
Malam hari, di kosan nadira.
Terlihat nadira yang sedang berganti pakaian, ia mengenakan piyama berwarna hijau. Dengan banyak gambar pisang di piyama yang berlengan pendek itu. Tiba tiba -
Drrtt.
Handphone yang berada di atas meja kecil terus bergetar.
Nadira mengambil lalu melihat layar handphonenya, ternyata Alex yang memanggilnya. Ia pun menjawab panggilan telepon itu.
"Halo." Suara Alex terdengar tidak sabar, via telpon.
"Ya, halo. Ada apa, lex?" tanya Nadira via telpon.
"Enggak, cuma mau kasih tau. Uang nya udah gue transfer, loe cek ya! ... Oh ya, gue makasih banget soal balapan kemaren."
Alex terus berbicara tanpa henti.
"Ya sama-sama, aku juga makasih ya, Lex!" sahut Nadira dengan sopan.
"Oh iya, gue mau ngundang loe di acara ultah gue. Loe dateng ya, minggu depan." Kata Alex penuh harap.
"Minggu depan?" ulang Nadira.
"Yah, malam minggu, di villa StarNight, Nusadua. Jangan lupa ajak pacar loe." jelas Alex lagi via telpon.
"Yah, oke insya'allah aku dateng." Nadira tidak bisa janji.
"Eitz, harus dateng! Entar undangan nya gue kirim." ujar Alex dengan nada penuh paksaan.
"Jangan sampe lupa, Dir. Gue tunggu!" Alex memperingatkan.
"Ya! Yaa udah aku matiin dulu. Bye!" Nadira menutup terlepon, seteleh Alex mengiakan.
Malam semakin larut, nadira pun lekas tidur, ia tertidur begitu pulas. seperti tidak ada beban lagi baginya. Setelah ia melihat saldo ATM nya lewat aplikasi ATM-Banking dihandphone.
***
Siang hari di supermarket lain, tempat nadira bekerja. Waktu sudah menunjukkan jam istirahat makan siang. Datang zain menghampiri nadira dan mengajak nya makan siang bersama di luar.
Terlihat nadira dan zain duduk berhadapan di dalam sebuah rumah makan di pinggir jalan. Sebuah rumah makan yang meyanjikan masakan lokal indonesia. Rumah makan itu memiliki ruangan yang besar, dengan kursi dan meja yang terbuat dari kayu jati. Namun unik nya, di bagian depan rumah makan. Semua dinding berganti dengan kaca transparan, yang membuat kita dapat melihat dengan jelas keluar atau kedalam rumah makan tersebut. Rumah makan ini terkesan tradisional dan modern.
Tidak lama, datang pramusaji membawa makanan yang telah mereka pesan. Di letakkan nya makanan itu di atas meja, tidak lupa ada dua gelas minuman juga. Pramusaji pun dengan sopan mempersilahkan, dan lekas kembali ke dapur. Sasaat, mereka pun segera menyantap makanan yang telah mereka pesan.
"Hmm, tenyata masakan disini enak banget ya!" lirih Zain setelah melahap suapan pertama nya. "Nyesel aku, baru kesini sekarang!", imbuh Zain melahap suapan kedua.
"Se-enak itu?"
"Sekarang udah tahu, kamu bisa sering-sering makan disini".
Seringai nadira.
"Yah, tentu! Sama kamu.
Memandang nadira seakan bertanya.
"Sama siapa aja!"
.
"Kok gitu? Kamu enggak cemburu aku bakal ngajak siapa untuk makan disini?
Meng-angkat kedua alis nya.
.
"Hah, cemburu?"
Lirih nadira bertanya tanya.
"Diantara kita, apa perlu ada cemburu?"
.
"Kamu enggak suka sama aku?"
Tanya zain menghentikan kegiatannya.
.
"Ngomong apa sih, zain !"
Mulai canggung.
***
Disisi lain.
Di dalam sebuah mobil yang sedang melaju dengan kecepatan penuh.
Terlihat mobil itu melaju kencang, menyalip beberapa kendaraan didepannya. Bahkan saat lampu lalu lintas sudah berwarna kuning, bertanda untuk berhati-hati.
Wwuuusss ---
Dengan sangat cepat mobil itu melaju, sehingga membuatnya tidak terjebak oleh lampu merah.
Beberapa saat kemudian, mobil itu memasuki area parkir sebuah supermarket. Sesaat mobil itu berhenti, lalu keluar seorang lelaki dari mobil itu.
Ia berlari kearah tepian berdiri didepan dinding, terlihat sedang mengeluarkan isi perut nya.
"Baru segitu udah muntah aja, loe !"
Arkana keluar dari mobil itu.
"Wah, parah loe."
"Emangnya kita lagi balapan tingkat dunia apa?" Sampe enggak dengerin gue ngomong!
__ADS_1
Maen injek gas aja!
Berbalik badan, surya mengomel seperti emak- emak komplek.
.
"Buruan masuk mobil !"
Perintah arkana setelah melihat handphone nya.
"Loe bilang mau ketemu nadira!''
"Kan udah nyampek?"
.
Cerewet loe, kayak perempuan.
Cepetan masuk!! Gue tinggal nih.
Tidak sabar, segera menutup pintu mobil.
.
"Huh, iya. Iya. Loe bos nya ||
Surya pun segera masuk kedalam mobil. Mobil pun segera melaju, namun sekarang melaju dengan sangat perlahan. Menyusuri jalanan yang satu arah dan tidak jauh dari supermarket.
