Menemukanmu

Menemukanmu
episode 28 luka ini tak seberapa


__ADS_3

setelah mengganti oli dan menservis motornya raisa ingin segera pulang untuk istirahat . karna sebelumnya sudah telpon maka sampai di sana raisa tidak perlu antri. saat ia mengendara motornya dengan kecepatan sedang tiba tiba ada anak kecil yang menyeberang , raisa yang kaget langsung membanting motornya .


" brakk.....k" raisa terjatuh....ia terpental sedangkan motornya sempat bergeser beberapa langkah.


Raisa langsung bangkit mencari anak kecil yang mau di tabraknya .ia langsung bernafas lega saat matanya menemukan apa yang di cari ia melihat anak kecil itu tak apa apa.ia lalu berjalan menghampiri anak itu.


untung saat mengendarai motornya raisa tidak ngebut,hingga ia bisa sedikit membanting motor ke samping.dan lebih beruntung lagi jalanan dalam keadaan sepi.


" kamu gak papa dek?"tanya raisa pada anak itu. anak kecil itu terlihat pucat...ia seperti ketakutan.raisa melihat sekeliling.


beberapa orang yang melihat insiden itu langsung berlari mendekat


" kamu di sini kakak beli minum dulu" ia lalu berlari menuju indored yang ada di seberang jalan untuk membeli minum.


orang orang yang mendekat berteriak teriak


" hai jangan lari"


" kamu mau lepas tanggung jawab"


" hadang dia , hadang dia , dia mau lari?!"


raisa tak menggubris teriakan mereka, ia tetap berjalan menuju mini market yang buka dua puluh empat jam itu.


ia langsung masuk dan matanya langsung mencari di mana air mineral berada..ia mengambil air mineral yang ia cari setelah berputar satu kali .


"mbak ini... cepetan?!" perintahnya pada kasir . kasir yang sibuk dengan hapenya mendongakkan wajahnya.


" cepet?! " bentaknya kini lebih keras


kasir yang melihat raisa membentaknya langsung jadi panik


" i...iya mbk.." ia langsung menghitung belanjaan yang raisa beli.sang kasir masih memandang raisa tak berkedip


setelah semua ia bayar , ia keluar dari indored di depan ia sudah di hadang beberapa orang


"lo mau lari ya " tanya salah satunya sambil berkacak pinggang.


" lo gak bakalan bisa lari dari kita" sambung satunya lagi.


" mau gue laporin ke polisi"yang satunya ikutan menyahut.


raisa menarik nafas lalu ia hembuskan dengan kasar.


" gue bakalan tanggung jawab".


ia langsung berjalan menerobos beberapa laki laki yang menghadangnya.


" eh...songong lo ya "sambil menarik bahu raisa, raisa yang punya keahlian bela diri langsung sigap.secara reflek tangannya langsung melayangkan tinju ke wajah laki laki yang menariknya. laki laki itu langsung terjatuh,raisa langsung pasang kuda kuda


"maju selangkah kalian remuk, gue bilang gue tanggung jawab".dengan tatapan tajam mengarah kepada mereka.melihat mereka diam raisa langsung membalikkan badan ia langsung berlari menyebrangi jalan menuju anak itu.ia melihat ke sekeliling mencari di mana anak itu sekarang


sedangkan orang yang menghadang raisa merasa nyalinya menjadi ciut..melihat temannya yang sekali kena pukul langsung terjatuh .


raisa melihat anak kecil itu di kerubungi beberapa orang, perlahan ia mendekat


" minum dulu"


beberapa orang yang mengerumuni anak itu langsung menoleh ke arahnya.ia menyodorkan air mineral ke pada anak itu, setelah ia membuka tutupnya.


dengan perlahan anak itu mulai meminum minuman yang raisa berikan.


"kita ke rumah sakit" ajak raisa

__ADS_1


" say gak papa kak" jawab anak itu takut takut.....


