
***
Tiba akhir nya malam minggu, yaitu malam pesta ulang tahun alex.
Di dalam kamar kosan, terlihat nadira yang tampak gusar sembari terus melihat handphone nya. Seperti ia sedang menunggu seseorang.
Sesekali, dia juga tampak bolak-balik melihat dirinya di depan cermin. Merasa tidak nyaman dengan dandanan nya saat ini.
Drrrtt drrrtt . . .
(Nada dering: Agnes Mo "na na na ")
Nadira membalikkan wajah melihat handphone nya yang berada di kasur. Ia segera mengambil dan menjawab panggilan telpon, terlihat ternyata Vita yang menelponnya.
Setelah menerima panggilan, nadira segera meraih tas kecil nya yang berlebel merk ternama. Dia berjalan keluar kos, menyusuri gang kosan. Jarak dua meter, terlihat vita berada di dalam mobil. Dengan kaca pintu di turun kan, vita melambai kan tangan dengan senyuman lebar yang samar terlihat.
***
Sekitar 1 jam setengah kemudian, mereka baru sampai di villa StarNight milik alex. Terlihat dari luar saja, sudah banyak sekali tamu undangan yang hadir. Setelah memarkirkan mobil, mereka bertiga berjalan seiringan menuju ke dalam villa. Vita yang berjalan sembari merangkul tangan rio. Mereka berdua terus menyanjung nadira, yang terlihat sangat anggun dan cantik. Di balut dengan gaun hitam panjang yang menutupi mata kaki nya. Dengan gaya rambut yang diikat biasa. Terlihat di dada nya kalung perak berkilau, serta tak lupa high heels 5cm warna cream yang tertutup gaun nya.
Namun, tiba tiba saat di depan pintu masuk, nadira dihadang oleh pelayan yang bertugas sebagai penerima tamu undangan. Nadira merasa kebingungan, ia sudah menyerahkan surat undangan nya. Tetapi kenapa ia dihalangi oleh pelayan ini. Sedang vita dan rio sudah dipersilahkan masuk.
"Maaf, nona tidak bisa masuk kedalam!
Ucap pelayan itu terus memperingatkan aku.
"Kenapa saya tidak di perbolehkan masuk kedalam?", tanya Nadira kebingungan.
"Saya punya surat undangan, kamu tidak bisa melarang saya buat masuk kedalam!", jawab Nadira penuh emosi serta bingung.
"Apa ada yang salah?," tanya Nadira kepada pelayan tersebut.|| tiba-tiba suasana yang teratur mendadak rusuh.
"Ia, kenapa enggak boleh masuk?".
"Temen saya bawa undangannya kan!?".
Ucap vita seraya menunjuk surat undangan yang telah dipegang pelayan tersebut.
"Maaf, nona, nona ".
"Masalah nya bukan di surat undangan".
Lantas apa -?? || serentak nadira dan vita menyela ucapan pelayan itu.
.
"Begini --
"Teman nona ini, tidak membawa pasangan. Sedang saya di perintahkan untuk tidak mengizinkan tamu masuk jika tidak dengan pasangan nya. ||
Jelas pelayan lelaki itu dengan perlahan. Membuat mereka bertiga terkejut, sedang nadira yang mendadak melongo mendengar penjelasan dari pelayan.
"Gimana dir?" || vita merasa bingung.
"Kayak nya dalam undangan tidak ada catatan harus bawa pasangan, kan? " susul rio keheranan.
"Kalian berdua masuk saja dulu, aku mau telpon alex ",memerintah vita dan rio.
"Kamu --
"Entar aku masuk habis telpon alex.
Gih sana, kalian masuk duluan || akhirnya rio dan vita masuk kedalam lebih dulu.
Sedang nadira berjalan menepi dari pintu masuk. Ia mencoba menghubungi alex.
Tetapi sudah hampir 20 kali, alex tidak menjawab panggilan telepon dari nadira.
