Mengejar Cinta Nadira

Mengejar Cinta Nadira
Kalah Telak


__ADS_3

Setelah bersiap-siap. Nadira segera berangkat menuju lokasi yang di sebutkan Alex. Beberapa menit, ia sampai ditempat tujuan.


Terlihat Nadira turun dari motornya, ia mulai melangkah menghampiri Alex yang berada di dalam mobil sedannya. Nadira tampak bergaya saat berjalan, ia menggunakan sepatu boot hitam, jeans hitam dan atasan jaket kulit warna hitam. Dengan penuh pesona ia melepas helm full face nya, mengibas rambut hitamnya yang panjang sampai pinggang. Ia merapikan rambutnya di kaca spion mobil Alex sebelum mengetuk kaca mobil itu.


Tuk Tuk


(Suara kaca mobil yang diketuk Nadira).


Tak lama kaca mobil turun, terlihat Alex ada di dalam bersama pacarnya. Melihat Nadira. Seketika Alex begitu bersemangat. Namun wajah pacarnya, menandakan kecemburuan yang amat besar kepada Nadira.


"Akhirnya Loe dateng juga. Cepat banget perasaan." tanya Alex yang merasa aneh, perasaan dia baru saja menelepon.


"Gas poll lah, lagian naik motor jangan pake perasaan. Pantes aja Loe sering kalah." Kata Nadira, nada mengejek.


"Cepat turun!"  Lanjut Nadira memerintah.


Alex tersenyum dingin, ia memerintah pacarnya untuk ikut keluar dari mobil. Alex menunjukkan motor yang akan digunakan Nadira untuk balapan. Terlihat motor gede berwarna putih, dengan body mulus dan berkilau.


"Mesinnya bagus enggak nih? Entar bodynya doang keren!." ketus Nadira sekilas melihat Alex.


"Loe menghina, apa gimana Dir?... Loe coba dulu deh, nih motor baru gue modif. Enggak body-nya aja yang mulus. Mesinnya juga oke, tahu !" kata Alex dengan sombong menjelaskan.


Nadira tersenyum kecil, ia mulai me-starter motor alex. Beberapa menit setelah mendengar suara motor itu, Nadira tersenyum lebar.


"Oke juga! Boleh lah..." puji Nadira.


Alex sangat bangga mendengar pernyataan Nadira. Melihat Alex tersenyum kepada Nadira. Pacarnya seketika menggandeng tangan Alex dengan sangat erat. Ia pun menatap sinis kearah Nadira dengan aura kebencian.


Nadira yang sudah biasa melihat Alex gonta ganti pacar, sangat tidak heran. Ia malah merasa risih dengan pacar Alex saat ini yang begitu over dan pencemburu.


"Kalau dia berani ganggu aku, mungkin mulai malem ini, kamu enggak akan bisa nempel lagi sama Alex. Demi kebaikan kamu, aku biarin untuk kali ini..."


***


Nadira, Alex serta pacarnya berada di dalam mobil milik Alex sedang berdiskusi.


"Kamu tahu kan syarat kalau aku ikut balapan?" tanya Nadira yang duduk di kursi belakang.


"Iya, no ekspos identitas!" Kata Alex tegas dan jelas mengucapkan.


"Yup! Kalau gitu sekarang jelasin peraturannya " kata Nadira serius.


"Peraturan nya kayak biasa kok. Tapi loe harus ingat satu hal, Dir." ucap Alex menengok kebelakang.


"Apa?"


"Loe... Harus menang." Kata Alex dengan serius.


"Oke!... Tapi ingat janji kamu, hadiahnya buat aku, plus bonus tambahannya." Kata Nadira percaya diri.


***


Akhirnya waktu untuk balapan moge sudah di mulai. Semua peserta yang ikut sudah bersiap di belakang garis Start. Terlihat ada lima peserta dengan motor gedenya, termasuk Nadira disitu.


Terlihat gadis cantik dan seksi berdiri di depan mereka dengan bendera ditangan kanannya. Suara gadis itu menghitung mundur untuk memulai balapan.


Lima...


Empat...

__ADS_1


Tiga...


Dua...


Satu. GO**!


Brum. Brum. Brum.


Semua peserta balapan menarik gas motornya. Mereka melaju dengan sangat kencang.


Whusss...


Dengan kencang motor warna merah menyalip Nadira yang berada di posisi pertama. Menjadikan Nadira diposisi kedua.


Mata Nadira yang terlihat memancar, menandakan ia sedang tersenyum. Batinnya. "Baru ini balapan ada yang main serius.". Nadira pun dengan semangat menarik gas motornya lagi agar lajunya semakin kencang


Sedangkan tiga motor lainnya, masih tertinggal di belakang.


Wuussss. . Brum brum.


Nadira mengimbangi kecepatan motor lawannya. Ia melambaikan tangan kepada lawan balapannya itu.


Melihat tingkah Nadira, pria itu mengurangi kecepatan lajunya. Ia membuka kaca helm full face yang dipakainya.


"Mau apa sih Lex, udah tau mau kalah masih banyak tingkah." batin pria itu penuh keheranan mengira Nadira adalah Alex.


"Setelah belokan didepan. Kita lihat siapa yang lebih cepat. Kamu atau aku." Teriak Nadira memprovokasi.


"Oke, sampai di finish gue harap loe jangan sampek nangis." sengit pria itu membalas dengan jempol tangannya mengacung kebawah.


Pria dengan motor merah itu segera melaju dengan kencang. Nadira pun langsung beraksi, ia menarik gas motornya. Sekarang ia mulai serius dengan balapannya.


Pria dengan motor merah mulai berada di belokan, dengan penuh percaya diri dia terus melaju.


