Mengejar Cinta Nadira

Mengejar Cinta Nadira
Balas dendam.


__ADS_3

Pagi itu, keadaan Nadira sudah jauh lebih baik saat terbangun dari tidur. Kesehatan tubuhnya sudah pulih total seperti sedia kala. Merasa tubuhnya sudah sehat, Nadira melepas infusnya sendiri dan berniat pergi ke dapur untuk membuat sarapan.


Selagi Nadira di dalam kamar. Di waktu yang bersamaan, Arkana sedang membuat sarapan di dapur. Laki-laki itu memasak bubur untuk kekasihnya, di bantu oleh bi Tun.

__ADS_1


Setelah beberapa menit kemudian, Nadira turun dari lantai dua dengan menuruni anak tangga. Ia sampai di dapur. Dari tempatnya berdiri, ia melihat Arkana yang sedang memasak, laki-laki itu terlihat begitu tampan. Nadira menatap kekasihnya penuh ketertarikan. Hidungnya yang mancung, matanya yang panjang, tulang rahang yang tercetak jelas, dan lagi jakun laki-laki itu sangat menggoda Nadira. Ia hampir menelan semua ludahnya karena pesona Arkana.


Tanpa di sangka Arkana menoleh, tatapan keduanya pun langsung bertemu di satu garis lurus.

__ADS_1


Arkana tersenyum, membuat perasaan Nadira jadi kalang kabut. Nadira merasakan sesuatu telah berubah di dalam hatinya. Semenjak kemarin, tepatnya saat Arkana menggendongnya kembali ke ranjang, dan setelah ciuman mereka. Ia tidak lagi bisa menekan perasaannya untuk tidak jatuh cinta kepada Arkana. Ia sadar jika dunia mereka berbeda, tetapi selama keduanya saling cinta maka siapa yang peduli tentang itu.


Nadira melihatnya, dan segera datang dengan senyum ceria.

__ADS_1


"Pagi, sayang," sapa Nadira penuh cinta.


"Pagi juga sayang." Arkana hampir mati kaget saat melihat Nadira begitu aneh pagi ini.

__ADS_1


__ADS_2