Mengejar Cinta Nadira

Mengejar Cinta Nadira
Manager baru


__ADS_3

Ke esokkan harinya.


Pagi hari telah berlalu, kesenangan semalam telah berlalu. Tapi Nadira masih saja tertidur di ranjangnya.


Tiba-tiba suara alarm di atas meja kecil di dekat ranjangnya berbunyi, sehingga membangunkannya.


Nadira membuka mata dengan perlahan, tangannya meraih alarm lalu mematikannya. Badan yang masih tertutup selimut. Suhu yang dingin, membuat Nadira merasa ingin tidur lagi.


Tapi, tiba tiba ia teringat bahwa ia harus bekerja.


"Iya ampun, sudah jam berapa ini."


Nadira melihat jam dindingnya yang menunjukan pukul 11:00. Sontak Nadira melempar selimutnya lalu bangun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi.


Setelah mandi dan selesai berdandan, Nadira pun lekas berangkat kerja. Dengan menaiki motor kesayangannya.


Sangking terburu-burunya, Nadira mengendarai motor sambil mengunyah roti.


Selang 15 menit Dira sampai di tempat kerjanya. Dia dengan cepat memarkirkan motor. Lalu berlari masuk lewat jalan tangga.


"Hai mba Devi." sapa Dira kepada security yang sedang bertugas.


"Hai Dir, gimana liburnya kemarin? seru?" tanya mba Devi.


"Seru mba, sayang cuma sehari."


jawab Dira dengan senyum kecilnya. Sembari absen menggunakan sidik jari.


"Kalau mau lama, minta cuti Dir "


Jawab mba Devi sambil menaikan bibir kirinya.


"Haha kalau cuti kelamaan mba Dev, liburnya cuma sendirian aja. Bosen!"


Jawab Dira sambil meletakan handpone di loker penitipan.


"Oh iya! Dira kan jomblo. HAHAHA."


mba Devi terus tertawa meledek Dira.


"Ya. Ya. Awas kalau aku sudah punya pacar ya!" Jawab Dira dengan mempertahankan harga dirinya.


"Kalau begitu, cari dong pacar! jangan sendiri terus terusan. Biar agak berwarna sedikit hari-hari kamu Dir."


Kata mba Devi panjang, seperti hari biasanya. Selalu menasehati Nadira pasal pacar. Jodoh.


"Iya mba, nanti aku cari. Di pasar."


Jawab Dira sambil tertawa dan berlari kecil menuju loker.


Saat di loker Dira menatap wajahnya di cermin. Memastikan jika make up nya sudah rapi. Lalu ia termenung sambil berpikir.


"Bener kata mba Devi, aku harus cari pacar" batin Dira, karna terus terpikir oleh ucapan mba Devi tadi.


Dira terus memandang wajahnya di cermin. Tiba tiba datang Rini dari samping mengagetkannya.


"Hayo. Melamun apa?" Rini menepuk bahu sebelah kanan Dira.


Rini ini adalah teman satu kerja Dira ya. Mereka beda kantor, namun sama-sama menjadi SPG di Mall ini. Mereka berteman semenjak berkenalan di tempat kerja.


"Apaan sih Rin." Jawab Dira bernada ketus.


"Ccie ilah, Nadira. Perasaan abis libur, masih judes aja kamu." Jawab Rini sembari memakai make up di sebelah Dira.


"Bukan gitu. Sorry deh kalau judes."

__ADS_1


Nada Dira terdengar lembut.


"Mmmm, iya Dira sayang." Tangannya sambil memeluk Dira.


"Ngomong-ngomong kenapa ngelamun? ada masalah?." Sambung Rini. Bertanya-tanya dengan sikap Nadira, yang tumben-tumbenya melamun.


"Engak ada, cuma lagi kepikiran. Aku pingin cari pacar!" Kata Dira dengan wajah berseri malu.


HA ha.


Rini menutup mulutnya menahan tawa.


"Akhirnya teman ku ini akan berhenti menyandang posisi sebagai ratu jomblo. Yang SAMAWA!"


"Apaan sih, ratu jomblo! apanya? jangan sembarangan ngomong."


"Iya kan, semenjak 5 tahun kamu putus dari Rian. Kamu ngak pernah pacaran lagi." Kata Rini sambil memoleskan lipstik ke bibirnya.


Nadira pernah bercerita tentang Rian. Kekasih masa SMA Nadira, kepada Rini. Dari situ Rini mengetahui masalah percintaan yang dialami oleh Nadira.


"Yah. Jujur, putus dari Rian hatiku rasanya mati, enggak bisa lagi ngerasain cinta Rin." Jelas Dira, dengan mata yang mulai memerah mengingat masa lalunya dimasa SMA.


"Tu tuh kan, udah lah lupain Rian itu. Lagian cinta masa SMA itu masih di bilang cinta monyet. Sekarang kamu hapus bersih nama Rian dari hati kamu, cari cinta yang baru. OK."


JelasRini kepada temannya, dengan penuh senyum menyemangati.


"OK. Sudah 5 tahun lewat. Aku harus move on. Cari pacar baru." Dira memandang wajahnya di dalam cermin. Sembari mengepalkan kedua tangannya.


"Ngomong-ngomong, emang kamu di kampus gak ada yang naksir apa Dir?


bisa-bisanya jomblo akut 5 tahun."


Tanya Rini merasa heran.


"Ada mungkin." Jawab Dira simple. Karena tidak merasakan, ada yang suka padanya.


