Menemukanmu

Menemukanmu
episode 66 Raisa yang sial


__ADS_3

Raisa benar benar sial hari ini ia pikir tak akan kehujanan tapi kenyataanya badannya basah kuyup


badannya yang kurang sehat membuatnya menepikan motornya di depan ruko yang tak terpakai.ia yang hanya memakai kaos oblong dan celana jins membuat badannya kedinginan.


" sial..." ia kemudian mencari cari hape miliknya yang ada dalam tas


berkali kali ia mengumpat ia ingin menelpon Sam atau dokter Dimas untuk menjemputnya,tapi sayang kedua orang ini tak bisa di hubungi.


batere hape yang tinggal 2 persen membuat hapenya mati kehabisan daya karena ia gunakan untuk menghubungi kedua temannya.


kini ia sudah tak bisa menghubungi siapa siapa ,satu satunya alat yang ia punya untuk menghubungi mereka mati.


tanpa Raisa sadari ada segerombolan laki laki yang sedikit urakan penampilannya menghampirinya, mungkin mereka adalah preman tempat ini.


bentuk tubuh Raisa yang kelihatan karena baju yang basah membuat segerombolan orang orang ini mendekat untuk menggodanya


" cie...cie...ada mangsa baru nih" celetuk salah satu di antara mereka


salah satu dari mereka mendekat memutari tubuh Raisa ,matanya yang ****** memandang Raisa seolah sedang menelanjangi tubuh Raisa


" wao......body Lo benar benar ****" laki laki itu melihat Raisa dari atas sampai bawah


" jika butuh yang anget anget Abang siap neng" godanya lagi ,bahkan ia semakin berani menyentuh pipi Raisa dengan tangannya


Raisa langsung menepis tangan laki laki itu


"jangan galak galak neng" mereka semaki mendekat ke arah Raisa


Raisa yang melihat mereka semakin mendekat tak merasa takut sedikitpun.ia hanya melirik saja, tubuhnya yang kurang sehat membuatnya sedikit menghemat tenaga


" ayo Ning temani kita malam ini," mereka semua semakin berani,bahkan ada yang tertawa terbahak bahak.


jalanan terlihat sangat sepi karena hujan turun sangat deras,mereka mungkin memilih berteduh atau menepikan mobilnya di tempat yang aman.


"gue harus segera bertindak," Raisa berbicara dalam hati


" jangan mendekat" Raisa mulai memasang kuda kuda


"gue bisa habisin kalian semua" dengan sorot mata yang tajam mencoba menahan agar mereka tidak semakin maju ke arahnya.


" jangan takut atuh neng....kita cuma mau memberi kenikmatan" dengan kerlingan mata yang di tujukan untuk Raisa dari salah satu laki laki yang menggodanya.


Raisa sudah tidak sabar lagi dengan satu gerakan ia meninju wajah laki laki yang ada di depannya beberapa kali dengan kedua tangannya lalu ia menendang dengan keras hingga laki laki laki itu tersungkur.


mereka yang melihat Raisa memukul dan menendang teman mereka sampai tersungkur terkejut mereka terbengong bengong ternyata cewek yang mereka goda bukan cewek sembarangan.


mereka yang tersisa merasa marah mereka merasa terhina karena kalah dengan perempuan


" kurang ajar kamu ya...di kasih hati minta jantung, kamu memang maunya di paksa " mereka mulai menyerang Raisa.


Raisa yang sudah siap dengan serangan mereka meladeninya

__ADS_1


dengan lincah Raisa mulai memukul dan menendang satu persatu laki laki yang mengganggunya ,ia bahkan lupa jika badannya kurang sehat .


saat Raisa sedang lengah tiba tiba dari arah belakang seseorang memukulnya dengan keras hingga ia terjatuh.


Raisa berbalik di lihatnya laki laki gendut setengah tua sedang meringis mengejeknya.


" ha..ha...biar kapok kamu ya"....


Raisa mencoba bangkit, bahunya terasa sakit ia sedikit meringis menahan sakit.


dengan sedikit berlari dan mengangkat tubuhnya ke atas Raisa melakukan gerakan setengah lingkaran menendang kepala laki laki yang sempat melukainya dengan kaki kanannya sekuat tenaga


laki laki itu terhuyung huyung kemudian ambruk.


tinggal dua lagi yang harus Raisa selesaikan dengan gerakan cepat ia mengahaja mereka berdua dengan membabi buta.


akhirnya mereka semua ambruk,tatapan dingin Raisa membuat mereka menciut nyalinya


"lihat dan ingat ingat wajah gue?!" Raisa menatap satu persatu wajah wajah yang penuh lebam


"kalau ke temu gue jangan sampai Lo buat masalah sama gue?' Raisa berkacak pinggang ia yang tubuhnya tidak sehat mencoba terlihat kuat


" gue harus cepat cepat pergi" Raisa berfikir ia harus segera pergi ,tanpa melihat mereka lagi akhirnya Raisa menstater motornya pergi meninggalkan mereka membelah jalanan yang terendam banjir


sampai di rumah ia langsung masuk setelah menstandarkan motornya, ia melihat pembantu yang di kirim bibik bersiap untuk pulang


" kok hujan hujan neng" tanya bibik sambil memberikan keset ke arah Raisa agar berdiri di atas keset supaya bajunya yang basah tidak jatuh ke lantai


sebentar neng bibik Carikan handuk dulu" bibik berlari menuju ke tempat cucian,ia membawa handuk untuk Raisa .