"Ah sial banget aku, sudah hampir lima jam aku dandan buat dateng ke acara alex. Sampai sini, enggak bisa masuk " gerutu nadira dalam hati nya, yang kesal mengingat seberapa lama persiapan nya tadi sore.
"Mau balik--
"Rugi dong, secara aku udah capek-capek dandan dari sore untuk datang ke acara ini", sampek-sampek lihat tutorial make up di internet. Padahal ini pertama kali aku make up sendiri-- ah, sebel Sebel Sebel || nadira menggerutu dengan wajah kesal.
***
Tidak lama.
Datang dua pria tampan dan satu wanita. Dua pria itu dengan penuh pesona berjalan kearah pintu masuk.
Namun salah satu pria itu juga di tolak oleh pelayan, dan dilarang masuk karena tidak membawa pasangannya.
Sesaat pelayan itu berkata bahwa ada perempuan cantik, yang tidak bisa masuk karena tidak memiliki pasangan. Lalu mengusulkan agar mengajak nya menjadi pasangan di pesta ini. Seketika pria itu menghampiri wanita yang ditunjuk oleh si pelayan.
.
Pria tampan itu berjalan menghampiri nadira yang berdiri di ujung lantai.
Sekilas pria itu berucap pada nya,
"Apa boleh, kita jadi pasangan di pesta malam ini? " dengan lembut penuh sopan santun.
Nadira yang mendengar ucapan lelaki yang belum dilihat nya, sontak langsung menjawab penuh semangat.
__ADS_1
"Ah ia, bisa - aa . . . "
Pertama berucap dengan penuh semangat, setelah berbalik dan mengetahui siapa pria itu. Perlahan suara nya mengecil dan menghilang.
"Kamu! ! || terkejut si pria tampan yang tak lain adalah arkana.
"Kenapa disini?!" tanya nadira heran.
"Kamu sendiri kenapa di pojok sini? "
Balik arkana bertanya dengan heran.
"Hmm, || terhenti.
"Ayo masuk, jangan terus-terusan hmm hmm ! || arkana menggenggam tangan nadira, menarik paksa.
Mereka berdua akhirnya bisa masuk kedalam pesta alex, sebagai pasangan. Mereka berdua berjalan menghampiri alex dan yang lainnya. Tak lama tiba saat untuk meniup lilin dan potong kue. Semuanya dengan penuh keceriaan, menyanyikan lagu happy birth day untuk alex.
"Happy birth day to you
"Happy birth day to you
"Happy birth day, happy birth day
"Happy birth day to you- uuu alex.
"Yeahh. . " || semua orang bersorak dengan wajah tersenyum lebar. Berikutnya saat untuk meniup lilin dan memotong kue.
"Tiup lilin nya, tiup lilin nya
"Tiup lilin nya-a sekarang juga,
"Sekarang juga, sekarang juga.
"Buat permohonan sebelum tiup lilinnya " bisik lili sang pacar, di telinga alex.
Dan di ikutinya, alex terlihat memejamkan mata dan membuat permohonan di dalam hatinya. Yang jelas semua orang yang ada disana hanya melihat ekspresi wajah nya. Tanpa mengetahui apa yang sedang di batinnya.
Sesaat alex membuka mata, dan langsung meniup lilin yang berdiri di atas cake yang tertutup coklat batangan itu. Setelah nya, alex memotong beberapa bagian kue dan diletakkan nya di beberapa piring kecil.
"Aaaa ... || perintah alex kepada lili, untuk membuka mulut nya.
Alex pun dengan tatapan penuh kasih sayang menyuapkan sepotong cake kecil untuk pacar nya itu. Setelah nya ia memberikkan suapan kedua nya untuk nadira. Arkana yang melihat kegiatan itu sontak kesal. Namun nadira kebingungan saat melihat wajah arkana yang berada di sisi kanan nya itu.
"Kenapa? " polos nadira bertanya, sedang mengunyah.
"Enak kue nya? " tanya arkana, menahan diri.
"Hmm, ya! Rasa coklat vaforit aku"
Melihat nadira tersenyum membuat pria tampan itu semakin kesal saja.
