonio selalu berobsesi untuk mengalahkan raisa.


dari arah depan raisa muncul sebuah mobil dengan kecepatan tinggi berhenti tepat di depan raisa...." cietttt...suara rem yang beradu dengan suara ban yang terkena aspal meng hasilkan suara yang cukup keras hingga mengalihkan perhatian para penonton yang fokus pada raisa dan antonio...


suasana kembali hening mereka menanti siapa gerangan yang keluar dari mobil pajiero hitam itu .


tik ..tik...tik...seperti bunyi jarum jam yang berbunyi cukup nyaring di kesunyian seperti itulah gambaran saat ini

__ADS_1


seorang laki laki keluar dari sisi kemudi kemudian di susul oleh seseorang laki laki juga dari samping kemudi, tidak tampak jelas wajah mereka karena membelakangi lampu jalan.


salah satu dari mereka berjalan mendekati raisa di susul oleh yang satunya lagi.semua orang masih fokus pada orang itu mereka menebak nebak siapa gerangan laki laki itu.


raisa memandang lekat lekat laki laki yang berjalan ke arahnya..semakin dekat...semakin dekat....raisa menelan ludahnya saat melihat siapa laki laki yang kini ada tepat di depannya.ia kemudian membuka kaca helmnya untuk memastikan kebenaran penglihatannya.


mata mereka saling beradu ada geleyer aneh dalam dadanya saat ia menatap mata teduh itu.raisa seolah membeku tatapan kecewa milik pria ini kenapa selalu membuatnya tak nyaman. ia cepat cepat memalingkan wajahnya mencoba menghindari tatapan menuduh dari lelaki di depannya


" kamu sudah berjanji kepada saya, jika kamu balapan lagi saya yang akan menggantikannya, tapi sarat yang saya minta harus kamu penuhi".


raisa menarik nafas panjang sebelum ia membuangnya kasar.ini yang ia takutkan janji yang ia buat dengan raihan...entah permintaan apa yang di minta laki laki di hadapannya ini.


ia memandang raihan yang masih memandangnya


" maka dari itu gue gak mau lo gantiin gue?" bentak raisa


" mau atau tidak saya yang akan gantikan kamu"


raisa mendengus...sambil bola matanya berputar ia memalingkan wajahnya ke arah lain dalam hatinya ia berkata " kenapa lelaki ini menyebalkan sekali sih...."


" eh jadi gak sih ini" bentak antonio pada raisa sambil membuka kaca helmnya.


" eh...jaga mulut lo ya" tunjuknya pada antonio


" cieh"...kata yang keluar dari mulut antonio sebelum memalingkan muka


" gue gak suka ya lo kayak gini" sambil memandang raihan diki mencoba agar temannya punya harga diri.


" kenapa harus ngurusin dia, dianya aja gak perduli" tunjuknya kepada raisa.


" turun " perintahnya pada raisa


" kalau tidak saya akan bubarin pertandingan ini"dengan suara yang tegas raihan berucap


raisa memandang anto , yang di pandangnya hanya mengedikkan bahu.


" kenapa lo maksa gue, apa urusan lo" kini raisa berusaha memandang wajah tampan di depannya.


" saya memang tidak ada urusan sama kamu?, tapi janji yang terlanjur saya ucap harus saya laksanakan.."

__ADS_1


" udah gue hapus janji lo, kini lo udah bebas"sambil tangannya bergerak seolah ingin mengusir raihan secepatnya dari hadapannya


raihan kini menatapnya dengan tajam" bukan sama kamu tapi janji saya ke bibik kamu"


" dek.." jantung raisa solah berhenti berdetak beberapa detik " bibik " gumamnya lirih sambil mengerutkan dahinya


orang orang yang ada di sekitar mereka mulai jengah


" kapan nih di mulai"


" siapa sih yang mengganggu"


"singkirin aja deh dia"


" adoh...bisa bisa gue kalah taruhan nih"


suara orang orang bersaut sautan terdengar cukup keras karena suasana yang sangat sepi.


" kamu terluka dan tidak ada alasan kamu untuk menolak" raihan mencoba memberi alasan pada raisa.


" semakin kamu gak mau mengalah semakin orang orang itu akan berteriak" benar saja mereka sudah mulai bosan menunggu balapan yang sudah mereka nanti sejak lama harus tertunda karena hal kecil.


" lihat luka kamu semakin banyak mengeluarkan darah" tunjuk raihan pada luka raisa, tanpa di minta raisa mengikuti arah telunjuk raihan , ia melihat lukanya semakin banyak mengeluarkan darah hingga perban yang membungkusnya sudah tidak bisa menampung darah yang keluar dari lukanya


"pantesan ini sakit banget" kata yang hanya ia bisa ucapkan dalam hati


" kalau kamu tidak mau saya gantikan saya telpon polisi "sambil mengambil hape dalam saku belakangnya.


" eh...jangan ngacok ya kamu" tunjuk raisa tepat di depan muka laki laki itu. kembali ada gelenyer aneh dalam dadanya seolah jantungnya berdetak lebih cepat.


dengan perlahan ia menurunkan tangannya dari depan wajah raihan ,tatapan mata mereka yang beradu seolah memaksa raisa untuk luluh. entah karisma apa yang di miliki lelaki ini kenapa auranya berbeda dengan laki laki lain.


masih memandang laki laki yang berada tepat di depannya mencoba menguasai hatinya yang berdetak sedikit lebih cepat.


" gue gak mau kalah kali ini" sambung raisa


" gue udah pertaruhkan semua di sini"


" dulu gue kalah karena elo sekarang gue gak mau kalah karna lo lagi" raisa meninggikan suaranya

__ADS_1


__ADS_2