
Raisa melajukan kendaraan membelah padatnya kota jakarta,ia pamit kepada ibu pengurus panti setelah mendengarkan penjelasan keadan panti beserta usaha yang di kelola panti asuhan itu.ibu pengelola panti memberitahu bahwa semuanya baik baik saja dan masih bisa di tangani pengurus pengurus panti.
ia masih memikirkan foto foto dirinya yang beredar di media sosial , ia ingin menuntaskan semua sebelum berangkat ke semarang.minggu lalu sam mengabari kalau kepergiannya ke semarang di tunda satu minggu.ia harus menemui laki laki itu dan meminta penjelasannya, kenapa ingin mempermalukan dirinya.ia mengetuk ngetukkan jarinya di atas kemudi, berfikir apakah sekarang atau besok untuk menemui laki laki itu.
Kini ia sudah ada di dalam kamarnya ,setelah mandi dan berganti pakaian ia merasa lebih segar, ia merebahkan tubuhnya di atas kasur,ia pejamkan matanya mencoba melepaskan kepenatan yang ada dalam fikirannya. hari ini ia memilih di rumah saja ia ingin bermalas malasan di atas kasur , ia merasa perutnya terasa lapar ternyata sedari tadi pagi ia belum makan ...hanya minum kopi buatan bik imah ia bangun dari tidurnya , rasa lapar mengalahkan rasa kantuk yang mulai menyerang.ia bangun dari tidurnya berjalan menuruni tangga menuju meja makan, ternyata di sana sudah ada bik imah mang juju dan juga sam yang sedang makan siang.
"ngapain dia kesini bik?" sambil mendudukkan dirinya di kursi, sam hanya nyengir
" mau minta makan..heheh, masakan bibik enak sih"
raisa hanya mencibir" maunya yang geratis"...
" kamu mau makan apa ndok " tawar bik imah sambil mengambilkannya nasi
" nasi pakai sambal ati ampela sama itu acar...." raisa melihat ke arah mamang.....
" mamang dah sehat?, kalau belum aku suruh dokter dimas kemari".......
mamang terkekeh...sambil memgangguk ia hafal kebiasaan raisa jika dirinya atau istrinya sakit, raisa akan panik..dia akan menawarkan berbagai perawatan agar dirinya cepat sembuh..
" mamang sudah sehat, kemarin cuma kecapekan...habis midahin bonsai bonsai yang ada di depan mamang pindahin ke belakang"
raisa mendengus" besok aku buangin bonsai bonsainya ke TPS...biar mamang gak capek"
"jangan" jawab suami istri itu kompak.....mereka berdua penggemar bonsai...raisa tahu itu hobi mereka..ia juga sering membelikan beberapa bonsai jika ia sedang pergi ke luar kota atau luar negri, saat ia memberi oleh oleh itu, ia akan melihat senyum bahagia di wajah ke dua orang yang ia sayangi.
"makanya harus jaga kesehatan " sambil menerima suapan dari bik imah...
" gimana keadaan panti ndok?" tanya bik imah di sela sela menyuapi raisa
"semua anak anak panti sehat sehat , usaha yang di kelola mengalami kemajuan. kata ibu pengurus, usahanya ingin di perluas dengan membuka beberapa cabang.
"oh ya...aku belum sempat cerita ke kamu, waktu kemarin aku mengunjungi panti untuk mengecek keadaan panti. ibu pengurus juga bilang ingin memperluas usaha , mungkin membuka satu cabang yang ada di jakarta selatan, dia bilang dananya sudah lebih dari cukup untuk membuka satu cabang."
" kamu awasi sam...jika butuh dana kasih tahu kami? mang juju ikut menyahut
__ADS_1
" ok bos".....jawab sam sambil memasukkan makanan ke mulutnya
" memang punya uang" cibir raisa
" ha...ha...ha...." mang juju tertawa....
