Mengejar Cinta Nadira

Mengejar Cinta Nadira
Romance in Hospital.


__ADS_3

Pagi hari.


Arkana membuka matanya perlahan. Mulutnya menguap pelan. Tenang! masih terlihat ganteng kok. Tidak lupa merenggangkan kedua tangannya. Wajahnya mengernyit. Dirasakan sakit dilukanya yang baru kemarin dijahit. Dia menghela nafas panjang karena itu.


Kebiasan Arkana setelah bangun tidur di pagi hari adalah ke toilet. Cuci muka, gosok gigi, terkadang dia langsung mandi jika harus kekantor. Jika hari libur dia akan mandi kalau cuaca tidak dingin. Satu lagi, buang air kecil. Itu yang utama setelah bangun pagi. Seperti sekarang di ingin buang air kecil.


Arkana bangkit dari kasur empuk nya. Jelas ini kamar VIP. Kasurnya hampir sama empuknya dengan dirumah. Tidur Arkana menjadi sangat nyaman meski sedang di Rumah Sakit.


Di lihat sekeliling, dari jendela kaca, pintu, toilet. Nah! Itu arah tujuan Arkana saat ini. Dia segera jalan kesana. Tangan nya mendorong besi tempatnya menggantung impus. Arkana pun masuk ke toilet itu. Meski agak lama untuk kesana. Karena sebentar sebentar dia berhenti bilamana lukanya terasa sakit. Jika dia sehat itu tidaklah terasa jauh.


Kreek.


10 menit kemudian Arkana keluar. Telah selesai dengan urusannya. Wajahnya juga terlihat segar, ternyata dia juga mencuci wajahnya. Semakin bersinar ketampanan yang hakiki itu.


Arkana semakin dekat menuju kasur. Di lihat wanita yang dengan lelap sedang tidur disofa panjang. Tubuhnya terlentang, mengikuti bentuk sofa itu. Wajahnya menghadap kekanan. Sedikit terhalang oleh rambut hitamnya.


Arkana mendekati sofa itu, mendekat kearahnya. Di lihat jelas olehnya. Dia wanita yang ia kenali. Tangan Arkana membelai lembut wajah yang Ayu itu. Di singkirkan rambutnya dengan sangat pelan. Lembut sekali, sampai dia tidak merasakannya.


"Benar! Dia Dira, Nadira?"


Arkana terus memandang wanita yang sedang tertidur itu. Sungguh cantik. Begitu pikirnya sembari duduk perlahan dimeja kaca. Di depan sofa tempat Nadira terlelap.


Dia semalam tidur disini? Tubuhnya akan terasa sakit saat dia bangun nanti. Maaf ya! Aku merepotkan kamu karena aku sakit.


Arkana lagi-lagi membelai paras yang ayu itu. Dengan lembut sangat lembut, lembut sekali. Namun sekarang Nadira bergerak. Walau Arkana sudah sangat pelan.


Emm.


Nadira menggerakkan tangannya keatas. Matanya masih terpejam. Arkana kaget bukan main. Dia mencoba bangkit perlahan lalu berjalan diam-diam. Begitu niatnya. Tetapi Nadira sudah membuka mata. Melihat Arkana di hadapannya.


"Selamat pagi"


Arkana berkata dengan tenang ditambah senyuman.


"Hmm, pagi juga."


Nadira menutup seluruh wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Sudah dapet izin pulang?"


Masih dengan posisinya.


"Sudah. Tadi malam aku langsung bicara dengan Dokter. Pagi ini tunggu Dokter datang dan periksa sekali lagi. Baru aku boleh keluar."


"Oh, syukur kalau begitu."


Nadira menghela nafas, merasa lega mendengarnya.


"Kamu kenapa?"


Melihat kelakuannya Nadira menutupi wajah.


"Gak, cuma belum cuci muka aja."


"Santai! Masih utuh kok cantiknya. Hmm" senyuman mengoda.


Nadira merenggangkan jarinya sedikit. Mengintip dari sela-sela jarinya, Arkana mengatakan itu dengan senyuman. Bahkan dia masih tersenyum sekarang. Tambah ditekan telapak tangan itu ke wajahnya. Sekali lagi dia mengatakan itu. "Masih cantik, lagi tidur juga cantik."

__ADS_1


Deg.


Apa ini? Dia memuji aku. Dia juga melihat aku yang sedang tertidur.


Hah, OMG malunya! Untung aja ngak ada buat pulau dipipi. Syukur! Masih terselamatkan image ku.


"Kalau begitu cepatlah ke toilet. Dan cucilah wajah kamu."


"Ah, iya."


Nadira segera bangun. dengan posisi duduk dia mencari hellsnya. Dia ingat kalau semalam ditaruh dibawah meja. Kemarin tidak pulang kekosan untuk ganti sepatu atau baju. Kakinya menjalar kesegala arah mencari hellsnya. Kakinya sudah seperti rumput hidup yang di film-film fantasi.


Sedang Arkana masih duduk dengan santai dan melihat Nadira tepat di depannya. Menikmati paras ayu dengan rasa syukur sampai tak berkedip. Dia belum sadar kalau Nadira sedang mencari hells dengan kakinya dibawah meja. Masih terpaku dengan satu arah. Sampai-sampai jempol kaki Nadira tidak sengaja menabrak kaki meja yang terbuat dari besi.


