
Setelah Arkana pergi meninggalkan kantin. Semua orang di kantin bertanya-tanya, sebenarnya siapa mas tadi. Terlihat masih muda dan sangat tampan, namun terlihat begitu angkuh.
Di sisi lain ruangan Bu Selly. Tampak dia sedang berbicara dengan seseorang via telepon.
"Segera keruangan saya." Katanya, kepada seseorang di seberang sana.
"Baik, Bu Selly."
Jawab seseorang via telepon.
Tak lama terdengar suara pintu terbuka.
"Kriett" Muncul wanita, ia berjalan dengan langkah kecil. Lalu berdiri di hadapan Bu Selly yang sedang duduk.
"Ada apa Bu Selly?" Tanya wanita itu, yang ternyata HRD Mall.
"Tolong cari kan juru masak baru untuk kantin, harus sudah mulai kerja besok."
"Besok Bu?" Tanya Angelin. Dengan wajah kaget. Tidak percaya.
"Yuppz. Boleh tulis pengumuman di web Mall kita, atau sosmed pribadi kamu juga, yang penting besok harus ada juru masak baru." Nada Bu Selly terdengar memaksa.
"Tapi Bu, kontrak mereka masih 3 bulan lagi."Jawab Angelin.
"Nanti kalau protes atau minta uang kompensasi gimana?." Lanjutnya.
"Sudah saya siapkan."
Menyodorkan amplop berisi uang.
"Ap a. Gak apa-apa begini Bu? Lagian masakan mereka enak kok bu, kalau mereka tanya alasannya gimana?"
Tanyanya lagi panjang.
"Ya ampun. Soal itu kan tanggung jawab kamu. Bilang aja ini perintah langsung dari atasan, pemilik Mall. Atau yang lain atau apa lah. Terserah kamu." Jelas Bu Selly. Tidak mau tau.
"Hah, emang kapan CEO Mall dateng Bu? Wahh! pengen banget liat wajahnya, denger-denger masih muda trus ganteng pakek bangetz ya Bu?"
"Hmm pasti kayak oppa korea gitu kali ya, mirip Lee min hoo atau Cha eun woo. Tapi kalau ceo pasti aura muka dingin, cuek. Mungkin mirip Park Seo Joon atau Hyun Bin. Oohhh Daebak. Ya ampun, OMG. Gak sabar pingin ketemu, siapa tau dia naksir aku kan. Lumayan, muda. Ganteng. Tajir melintir lagi. (mulai ngomong sendiri)
Angelin sangat histeris sampai mengkhayal terlalu jauh. Sampai lupa bahwa ia masih di ruangan Bu Selly.
"Percaya enggak, habis ini saya cari HRD baru." Kata Bu Selly santai. Namun tegas, sembari menghentak kan kotak tisu di meja.
"Oh ya ampun." Angelin mulai tersadar dari khayalannya.
"Bu. Bu Selly yang cantik bagai nona Hye Kyo. Mohon jangan ya." Meyeringai memohon.
"Cepat kerjain perintah saya, dan keluar." Kata Bu Selly tegas.
"Oke, siap Bu." Angelin berjalan menuju pintu keluar dengan cepat.
"Ehhh tunggu." Kata Bu Selly.
"Iya." Sontak Angelin menghentikan langkahnya dan berbalik.
"Tutup pintunya." Lanjut Bu Selly.
"Baik, Bu."
Angelin pun keluar dan menutup pintu ruangan bu selly sambil bergumam.
__ADS_1
"Njiiirr, bikin kaget aja, btw kapan yah, CEO Mall kesini. hihi."
Sedangkan Selly yang sedang di ruangannya.
"Ihhz kesel banget. Gara-gara Arka, harus ngeluarin uang ganti rugi.
Awas aja kalau kerjanya nggak bener, aku bilangin ke tante kalau dia disini."
Selly bergumam menunjukan rasa kesalnya kepada Arkana.
Sedangakan Arkana yang sedang berleha-leha santai. Tiduran di sofa ruangannya yang baru. Tiba-tiba.
Hahkciii hahkchii hahkchii.
"Siapa yang berani ngomongin gue di belakang." Batin Arkana. Merasakan jika ada seseorang yang sedang menggunjingnya.
"Anda sakit Pak?"
Tanya Surya yang sedang duduk di meja kerja.
"Gak." Jawab Arkana.
Ring ring ring.
Handphone Arkana berdering, dia pun menjawab telponnya.
"Soal yang tadi, aku pastiin besok juru masaknya udah ganti." Terdengar suara Selly dari seberang sana.
"Oh. Oke. Bagus." Jawab Arkana simple, lalu memutuskan panggilan.
Di lain sisi. Bu Selly mengumpat Arrkana di ruangannya.