Nadira menyalip dengan kecepatan penuh. Pria dengan motor merah mulai geram. Ia pun ikut menambah laju kecepatan motornya.


Suara sorak sorai para penonton, dan pendukung mulai terdengar. Menandakan garis Finish mulai dekat.


Pria dengan motor merah berhasil mendahului Nadira.


"Dewa - Dewa - Dewa - Dewa." Para pendukung pemotor merah itu menyerukan namanya.


Sedang pendukung Nadira, tidak ada sedikit pun suara sorak sorai. Alex dan teman-temannya hanya menonton dengan tenang


Pria dengan motor merah sudah lima meter di depan menuju finish. Ia mulai melambaikan tangannya dengan sombong, merasa jika dirinya sudah menang. Suara pendukung nya tak kalah heboh terus berteriak menyeru namanya.


"Dewa. Dewa. Dewa Dewa. Dewa...."


Whuuss.


Seketika angin kencang lewat. Tiba-tiba Nadira sudah di depan dan menyalip pria pemotor merah itu. Motor Nadira berhenti dan dia mematikan mesin motornya. Alex dan pacarnya pun mendekat dengan penuh senyum.


Semua pendukung Nadira mulai bersorak sorai.


"Menang. Menang. Menang. Huuu..."


pendukung Nadira bersorak kearah pendukung Dewa dengan penuh semangat.


Dewa mematikan mesin motornya. Wajahnya terlihat sangat kesal. "Ciih." Dewa kesal. "Beraninya Alex nipu gue pake trik ini. Pantes saja dia berani provokasi gue barusan." Gerutu Dewa lirih.

__ADS_1


Sedang tiga motor lainnya menyusul ke garis finish. Dengan ekspresi tak berdaya mereka bertiga menghampiri Nadira yang masih  duduk di motornya dengan mengenakan helm full face-nya.


"Selamet ya, loe menang!"


Ucap mereka bertiga saling bergantian berjabat tangan dengan Nadira.


"Gue baru sadar kalau lagi balapan sama N.D." Kata salah satu pria itu. N.D. dibaca dengan ejaan bahasa inggris.


"Sumpah! Gue ngefans banget sama loe." Kata salah satunya lagi.


Nadira hanya terdiam. Dia menganggukkan kepalanya. Matanya berbinar menunjukan bahwa ia sedang tersenyum. Karena ia tak melepas helmnya, maka yang terlihat hanya mata indahnya lewat kaca hitam itu.


Setelah mereka bertiga pergi, datang Dewa berjalan mendekati Nadira. Dewa datang dengan merangkul gadis cantik, tubuh tinggi dan seksi disebelahnya. Ia mencium gadis itu di depan Nadira.


Nadira terkejut dengan kelakuan Dewa yang tak senonoh di depannya itu. Nadira tidak sanggup melihat dan memalingkan kepalanya untuk melihat ke arah lain.


Setelah mencium gadis itu..Dewa mendorong pelan tubuh gadis itu kearah Alex yang sedari tadi juga berdiri di dekat motor Nadira.


"Selamat! Loe menang. Pacar gue, bisa Loe pake." Kata Dewa tanpa ragu.


Nadira merasa kesal mendengar ucapan Dewa. Ingin sekali rasanya menampar wajah si pria busuk ini.


"Bisa-bisanya dia menyerahkan pacarnya untuk di tiduri Alex. Dasar cowok brengsek. Sinting!" Batin Nadira dengan emosional.


"Gimana? Udah sadar kalau masih ada yang lebih jago dari loe." seru Alex dengan menyeringai puas kearah Dewa.


"Maaf, cewek Loe gue pake dulu tiga hari ini." Kata Alex dengan seringai puas.


"Pake aja, lagian mulai dari gue kalah dia bukan cewek gue lagi. Terserah loe mau ngapain..." sahut Dewa cuek.


Ekspresi pacarnya itu seketika berubah, ia tampak mengerutkan alisnya. Melihat ekspresi jelek pacarnya itu, Dewa pun berkata.


"Entar gue transfer jatah loe bulan ini sama bulan depan. Tapi kita putus!" Katanya kepada pacarnya yang seketika sudah menjadi mantan.


Mendengar ucapan Dewa, seketika ekspresi wanita yang sudah dirangkul Alex itu berubah penuh senyuman. Ia tampak puas, dan mengiyakan kata Dewa.


Nadira yang melihat merasa sangat kesal. Merasa kesal dan marah dengan tingkah laku Alex dan Dewa yang tak menghargai perasaan wanita. Nadira juga kesal melihat wajah bodoh wanita-wanita cantik di depannya.


"Apa uang lebih berarti dari harga diri sendiri?" Batin Nadira. Meski sudah lama di bidang ini. Namun Nadira masih tidak bisa percaya dengan pikiran wanita-wanita itu.


Nadira melihat ke arah Alex. "Gue mau balik." Kata Nadira.


"Oke, entar gue transfer uangnya." Kata Alex.


Nadira pun mulai berjalan pergi meninggalkan keramaian itu. Ia melangkah menuju motornya sendiri, yang terparkir agak jauh dengan lokasi keramaian.


Nadira sudah sampai di area parkiran. Sudah di dekat motor miliknya.


"Hah, males banget liat tingkah laku mereka yang brengsek itu." Gumam Nadira sambil menaiki motornya.


"Siapa yang brengsek?!"


Terdengar suara laki-laki yang begitu mengejutkan Nadira. Lalu Nadira berbalik badan dan melihat ke arah sumber suara. Nadira melihat ada seorang pria tampan yang berdiri tepat di belakangnya menyongsong aura mematikan.


"Siapa dia?"


.


.

__ADS_1


.


Bersambung>>


__ADS_2