Mengejar Cinta Nadira

Mengejar Cinta Nadira
Hari Wisuda


__ADS_3

Semalam setelah pesta selesai, arkana mengantar nadira pulang ke kos nya. Sejak saat itu mereka semakin akrab.


Nadira sudah tidak berpikir tentang arkana yang berpura-pura menjadi gay. Walau hanya sedikit, nadira mulai membuka diri.


***


Tepat di hari wisuda untuk nadira.


Nadira yang sudah duduk di kursi dalam gedung aula bersama dengan teman-teman satu angkatannya. Nadira terlihat cantik mengenakan toga di tambah dengan make up dari salon yang me-makan waktu hampir 2jam. dengan tema thailand make up.


Setelah acara dimulai, nama Nadira Arsyila disebutkan sebagai mahasiswi dengan nilai IPK tertinggi di antara teman satu angkatannya. Semua orang di dalam gedung pun memberi tepuk tangan meriah untuk gadis cantik itu.


Terlihat ayah dan ibunya dengan senyuman bangga ikut memberi tepuk tangan.


Tidak lama nadira sudah berdiri dibalik podium untuk memberikan kata sambutan dan motifasi.


"aku merasa sangat senang dan juga gugup, tubuh ku gemetaran. Tidak terbayang kalau aku akan jadi siswi dengan nilai terbaik!!".


"Assalamu'alaikum . . . "


Ucapan salam ku dengan senyuman.


"Wa'alaikumsallam . . . . . "


Terdengar jawaban semua orang didalam gedung membuat detak jantung ku bertambah kencang.


"Selamat pagi !, dan


"Salam sejahtera untuk kalian semua !" Aku menundukkan sedikit kepala ku, dengan perasaan bangga dan senang aku tunjukkan di sini.


"Saya mengucapkan banyak terimakasih. Untuk Dekan dan Dosen pembimbing yang selalu memberi kan saya pengajaran yang baik."


"Ter-untuk orang tua saya, yang selalu memberikan do'a serta semangat. Terimakasih banyak."


"Dan untuk teman-teman se-angkatan."


"TIADA HARI TANPA BERJUANG, TIADA HARI TANPA BELAJAR".


"YANG KITA PERJUANGKAN KEMARIN, AKAN BERBUAH DI HARI DEPAN".


"TIDAK TAHU, ITU SEKARANG ATAU KAPAN".


"TETAP LAH BERJUANG UNTUK KATA (BERHASIL) MENATA KEHIDUPAN"


"Wassalamu'alaikum wr.wb."


Aku berjalan turun dengan kebanggaan yang luar biasa. Aku Merasakan bahwa yang ku pelajari membuahkan hasil maksimal untuk mendapat nilai tertinggi.


Selepas selesai dari acara wisuda di dalam aula.


.


.


.


.


***


Terlihat Nadira dengan orang tua serta adik nya berada di taman universitas. Bergaya di tempat tempat dengan spot foto yang bagus, untuk mengambil gambar. Sebagai kenang-kenangan saat wisuda. Setelah satu jam lebih berfoto ria. Mereka sudah mengambil banyak gambar di semua tempat yang indah di taman universitas. Sampai akhirnya ayah ku marah. Karena terlalu lelah saat di ajak ber-foto. Untuk meredam amarah ayah, aku pun mengajak mereka untuk pergi ke sebuah restoran.


Dengan menggunakan mobil sewaan, mereka berangkat menuju restoran yang cukup jauh dari universitas. Beberapa menit berlalu mereka sekeluarga sampai di tempat tujuan. Tidak perlu waktu lama, mereka sudah berada di dalam dan memesan makanan.

__ADS_1


"Kenapa tidak makan di rumah saja? Makan disini, apa tidak terlalu mahal." Bisik ibu nadira merasa khawatir.


"Kan tinggal makan aja, lagian yang bayar kan kak nadira.


Lagian bosen kan, kalau harus makan di rumah terus." Sahut arya adik nadira mengeluh manja.


"Kamu ini !!!


"Apa tidak kasihan dengan kakak mu, hah? " ketus ibu nadira kesal dengan sikap arya.


"Biar saja, lagi pula ini hari wisuda kakak. Ngak ada salah nya kan traktir makan di sini || Ucap arya dengan mulut manyunnya.