"Yah. Dua-duanya mungkin."


Berkata sembari menaikkan satu alisnya.


Ditengah-tengah percakapan Dira dan Rini, terdengar suara.


Ding dong. Ding dong.


(Terdengar suara pemberitahuan).


"Selamat siang. Perhatian untuk seluruh staf, spb, dan spg divisi dry food untuk segera berkumpul di area briefing. Sekali lagi seluruh staf, spb dan spg divisi dry food untuk segera berkumpul di area briefing. Sift pagi dan sift siang. Terima kasih, selamat siang." Terdengar suara wanita dari information untuk divisi dry food.


Nadira dan Rini pun langsung bergegas menuju area briefing. Nampak Bu selly selaku SGM ada di sana.


"Kok bu selly tumben ikut briefing divisi kita." Bisik Rini kepada Dira.


"Enggak tau." Jawab Dira, sambil menempelkan jarinya di bibir menandakan diam. Rini dan Dira sudah ikut bergabung dalam kerumuanan itu.


"Ok. karna semuanya sudah berkumpul. Saya mulai briefingnya." Jelas Buk Selly.


"Selamat siang, semangat pagi semua." Lanjut Buk Selly lagi.


"Selamat siang, semangat pagi Buk."


Jawab semua karyawan serentak.


"Bagus. Harus semangat." Jawab Buk Selly, dengan senyuman melebar.


"Ok langsung saja, saya perintahkan kalian semua berkumpul karna ada pemberitahuan." Lanjut Buk Selly lagi.

__ADS_1


"Bahwa posisi Pak Surya sebagai ketua manager dry food, akan digantikan oleh pak Arkana Reynaldie. Mulai hari ini sampai tiga bulan kedepan."


Jelas Buk Selly panjang, sambil menujuk pria tampan yang ada di sebelah kanannya.


"Lalu pak Surya?" Tanya salah seorang staf.


"Sementara dipindah posisikan ke mall pusat." Suara Buk Selly dijeda untuk mempersilahkan Pak Arkana.


"Mohon pak Arkana memperkenalkan diri."


"Selamat siang semua, perkenal kan nama saya Arkana Reynaldie. Saya dari mall pusat. Dan untuk sementara akan menjadi ketua manager dry food disini.


Jadi untuk semua. Mohon bantuan dan kerja kerasnya ya." Kata Arkana. Panjang dengan senyum manisnya


"Baik Pak." Jawab semua orang.


Seluruh staf wanita dan spg tersipu melihat pesona senyum pak Arkana.


Sedangkan Dira sedang berfikir keras. "Pak Arkana ini. Seperti pernah lihat! dimana ya?" Batin Dira bertanya-tanya.


"Oh ya, selama pak Arkana menjabat sebagai manager disini, saya mohon jangan ada yang membuat kesalahan! paham?" Jelas Buk Selly memperingatkan.


"Baik Buk, paham." Jawab semuanya.


"Oh ya. Sekarang kalian boleh bubar, mulai kerja lagi." Semuanya pun mengangguk dan mulai pergi satu persatu meninggalkan area briefing.


"Ehhh. Kecuali Nadira ya." Kata Buk Selly menghentikan langkah kaki Dira.


"Kamu temanin pak Arkana keliling Mall, biar cepat beradaptasinya." Sambung Buk Selly membuat Nadira terhenti di tempat.


"Saya bu." Nadira mengarahkan jari telunjuk kearah dadanya.


"Tapi saya mau display barang Buk." Jawab Dira, lagi dengan wajah tanpa ekspresi.


"Ya saya suruh kamu, ya harus kamu. sudah lah saya mau pergi meeting. Hari ini kamu tidak usah display barang." Jelas Buk Selly tegas, sembari berjalan pergi meninggalkan pak Arkana dan Nadira berdua.


"Iya bu selly." Jawab Nadira dengan menghela nafas panjang.


"Tumben amat Buk Selly, biasanya gila kerja." Gumam Dira lirih.


Sedangkan beberapa staf wanita lain yang mendengar ucapan Bu Selly. Mereka merasa iri kepada Nadira. Karena bisa menemani keliling Manager baru ini.


Dari kejauhan, beberapa staf wanita berkumpul. Menatap sinin ke arah Nadira.  "Kenapa Nadira sih, yang di minta menemani Pak Arkana." Gumam mereka dengan suara lirih.


"Iya tu Buk Selly, padahal kan Dira cuma spg mobile, tau apa dia tentang store." Kata staf yang lain merasa kesal.


Tiba-tiba Rini dan beberapa spg berjalan mendekati para staf wanita yang sedang berkumpul.


"Duh, maaf ya ngak sengaja." Kata Rini dengan sengaja menabrakkan bahunya.


"Oh ya! jangan suka iri, iri itu tanda tak mampu." Imbuh Rini, sambil mendekatkan wajahnya ke telinga salah satu staf.


"Siapa yang iri." Kata mereka menghindari tatapan tajam Rini.


"Dih, ya kalian lah, kok siapa." Jawab Rini judes. Tatapan menghunus dilesatkan ke arah para staf wanita itu.


"Yuk Pergi." Mengayun kan tangannya, mengajak teman spg lainnya pergi.


Semua karyawan staf, spb atau pun spg terlihat sedang mengerjakan pekerjaan mereka dengan baik.


Bersambung.


Gimana?


Kalian suka ceritanya?

__ADS_1


Kalau suka! silahkan baca next bab ya.


__ADS_2