" mau di buatin teh anget neng" bibik yang melihat Raisa ke dinginkan menawarkan untuk membuat teh anget


"boleh bik nanti taruh di situ saja biar aku yang ambil gak usah taruh di atas"


bibik beranjak dari tempatnya menuju dapur , Raisa merasa heran tidak biasanya bibik pulang sampai jam segini.


Raisa berjalan ke kamarnya untuk mengganti pakaian,kali ini ia memutuskan untuk tidak mandi ia hanya mengganti pakaiannya yang basah dengan piyama lengan panjang.


ia turun ke bawah untuk minum teh anget yang di buatkan bibik, kali ini ia membutuhkan itu agar tubuhnya sedikit hangat.


sampai di bawah ia masih mendapati bibik yang duduk di meja makan


Raisa ikut duduk di meja makan di mana di situ sudah ada segelas teh hangat.


" kenapa bibik belum pulang?" tanya Raisa heran,Raisa mulai meminum teh dengan sendok


" tadi bibik mau pulang terus ada telpon dari nak Raihan"


Raisa mengerutkan dahinya ,ia berfikir kenapa Raihan menelpon bibik


" Abang telpon bibik?" Raisa balik bertanya pada bibik

__ADS_1


"tadi nak Raihan telpon rumah,katanya telpon neng gak aktif" Raisa terdiam ,bibik kembali melanjutkan kalimatnya


" nak Raihan bilang suruh bilang ke neng kalau nak Raihan gak bisa pulang malam ini,katanya acara di pesantren belum selesai, saya di suruh nunggu sampai neng pulang ke rumah" Raisa manggut manggut


"nak Raihan begitu mencintai eneng, dan juga perhatian sekali sama neng sampai segitunya kuwatir" bibik tersenyum senyum sendiri


" iya bik tadi hape aku kehabisan batere, " wajah Raisa merona merah karena kata kata yang di ucapkan bibik


" neng mau makan sekarang biar bibik panasin lagi makanannya?"


" gak bik biar nanti aku panasin sendiri"


" kalau begitu bibik pulang dulu ya neng" pamit bibik


" gak tidur sini bik di luar masih hujan"


" gak neng tadi bibik telpon anak bibik sekarang sudah di jemput di depan"


"oh.....,bibik gak bawa makanan?"


"udah neng?"


" bibik pamit dulu neng" bibik beranjak dari duduknya di ikuti Raisa mereka berdua berjalan menuju ruang tamu


" jangan lupa di kunci neng pintunya,pesan nak raihan begitu?"


"iya bik,...mana anak bibik"


" itu neng sudah datang nunggu di depan pagar"


" hati hati bik"


" iya neng ...jangan lupa kunci pintu"


bibik berjalan menerobos hujan menuju anaknya yang menunggunya di depan.


Raisa menutup pintu lalu menguncinya ,ia berjalan ke atas ,ia ingin segera merebahkan tubuhnya menyelimuti badannya yang kedinginan dengan selimut , tubuhnya yang kurang sehat kini di tambah lagi ia habis berkelahi, bahunya yang sedikit kena pukul membuatnya segera harus beristirahat.


di dalam kamar Raisa mencari hape di dalam tasnya ,setelah menemukannya ia kemudian mengisi daya hape miliknya yang mati.


ia mulai menyalakan hapenya ,benar saja lima belas panggilan tak terjawab dari Raihan . Raisa kemudian mencoba menghubungi no Raihan kembali,tapi sayang hanya terdengar nada sambung dari sang operator


Raisa hanya berdesis ada rasa bersalah karena mengabaikan suaminya yang sangat baik, dan penyabar terhadap sikap sikapnya. di dalam hati kecilnya ia ingin sekali membalas kebaikan Raihan tapi jika mengingat siapa dirinya ia menjadi sangat minder.


Raisa merebahkan tubuhnya,rasa tak enak badan semakin ia rasakan,kepalanya yang sakit semakin berdenyut denyut saat ia merebahkan tubuhnya,tiba tiba saja bayangan suaminya yang tampan dan senyum yang lembut setiap memandang dirinya muncul dalam pikirannya membuat Raisa berkali kali berdecak,


rasa bersalah yang ada dalam hatinya semakin besar ia rasakan,andai ia bisa memilih jalan hidup,ia tak ingin bertemu raihan dan tak ingin di persatuan dengannya, mata yang teduh saat memandang dirinya semakin membuatnya tersiksa.


orang sebaik Raihan tak seharusnya mendapatkan dirinya yang buruk,ke tidak seimbangan antara akhlak membuat ia merasa begitu rendah, walau ia tahu Raihan tak pernah menganggapnya rendah.


saat tengah malam Raisa terbangun,ia merasakan tubuhnya sedikit demam ia ingin mengambil obat penurun panas yang di simpan di bawah tapi tubuhnya seperti tak bertenaga.

__ADS_1


akibat panas yang cukup tinggi membuat tubuh Raisa menggigil kedinginan ,ia sama sekali tak punya tenaga ,ia benci sakit ia tidak suka sakit ,apa lagi kini ia sendiri ia semakin membuatnya menderita ,


tiba tiba pintu kamar di buka seseorang ,Raisa yang mendengar pintu kamar di buka seseorang hanya bisa pasrah , ia samar samar melihat sosok laki laki yang mendekat ke arahnya.jika ia harus mati sekarang akibat di bunuh seseorang mungkin ini sudah di gariskan oleh Allah .


__ADS_2