" dia gak papa...cuma shok aja" kata salah satu dari mereka


" tadi juga gak kena" kata anak itu lagi


" tapi lihat lutut kamu terluka" kata salah satu nya lagi


raisa melihat kearah lututnya....benar saja lututnya berdarah ia sampai tidak merasa jika lututnya terluka, rasa panik melihat anak itu ketakutan membuatnya tidak merasa sakit.


kini baru terasa sedikit perih , ia melihat kembali lukanya sedikit terbuka darahnyapun semakin banyak keluar..harus di jahit ini , pikirnya.


raisa merogoh tasnya ia mengambil uang tiga lembar warna merah dan memberikan kepada anak itu....ia harus cepat cepat menemui dokter dimas agar segera menjahit lukanya.


" tidak usah kak ..ini salah saya" jawab anak itu


"ambil aja, " seseorang tiba tiba nyeletuk


"rejeki itu" timpal satunya lagi


anak itu memadang raisa mencoba mencari kebenaran lewat mata itu


tanpa kata raisa langsung menaruh uang itu di tangan anak yang hampir di tabraknya.raisa langsung berbalik mencari keberadaan motornya.ternyata motornya sudah berdiri dan di letakkan di tepi jalan.ia langsung berlari menuju motornya.dengan sigap ia memeriksa motornya ternyata motornya tidak apa apa. ia langsung menaiki kuda besi itu dalam pikirannya saat ini hanya dokter dimas... ia harus segera menjahit lukanya.karna darah yang keluar semakin banyak saat ia bergerak.


saat sampai di klinik dokter dimas ia langsung menstandarkan motornya ia berlari nenuju ruangan dokter dimas tanpa memperdulikan resepsionis yang memanggilnya.


sampai depan ruangan dokter dimas ia langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu


" Brak"..bunyi suara pintu yang membentur tembok karna dorongan raisa . dan apa yang di lihatnya .....ia melihat dokter dimas dan seorang perawat sedang berciuman.ia melihat tangan dokter dimas memegang buah dada sang perawat sambil meremasnya.ia juga melihat sang perawat mengerang..


dokter dimas dan sang perawat langsung kaget , ia melihat dokter dimas mendengus kesal karna raisa mengganggu kesenangannya.sedangkan sang perawat salah tingkah...apa lagi tatapan tajam raisa seperti menusuk jantungnya.


" kalau lagi mesra mesraan jangan di sini cari tempar lain.kayak gak bisa bayar hotel aja" sambil membaringkan tubuhnya di tempat tidur pasien


"jahit"perintah raisa sambil menunjuk lukanya


dokter dimas kembali menarik nafas kasar


" kenapa bisa begini? berkalahi lagi" tanya dokter dimas


" jatuh"jawab raisa singkat


tanpa banyak kata dan banyak tanya ia langsung mengambil peralatan menjahitnya.ia memandang luka raisa di lihatnya luka itu terlalu dalam, ia kemudian mengambil kapas dan alkohol untuk membersihkan luka, dengan pelan pelan ia membersihkan bekas bekas pasir yang menempel di luka karna saat ini raisa hanya memakai hotpant.jadi lukanya sedikit parah.


" mana lagi yang luka " tanya dokter dimas


" cuma ini, yang lainnya kelindungi "terang raisa


" luka di sini bakalan lama sembuhnya, jangan banyak gerak dulu.? jelas dokter dimas sambil tangannya bergerak memasuk kan jarum ke dalam kulit raisa


"au....au....kenapa sakit sekali? biasanya gak sesakit ini


" sudah di bilang...juga..."dokter dimas yang masih sedikit kesal meninggikan suaranya.dengan cekatan ia selesai menjahit luka raisa.


"apa karna gue ganggu lho, lo jadi seenaknya "...selidik raisa sambil melirik kearahnya....


dokter sam menghembuskan nafas kasar....


"nggak"


" cieh" cibir raisa


" terlihat no di muka lo"tunjuk raisa di depan muka dokter dimas.

__ADS_1


" kalau gak bisa diam gue telpon sam!?"ancam dokter dimas


"huff.....f, sam gak ada di jakarta" ejek raisa


dokter dimas langsung melotot ke arahnya.


" ntar malam mau balapan... gak papa kan ini?"


" jangan dulu . ....jangan banyak gerak...nanti jahitannya bisa putus , sembuhnya jadi lama"terang dokter dimas pada raisa.....