Ayah nadira yang hanya diam membisu. Saat mendengar pertikaian kecil di hadapan nya. Dengan raut wajah yang berubah penuh kesedihan. Ia mengingat saat di masa lalu. Saat diri nya masih memiliki perusahaan properti. Bahkan koki italia pun sanggup di bayar nya. Untuk memasak di rumah saat ia sekeluarga sedang malas untuk keluar makan di restoran. Namun sekarang, ia melihat istri nya yang begitu khawatir tentang bill pembayaran makanan tersebut, bahkan makanan yang telah dihidangkan sedari tadi belum tersentuh sedikitpun. Mengingat masa lalu membuat nya begitu sedih sehingga ingin menetes kan air mata. Ia melihat anak perempuan nya yang begitu ceria dan manja. Sekarang sudah tumbuh menjadi gadis dewasa dan mandiri. Hal itu menambah keharuannya. Sehingga air mata yang tidak ingin ia keluarkan. Seketika menetes perlahan di wajah seorang ayah yang begitu mencintai istri dan anak-anak nya itu.


"Ayah? ".


Panggilan nadira membuat ayah nya segera menyeka air mata kesedihan itu. Segera di ubah raut wajah yang sedih menjadi senyuman kecil, secepat membalik lembaran buku.


"Iya ! " di pandang anak perempuan nya dengan kasih sayang tulus seorang ayah.


"Kenapa ayah diam saja, cepat lah makan, nanti makanannya keburu dingin! ".


"Iya yah, cepat lah makan. " sahut arya menambah rusuh suasana.


"ayah terlihat sedih, mungkin ayah teringat masa lalu. Ayah, ibu, arya, kakak akan terus berjuang. agar kita bisa hidup lebih nyaman lagi untuk kedepan nya. aku harap kalian tetap bersabar dengan keadaan ini." Aku melihat ayah tampak bersedih namun ia berusaha untuk menutupi nya.


"Ini pasta kesukaan ayah, dulu ayah suka sekali dengan pasta ini kan."


"Maaf, hari ini nadira baru bisa membelikan nya untuk ayah. "


"Iya, terimakasih sayang. Kamu memang putri ayah yang sangat perhatian." Sekuat tenaga menahan air mata agar tidak terjatuh.


"Makan lah, nanti di rumah aku akan belajar untuk membuat pasta kesukaan mu, ini." Sahut ibu dengan segera menyuap kan pasta ke mulut ayah.


"Lebih baik jangan, ibu sudah bertahun tahun belajar cara membuat pasta kesukaan ayah. Tapi tidak pernah berhasil, rasa nya tidak enak". Sahut arya merasa itu tidak perlu di lakukan lagi. dengan terus menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.


"Haha haha haha " , mereka bertiga menertawai eksperesi ibu nadira yang berusia 40 tahunan itu. Sikapnya yang sering berubah seperti anak SD yang sedang merajuk sangat lah lucu saat ini. Dengan mulut manyun, pipi yang mengembung dan mata melotot nya. Seram? tidak! semakin terlihat lucu.


"Jangan terus tertawa, kalian bisa mati tersedak, kalau makan sambil tertawa" , raut wajah nya semakin masam dilihat.


"Sudah-sudah, walau pun kau tidak pintar memasak pasta. Tapi aku selalu makan masakan enak mu, setiap hari. Dan aku sangat suka makanan yang di masak oleh tangan mu ini." Di genggam tangan istri nya dengan hangat. Tangan nya mulai merangkul tubuh istri nya dengan pelan.


"Terimakasih, sayang." perasaannya kembali damai karena pelukan itu.Hanya beberapa detik di lepas kembali pelukan itu oleh ibu. Ia merasa malu karena di lihat oleh kedua anak nya. Yang sudah tumbuh dewasa.


Dalam suasana hangat itu. Tiba tiba terdengar suara ponsel berdering. Semua tampak mencari sumber suara dering ponsel tersebut. Ternyata suara itu berasal dari ponsel arya. Seketika ia mengambil ponsel yang ada di dalam saku celana. Di lihat nya panggilan dari pelatih nya. Dia segera menerima panggilan itu.


Saat dia berkata,


"halo, pelatih ada apa? " || tiba tiba ponsel arya lowbet tanpa dia sadari. hampir 30 detik dia tidak mendengar suara dari panggilan itu.


Lantas orang tua beserta kakak nya pun ikut bingung. Melihat arya yang tampak gusar karena menerima panggilan itu.


Tidak lama, nadira menyadari kalau ponsel arya sudah mati karena kehabisan daya. Dan arya masih terus.berbicara sendiri tanpa dia sadari.


"Coba lihat ponsel mu !!! || arya spontan melihat layar ponsel nya yang gelap.