Duk. Auw.


Suara tabrakan kaki Nadira dengan besi yang kokoh itu. Meja kaca sedikit goyah karenanya. Nadira segera menarik kakinya. Diangkat lalu diletakkan diatas paha kaki kirinya.


"Aw aw. Sakit banget!"


Nadira merengek kesakitan meniup jempol kakinya.


Arkana sekarang duduk di sebelah kiri Nadira.


Fuuh, fuuh, fuuuh.


Arkana meniupi jempol kaki Nadira. Meski posisi tubuhnya sedikit menunduk dan membuat lukanya sedikit sakit. Tetapi itu tidak masalah baginya. Melihat Nadira kesakitan lebih menyakitkan dari luka yang dia rasakan saat ini.


"Tidak perlu. Aku mohon hentikan. Sudah, sudah tidak sakit lagi."


Nadira merasa malu karena sikap Arkana yang perhatian. Wajahnya memerah sekarang.


Arkana memandang Nadira yang mulai tersipu malu.


"HUH?"


Nadira merasa aneh dengan ucapan pria tampan didepannya ini.


"Seharusnya itu yang kamu katakan."


"Ah, iya. Te ri ma ka sih!"


dengan nada dan ekpresi wajah sok imut yang di buat-buat.


"Hmm, lumayan!"


Arkana bangkit dari duduknya.


"Apanya?" Nadira mendongakan kepala keatas. Melihat wajah Arkana seksama. Namun pria itu hanya diam menahan tawa. Sampai wajahnya merona.


"Bantu aku ke sana!" Mearahkan pandangan keranjang pasien.


"Baiklah."Jawab Nadira segera bangkit dan berdiri disebelah kanan Arkana. Menggandeng tangan Arkana. "Ayo!" Ajak Nadira sedikit menarik paksa tangan Arkana. Karena Arkana masih berdiri tegap tidak maju satu langkah pun.


"Begini baru benar!" Memindahkan tangan Nadira ke pinggangnya. Arkana juga sengaja melingkarkan tangan ke pundaknya.


Nadira menatap Arkana dengan tajam.

__ADS_1


"Hmm?" Ekpresi wajah Arkana penuh tanya membalas tatapan itu.


"Huh" Nadira menghela nafas panjang. Menuruti permintaan pria yang dapat predikat BERENGSEK darinya.


Beberapa menit kemudian.


Nadira keluar dari toilet setelah mencuci muka dan melakukan hal lainnya yang biasa dilakukan ditoilet.


Tok tok tok.


Masuk Dokter dan perawat yang kemarin. Datang untuk memeriksa kondisi Arkana saat ini. Nadira yang baru dari toilet segera mendekat.


"Bagaimana Dok, keadaannya?" Dokter diam meski telah mendengar perkataan Nadira. Terus melanjutkan pemeriksaan pada Arkana. Sedang Arkana tersenyum melihat Nadira yang sudah mulai gusar.


Beberapa menit kemudian Dokter selesai dengan kegitannya. Dia mepersilahkan Arkana untuk pulang. Dengan satu syarat harus tetap rajin kontrol dan di dampingi perawat.


Nadira merasa lega sekarang. Akhirnya dia bisa keluar dari Rumah Sakit.


"Tuan Arkana bisa pilih saya untuk merawat Tuan di rumah."


Kata perawat cantik yang datang dengan Dokter. Berpose cantik dan mengedipkan mata genit.


"Boleh!" Jawab Arkana membalas senyum genit.


"Tidak BOLEH!" Sela Nadira ketika Arkana hendak melanjutkan kalimatnya.


Huh.


Perawat dan Dokter secara bersamaan terkejut oleh Nadira. Di dalam pikiran mereka. "Siapa wanita ini? Penampilan amburadul, wajah juga pas-pasan. Berani-beraninya me-nyela perkataan Tuan Arka. Mau tamat aja!"


"Kenapa tidak boleh? Dira."


Dengan nada penasaran. Sengaja dia ingin tau jawaban nya.


"Ka, ka, emm." Sedang memikirkan jawaban yang tepat.


"Apa?" Semuanya menunggu.


"Karena aku sudah janji dengan adik ku untuk merawatnya. Jadi aku perawat pribadi nya sekarang."


Jelas Nadira dengan percaya diri penuh.


HAHAHA. Tawa Arkana dengan menahan sakit dilukanya.


"Kamu sudah dengarkan? Maaf ya!"


Kata Arkana kepada perawat itu yang cemberut mendengar jawaban Nadira.


Dokter dan perawat segera keluar dari kamar Arkana. Setelahnya Nadira segera bersiap untuk keluar dari RS. Karena tidak ada barang bawaan kemarin. Jadi tidak perlu kemas barang.


Diluar Rumah Sakit sudah terparkir mobil putih menunggu mereka. Segera mereka masuk kemobil itu. Saat di dalam mobil Nadira terkejut bukan main melihat Pak Surya,manager nya duduk di kursi supir.


"Hai!" Sambut Surya melihat ekpresi kaget Nadira.


Dan 1 jam kemudian mereka telah sampai di Villa Arkana.


#Bersambung»

__ADS_1


Terimakasih karena kalian tetap setia menunggu update novel ini. LoveYouReaderKu


__ADS_2