" gue udah pertaruhin semua uang gue di sini, gue gak bisa mundur....gue gak mau kalah lagi....."dengan sedikit memasang wajah cemberut


" mau cepet sembuh gak"ucap dokter dimas sambil merapikan peralatan medisnya.ia kembali memandang raisa setelah meletakkan alat alatnya pada tempatnya


"kali ini harus nurut apa kata dokter sa, gue di sini berbicara sebagai dokter bukan temen lo" dengan sedikit merendahkan suaranya dokter dimas mencoba untuk sabar menghadapi orang yang ada di depannya ini


" kali ini gue gak akan dengerin omongan lo pak dokter" sambil bangkit dari tidurnya.....ia meringis menahan sakit ,dengan pelan pelan ia turun dari tempat tidur.


" gue pulang dulu, ini gue hutang... jika menang baru gue bayar" ia berjalan perlahan sambil menahan sakit , ia berjalan menuju kursi untuk mengambil tas yang ia lempar waktu ia akan di jahit lututnya.dokter dimas hanya memperhatikan raisa yang bergerak perlahan meninggalkan tempat tidur untuk pasien....


Raisa yang melihat suster yang tadi bermesraan dengan dokter dimas menatapnya dengan tajam...


" jangan mau lagi di gituin sama dokter dimas! kalau dia maksa minta dia nikahin kamu?!" ucap raisa sambil matanya melirik dokter dimas.


" jangan dengerin dia" ucap dokter dimas cepat.


" ketauan belangnya dia" sambil berlalu meninggalkan ruangan dokter dimas ,ia berjalan tertatih tatih ,kaki yang satunya tidak bisa ia gunakan untuk menopang badannya.


dokter dimas semakin kesal di buatnya..tapi ia tidak bisa marah ke raisa...yang ia lakukan hanya mengepalkan tangannya agar amarahnya mereda.


" bapak mempermainkan saya"


" jangan dengar omongan raisa"


"tapi apa yang raisa bilang itu benar.


samar samar dari luar raisa mendengar dokter dimas berusaha menenangkan suster itu.ia tersenyum miring karna berhasil mengerjai dokter dimas" sukurin dasar play boy!?" gumamnya pelan.


ia berkali kali mencoba untuk naik motor sportnya..tapi kakinya...yang luka sulit sekali di tekuk...ia yang tidak sabar dengan lukanya dan memaksakan diri, ia memaksa menekuk lututnya, dan akibatnya lututnya kembali mengeluarkan darah....perban yang tadinya bersih kini kembali penuh dengan darah.


ia memejamkan matanya untuk meredam rasa sakit .beberapa kali ia mendesis...mencoba mengusir rasa sakit yang ia rasa. setelah sakitnya berkurang ia melajukan motornya....ia ingin segera pulang dan beristirahat agar nanti malam ia bisa fit untuk bertanding.


sampai di rumah ia menstandarkan motornya.ia berjalan tertatih tatih masuk ke dalam rumah.di dalam rumah ia di sambut ke dua orang yang ia sayangi dengan tatapan penuh tanya.raisa yang tahu keinginan mereka langsung bicara


" aku terjatuh, ada anak nyebrang gak lihat kiri kanan" sambil mendudukkan pantatnya di kursi.


disusul bibik dan mamang yang ikut duduk di sebelahnya.


"anak itu terluka parah?"tanya bibik


" apa dia baik baik saja" kini giliran mamang


raisa mendengus kasar" kalian ini bukan anaknya yang di tanyain malah orang lain" sambil mengerucutkan bibirnya


kini mamang menarik nafas dalam dalam" kami menghawatirkan kamu? kamu milik kami satu satunya... jika terjadi apa dengan anak itu kamu pasti kena masalah...bakalan panjang urusannya",kami gak mau kamu kena masalah " tutur mamang lembut.


raisa memeluk kedua orang tua di sampingnya.."aku tau...kalian menyanyangiku"


"anak itu gak papa" sambung raisa


" lukanya kenapa masih berdarah kayak gini?" tanya bibik"


" luka kecil ini" mencoba menenangkan mereka.

__ADS_1


"aku mau tidur dulu," ia bangkit dari duduknya berjala tertatih tatih ,setiap langkahnya ia menahan sakit, bik imah hanya bisa menarik nafas panjang, sedang mamang hanya menggeleng gelengkan kepala.


__ADS_2