" uang mamang banyak....siapa dulu bosnya" sambil mengedipkan matanya ke arah raisa
raisa kembali mendengus" uangnya simpan aja...jika kurang biar minta aku aja"
" ha...ha...ha..." kembali mang juju tertawa melihat sikap raisa.... jika ia ingin mengeluarkan uang untuk suatu keperluan pasti raisa tak membolehkannya," simpan saja , untuk keperluan mamang sama bibik , untuk jaga jaga bila ada yang mendesak " itu yang selalu ia ucapkan , hingga sekarang mungkin tabungannya sudah bisa untuk membeli segalanya karna tidak pernah terpakai, semuanya sudah di penuhi oleh raisa.
" bik aku mau dong di suapin kayak raisa ?" ucap sam
" tidak boleh" dengat cepat raisa menjawab...
" hanya aku yang boleh di suapin"
" sa...aku kan juga pingin kayak kamu?sam merajuk
" kenapa nak raihan tidak pernah kemari lagi?" bibik yang penasaran akhirnya bertanya kepada raisa, sedang raisa hanya mengedikkan bahu.
"apa kamu menyakitinya.......?"raisa masih diam sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya,
"ndok....? bik imah masih meminta jawaban atas pertanyaannya, ia tahu raihan laki laki yang baik dan juga beriman serta bertanggung jawab.ia sangat berharap bila lelaki itu menjadi imam untuk raisa, ia pasti bisa menjaga raisa dunia akhirat...tapi sayang.....harapannya kini musnah
raisa menghembuskan nafas sebelum menjawab" aku tidak nyaman dengannya, aku lebih suka sendiri "
mang juju yang mendengar jawaban raisa hanya menarik nafas entah sampai kapan anaknya ini akan membuka hati untuk orang asing .
sedang bik imah mengelus dadanya ia harus lebih bersabar lagi menghadapi anaknya.
dan sam ia berdecak" sa..........." sam tak percaya raisa akan melakukan itu pada raihan.
raisa melihat ketiga orang yang ada di depannya secara bergantian
__ADS_1
" apa? " mulutnya melakukan gerakan tanpa suara?
mereka bertiga diam entah apa yang sedang mereka fikirkan
" terserah kamu sa....mau melakukan apa?" akhirnya sam membuka suara...
" minggu depan kita jadi ke semarang...kali ini tidak boleh gagal lagi?"sam memberitahu raisa tentang keberangkatannya ke semarang yang sempat tertunda.
" hmmmm...." raisa hanya menjawab dengan deheman
" oh ya...apa kau ada masalah..?" sam bertanya menyelidik, ia tahu betul jika raisa meminta informasi tentang seseorang secara detail pasti ada masalah besar.
" kau sudah tau kenapa bertanya" raisa mendengus kesal
sam menghembuskan nafasnya kasar" lalu kau mau apakan dia?"
" akan ku buat keluarganya hancur"...ada rasa marah dalam ucapan raisa....
mang juju dan bik imah hanya diam...mereka belum tahu tentang masalah raisa...nanti jika raisa sudah tenang pasti ia akan cerita sendiri.
raisa memandang mang juju dan bik imah bergantian, ia tahu mereka meminta penjelasan kepadanya walau tak bertanya....
" ada yang ingin mempermalukanku?.....sam sudah menemukan pelakunya? dan aku ingin membuat perhitungan dengannya?"
bik imah dan mang juju menghela nafas...." apa yang mereka lakukan? " mang juju bertanya pada raisa, matanya menyiratkan kekawatiran tentang putrinya....
" kalian tidak perlu kawatir....kami akan menyelesaikannya? sam yang paham dengan kekawatiran kedua orang dihadapannya mencoba menenangkannya.
" aku bisa mengatasi sendiri?" raisa juga mencoba menenangkan kedua orang yang ia sayangi.
" hanya hal kecil" sambung raisa lagi
" gimana luka kamu yang kemarin?"tanya sam yang ingin mengetahui keadaan luka raisa
" sudah sembuh, sudah kuat untuk menghajar orang." sambil menepuk nepuk pundaknya
__ADS_1
bik imah yang melihat anak kesayangannya hanya menggeleng gelengkan kepala.