Sebentar mereka berbincang, terdengar sorakan semua orang yang ada di pesta itu.
"Cium, cium, cium . . . . " semakin ramai dan semakin ramai.
Seketika semua pandangan mata tertuju kepada alex dan pacar nya lili.
Mendengar sorakan dari teman-teman nya membuat alex semakin bersemangat. Di lihat alex wajah lili yang cantik, kemudian wanita cantik itu tersenyum. Seakan mengisyaratkan "aku bersedia, ciumlah aku".
Tanpa ragu, alex meraih wajah lili dengan tangan nya. Dan sekilas menyambar bibir lili yang kecil itu. Dicium nya dengan lembut namun penuh kehangatan terpancar. Wajah lili yang tersenyum, menunjukkan rasa cinta nya pada alex yang begitu besar.
Semua orang tambah bersorak ramai setelah adegan kiss itu selesai. Karena adegan kiss mereka yang penuh gairah, membuat semua orang bersorak penuh semangat.
"Sekali lagi . . Sekali lagi . . .
"Yaaaa, ayo !!
" lagi, lagi, lagi. . Lagi, lagi lagi
Mendengar sorakan dari teman-teman nya, membuat alex tersenyum genit. Di lirik nya wajah sang pacar, terlihat wajah nya memerah. Sekilas, alex dan lili saling memandang sangat dalam.
Dan alex mengartikan pandangan lili sebagai jawaban, bahwa ia telah setuju untuk adegan kedua mereka.
"Wooaaahhh . . . || suara semua orang yang menyaksikan adegan kiss itu. Membuat semua pasangan menjadi ikut serta merasakan gairah mereka.
.
.
Beberapa saat kemudian, setelah sesi tiup lilin selesai.
Nadira terlihat duduk diam di sofa. Dia memandang ke kanan dan ke kiri, memperhatikan semua orang dengan wajah tanpa ekspresi. Ia melihat mereka mereka yang berpasangan, berdansa dengan begitu mesra.
Nadira terlihat begitu iri dengan pasangan yang sedang berdansa. Sekilas pandangan nya teralih kearah rio dan vita yang juga asyik berdansa.
"Hah, bahkan pasangan itu juga mengabaikan ku?
"Menyebalkan !! || menghela nafas sangat dalam.
Nadira meneguk orange jus di gelas yang di genggam nya itu. Setelah itu, perlahan dan tanpa sadar. Pandangan nya mengelilingi semua sudut ruangan. Tak sengaja matanya menemukan satu titik yang ingin dilihat nya. Terlihat arkana yang sedang berbincang dengan beberapa pria seusia nya, mereka terlihat seperti pebisnis. Aku seperti pernah melihat di Tv dan internet. Tak lama, arkana menyadari bahwa ada seseorang yang memperhatikan nya. Sekilas pandangan arkana tertuju kepada nadira.
Dan- pas! Pandangan mata mereka saling bertemu. Nadira ketahuan sedang memperhatikan arkana dari kejauhan. Karena kepergok, sontak nadira langsung mengalihkan pandangan. Reaksi nya sungguh lucu, secepat membalik tangan bahkan raut wajah nya yang awal nya terlihat hangat berubah dingin.
__ADS_1
"Hah, bahkan pasangan palsu juga mengacuhkan dirimu!
"Menyedihkan ! ! || lirih nadira setelah mengalihkan pandangan.
.
.
.
Arkana yang melihat tingkah nadira, jadi merasa gelisah. Ia mencoba meninggalkan obrolan penting dengan rekan rekan nya itu.
"Sepertinya kekasihku sangat kesepian, aku mau bersama nya dulu ! || ucap arkana dengan rekannya.
"Ya, seperti nya dia begitu gelisah. || jawab teman nya yang di kenal sebagai radit, setelah melihat nadira.
"Pergilah, nikmati pesta malam ini ! || jawab leo sebagai kakak alex.