"Sampai tahun depan juga! nggak bakalan kedengeran suara nya.|| Nadira menyodorkan ponsel putih, miliknya.


"Makasih kak, pinjam ya! ||


Arya berjalan menjauh dari meja makan.


"Ah, aku nggak inget nomornya pelatih. Sama aja bohong kalau kayak gini. " arya kembali. Di letakkan ponsel nadira di atas meja.

__ADS_1


"Kenapa? Kok Nggak jadi!?|| tanya nadira penasaran.


"nggak tahu nomornya, nggak inget juga!."


"Emangnya ada apa? " , tanya ayah ikutan bingung.


"Belum tahu, belum sempet denger suara nya tadi. "


"Mungkin mau bahas tentang lomba antar sekolah, atau yang lain. " dengan wajah kusut yang membuat semua khawatir.


"Kalau nggak salah di mobil bisa charger kan. Ke mobil sana, nih pakai charger kakak. || Arya pun lekas pergi ke parkir untuk mengisi ulang ponselnya. Dengan membawa charger milik nadira. Sampai di parkir. Segera ia masuk ke dalam mobil sewaan itu. Beberapa menit di tunggu. Akhir nya ponsel arya mulai terisi. Di hidupkan ponsel nya. Dan lekas ia menelpon pelatih nya.


Beberapa saat setelah arya selesai dengan urusan nya.


Dia bergegas kembali ke restaurant. Setelah ia menutup pintu mobil.


***


Di restaurant yang sama. Dimana nadira beserta keluarga nya makan. Di ruang VIP arkana baru saja selesai rapat dengan kline nya. Dia bersama dengan selly keluar dari ruangan VIP. mereka berjalan menuju parkiran. Disana mereka berpisah. Selly pergi dengan mobil merahnya, sedangkan arkana menuju mobilnya.


Saat hendak membuka pintu mobil. Tiba-tiba datang tiga orang berbadan kekar, dengan wajah tertutup topeng. Mereka mulai mendekat ke arah arkana.


Satu orang itu membawa sapu tangan yang sudah diberi obat bius. Saat hendak menyekap arkana dari belakang. Datang arya dengan cepat menendang salah satu dari mereka Sampai terjatuh.


Sadar akan hal itu. Arkana pun segera ikut melawan mereka. Merasa dalam bahaya, jadi dia harus membela diri.


Arkana dan arya berkelahi dengan tiga orang itu.


Arkana melawan satu orang. Di tinju nya orang bertopeng itu dengan keras. Namun dia tidak bereaksi. Mungkin kurang keras. Bagi nya sama rasanya seperti di pukul anak kecil.


"Wah, sumpah! otot tubuh kamu bagus banget. olahraga apa? || sindiran arkana untuk pria bertopeng itu. namun ia hanya diam.


Aku rasa dia di bayar hanya untuk menyerang ku. Atau menculik ku? Siapa yang berani melakukan ini padaku. apa mungkin mama?


Kalau sampai aku tahu, Awas aja !.


Sekarang harus selamat dulu dari tiga orang ini. Enggak semudah itu juga aku menyerah. Ayo! Gue jabanin loe.


.


**


Di sisi lain arya melawan dua orang bertopeng sendiri. Dengan cepat dan bertenaga di setiap pukulan yang ia berikan. Sampai salah satu dari dua orang itu jatuh. Giginya patah terkena tinju dari arya. Sedang pria yang satu masih berusaha melawan.


Namun tidak lama arya juga membuat nya K.O... pria itu di tendang sampai terpental jauh. Punggungnya dengan keras menabrak dinding.


Selesai dengan dua orang itu, Arya mengalihkan pandangannya, terihat arkana dengan sekuat tenaga melawan satu pria bertopeng. Ia merasa pria itu terlalu kuat untuk menjadi lawan arkana. Segera dia menghampiri mereka. Di tinju pria itu, namun dia mengelak dengan cepat. Betul pikir arya, dari ketiga pria bertopeng. Kemampuan pria ini yang paling bagus.


"Berantem kok ngelak, sih !", pancingku agar dia emosi.


"Kamu kira saya anak kecil, di pukul diem aja ! || jawab pria bertopeng dengan nada tidak bersahabat.


"Kalau gitu, bales dong ! || sahut ku dengan senyuman termanis. Kalau ada wanita yang melihat senyuman ini. Dia pasti bilang "*I love you". hahaha


..


..


..


bersambung* »


#Mohon dukungan nya untuk author.

__ADS_1


#Beri Like dan Komentar kalian untuk novel ini.


#Jika berkenan silahkan beri Vote.


__ADS_2