.
.
***
Masih diwaktu yang sama, di dalam rumah makan. Dimana nadira dan zain makan siang bersama. Suasana canggung terlihat menghampiri nadira, karena mendengar ucapan zain.
"Kenapa?
"Aku tanya sama kamu, sekali lagi !
"Apa kamu enggak cemburu lihat aku sama perempuan lain? Makan disini. ||
Mulai dengan nada serius, begitu pun wajah nya.
"Kayak nya, kamu salah mengartikan hubungan kita.
.
"Apa nya yang salah?
"Kamu tau, aku udah lama banget suka sama kamu. Berkali kali aku nyatain itu kekamu. lagian kita juga sering jalan bareng, nonton, karaoke, jogging. Kita udah dewasa dir, apa kamu enggak ngerasain perasaan aku yang khusus ke kamu ! ||
Dengan memandang dalam mata nadira.
.
"Kita emang udah dewasa, tapi aku enggak pernah bilang kalau mau jalanin hubungan ini kan.
Wajah serius nadira mulai terlihat.
.
"Enggak lebih? Dir --
"Kita begini udah lebih dari setahun, apa ada temanan yang begitu mesra, layak nya hubungan kita ini ?
Kekecewaan mulai terpancar di wajah zain.
.
"Sorry banget, kalau selama ini aku mengabaikan perasaan kamu.
"Jujur, aku enggak ada perasaan sama kamu, zain!
Menatap, merasa bersalah.
.
Sejenak suasana sunyi menyelimuti mereka berdua, zain yang begitu besar rasa cinta nya kepada nadira. Dia mengajak nadira untuk makan siang diluar, bertujuan untuk memastikan hubungan mereka. Namun nadira hanya meng-anggap zain sebagai teman. Bahkan tidak sedikit pun memiliki perasaan terhadap nya sama sekali. Mereka terdiam untuk seaaat, lalu --
"Bagaimana kalau kita coba dulu, mulai dari awal.
"Aku yakin perlahan perasaan cinta kamu, akan ada untuk aku!
Dengan penuh harap.
.
"Maaf ! Aku beneran minta maaf, zain.
Menggelengkan kepala.
.
.
"Wow . . .
Muncul arkana di belakang nadira dengan tiba tiba.
"Keputusan yang bijak !
Lanjut arkana.
"Enggak menyangka, ternyata di dalam rumah makan juga bisa lihat drama bagus! || seringai arkana memandang zain.
.
__ADS_1
Wajah zain menunjukkan kekesalan nya, dia heran siapa lelaki ini. Tiba tiba muncul begitu saja, dan mengganggu makan siang nya. Tetapi ia merasa, sepertinya ia menganal nadira, wanita yang dihadapan nya ini.
.
"Siapa kamu?
Tanya zain mengerutkan alis.
"Perkenal kan, saya arkana.
Mengeulurkan tangan kearah zain. Dan disambut oleh zain.
"Pacar nya nadira !
Senyuman manis, berpura pura ramah.
.
Mendengar ucapan arkana, zain pun terkejut begitu pun dengan nadira. Mereka berdua melempar tatapan tajam kearah arkana. Namun arkana berekspresi seperti tidak ada yang salah dengan ucapan nya. Sesaat arkana memalingkan wajah, menatap nadira. Nadira mendadak melotot terhadap nya, dan arkana hanya berekpresi seakan bertanya "kenapa? ||
Nadira tidak bisa berucap apa apa lagi, dia menghela nafas. Biar saja lah, mungkin zain tidak akan mengejar ku lagi. Pikir nadira singkat memutuskan.
.
.
"Sudah bisa di lepas? "
Tanya arkana menggoyangkan tangan nya.
.
"Ah, maaf !
"Saya zain, teman nadira. "
Tidak berdaya.
.
"Ya, saya sudah tau dari obrolan kalian tadi. "
Mulai duduk di sebelah nadira.
.
"Kamu dari kapan disini?
Sela nadira.
.
"Emm, dari tadi. Duduk disana !
Menunjuk ke arah tempat duduk di belakang nya, dan ada surya disana. Terlihat surya melambai kan tangan ke arah nya. Nadira pun tersenyum kecil saat melihat surya.
"Aku sudah jauh jauh kesini cari kamu, enggak di sangka kamu makan sama pria lain !
"Apa kamu enggak takut, buat aku cemburu ? "
Menatap dengan senyuman, namun itu membuat nadira kesal.
"Maaf, lain kali. Kamu bisa telpon aku dulu, kalau mau ajak makan siang !
Balas nadira dengan senyuman pahit.
.
.
Sedang mereka saling memandang satu sama lain. Di sisi lain zain merasa cemburu akan hal itu. Kelihatan nya ia sudah tidak sanggup melihat nadira terus tersenyum memandang pria lain. Zain pun --
.
"aku sudah kenyang, mau balik ke mall dulu ! dira mau bareng?
berpura pura tenang.
.
"aku --
.
"nadira, biar saya yang anter, kamu silahkan kembali lebih dulu. "
sahut arkana dengan cepat menghentikan ucapan nadira.
.
"oke, saya permisi lebih dulu.
" nadira, maaf! aku duluan.
dengan senyuman kecewa.
.
"ah, ia ! kak zain --
tidak bisa berkata lagi. nadira melihat kekecewaan yang begitu besar terpapar di wajah zain saat melangkah pergi.
.
.
.
__ADS_1
bersambung >>
#jangan lupa klik ♡ dan vote nya ya!