"Kalian sangat pengertian ! Kita lanjutan lain kali soal ini. || dengan senyuman, pria tampan itu meninggalkan kedua rekannya. Ia melangkah ke arah nadira tanpa mengalihkan pandangan dari wanita cantik itu.
.
.
.
"Mau berdansa? || tanya arkana mengejutkan nadira.
"Kamu bicara dengan aku? || tatapan dingin diberikan pada arkana.
"Apa kamu marah? " ikut duduk di sofa.
"Hmmm . . . " tersenyum kecil.
"Lihat wajah mu, menunjukkan semua nya ! Kenapa masih diam saja?
"Mari kita dansa!".
Nadira hanya diam melihat wajah arkana dengan dingin, ia terlihat ragu untuk menyetujui nya. Sedang arkana terus menatap dengan sorotan mata memohon.
Beberapa detik, nadira tersenyum ia menyetujui ajakan arkana untuk berdansa. Arkana bangkit dari duduk nya, dan mengulurkan tangan kearah nadira. Nadira pun meraih tangan nya, dengan senyuman ia mulai berdiri.
Setelah mereka berdua saling berpegangan tangan. Tiba tiba alunan musik dansa pun terhenti menandakan sesi dansa telah berakhir, dan disusul suara tepuk tangan semua orang.
Seketika wajah nadira dan arkana terlihat kecewa. Namun mereka masih saling memandang, dan perlahan membuat mereka saling tertawa kecil. Hati mereka sebenarnya di buat kesal oleh situasi ini. Seketika mereka saling membuang muka dan menghela nafas panjang, sebelum akhir nya mereka duduk kembali di sofa.
Mereka saling berdiam diri tanpa mengeluarkan suara. Arkana mulai canggung dengan suasana mereka.
"Pelayan ! " memanggil pelayan yang menyediakan minuman, dia mengambil gelas minuman yang berisi wine.
"Mau minum !? "
Bertanya kepada nadira, dengan menunjukkan gelasnya. Seketika nadira menunjukkan gelas minuman nya.
.
"Orange jus !! || dengan wajah heran.
.
"Iya, ada masalah ? " dengan mengangkat kedua alis nya.
.
"Enggak ! Cheers !? || mereka terlihat mengangkat gelas dan membenturkan gelas mereka satu sama lain.
.
Tidak lama perlahan mulai terdengar suara musik DJ, disusul terdengar suara Rio.
"Good night everybody !
"Mari bersenang senang bersama untuk malam ini !!
"Untuk alex, happy birth day brother ! ||
Alunan musik DJ yang dimainkan oleh rio mulai terdengar. Lampu didalam ruangan pun tiba tiba padam dan mulai menyala lampu kecil warna warni berkelap-kelip. Menambah indah suasana malam itu untuk menari.
.
"Mau menari? " dengan mengulurkan tangan pada nadira.
.
"Boleh ! " bangkit dari duduknya, dan berjalan ke depan 10 langkah dan mulai menari bebas mengikuti alunan musik.
Sedang arkana yang masih terdiam dengan posisi satu tangan menengadah kehadapan nadira. ia merasa sangat kesal, karena di acuh kan lagi oleh nadira. namun ia merasa harus menahan amarahnya itu, ia berfikir untuk lebih sabar, agar dapat meluluhkan hati seorang nadira.
namun rasa kesalnya tidak berkurang begitu saja, ia terus menatap tangan kanannya itu dan mengeluarkan semua kekesalan nya. Arkana memukul tangannya sendiri, dengan tangan sebelah kiri nya, bergumam lirih ia berusaha agar lebih tenang setelah melakukkan itu.
"kamu, bikin malu aja !".
"sialan.
__ADS_1
setelah selesai dengan gumaman nya. arkana mendapat kepercayaan diri nya kembali. lalu ia berjalan santai menuju arah nadira. dengan bebas, tanpa beban, arkana dan nadira pun menari bersama di malam itu dan terus bersama seperti pasangan kekasih sesungguh nya.
#bersambung >>