"Dasar Arkana kurang ajar, sialan, main matiin aja telponnya. Sumpah! Kenapa punya adik sepupu tengil gini, baru sehari dia disini. Sudah buat aku naik darah."
"Sudah siap belum datanya?" Tanya Arkana
"Hampir. Dikit lagi." Jawab Surya.
"Kalau sudah kirim semua ke email saya, termasuk sale in dan sale out store." Kata Arkana.
"Ngomong-ngomong, buat juga jadwal piket untuk para staf, SPG dan SPB dry food." Lanjut Arkana berbicara.
"Jadwal piket? Untuk apa?" Tanya Surya. Cukup kaget dengan perintah Arkana.
"Suruh mereka bersih-bersih setiap jadwal piket mereka." Jawab Arkana.
"Kan sudah ada cleaning servise pak?"
Jawab Surya cepat.
"Cleaning servise kan bersihin Mall."
Jawab Arkana.
"Saya nyusun ini, agar mereka membersihkan produk-produk yang dipajang di rak setiap hari. Jadi gak ada produk yang berdebu." Jelas Arkana pada Surya sambil duduk.
"Oh begitu. Ya siap." Jawab Surya.
"Oh ya, jangan lupa yang bagian staf. Tugas mereka itu, cek ex date semua produk makanan, setiap akhir minggu dan akhir bulan. Dan suruh mereka buat listnya." Tambah Arkana menjelaskan.
"Baik Pak." Jawab Surya.
__ADS_1
"Pak pak terus. Sejak kapan gue nikah sama nyokab loe!?" Kata Arkana merasa kesal.
"Yah, kan kamu bosnya hehe, terus gue manggil apa dong?." Tanya Surya dengan senyum menyeringai.
"Siapa tau loe tertarik sama nyokab gue." Surya menyeringai. Dengan nada menggoda Arkana.
"Btw nyokab masih sendiri kok." Lanjut Surya lagi. Terus menggoda temannya ini.
"****. Loe mau, jadi anak tiri gue?."
Menunjukan jari tengahnya.
"Haha, Asal kan bokap gue tajir kayak loe, gak masalah." Jawab Surya. Begitu enteng mulutnya bicara.
"Sinting! gue yang ogah jadi bokap loe."
Kata Arkana, kembali memejamkan matanya dan berbaring di sofa lagi.
"Ngomong-ngomong ada masalah apa loe? Sampek pindah tinggal disini?" Tanya Surya. Mencoba menelusuri.
"Kita udah temenan dari SD. Baru kali ini, loe keluar dari rumah." Tambah Surya, merasa khawatir.
"Mama terus-terusan jodohin gue. Seminggu, ada 3 kali jadwal ketemuan. Jadi males di rumah." Jawab Arkana, dengan wajah kusutnya.
"Enak dong." Jawab Surya. Entah itu ledekan atau pujian. Namun Arkana tambah kesal mendengarnya.
"Enak apanya?."
"Yah. Loe gak perlu cari-cari pacar, dan seminggu, bisa ganti pacar 3 kali Ka? Asik lah." Jawab Surya, merasa jika itu menyenangkan.
"Wah loe, emang bener-bener ya. Maniak cewek!." Kata Arkana. Menghela nafasnya. Setelahnya dia membatin.
Bisa-bisanya gue temanan sama dia dari SD. Ada tong sampah gak? gue buang juga nih, orang.
"Haha. Kalau loe gak suka, boleh kasih ke gue kok." Kata Surya. Berjalan mendekati Arkana. Setelah menutup laptopnya.
"Masih punya daftarnya gak?"
Kata Surya lagi. Sambil duduk di sofa dekat Arkana.
"Njirrr. Otak loe main kalau ngomongin cewek ya? Masih ada sama Beni. Nanti loe telpon aja, suruh dia kirim daftarnya lewat email." Jelas Arkana. Merasa malas meladeni.
"Hah, loe emang sahabat gue yang paling top." Kata Surya dengan mengangkat kedua jempol tangannya.
Arkana menanggapi surya dengan santai. Dia masih berbaring di sofa. Surya tampak mengeluarkan rokok dari kantung celananya. Ia pun mulai menuyulut merokok itu. Lalu mengesapnya beberapa kali.
"Terus loe mau sampai kapan kabur dari rumah? Kalau ketauan tante, gue sama Selly yang abis kena marah." Tanya Surya. Setelah membuang asap rokoknya ke udara.
"Tenang aja, gue udah beli Vila baru. Jadi mama gak bakal tau. Lagian sekarang gue ada misi baru."
Jawab Arkana santai, sambil terbangun dari sofa dan mulai duduk.
"Misi? Loe mau buat proyek baru?"
Tanya Surya.
"Iya, pro yek cinta." Jawab Arkana. Dengan menyungging senyum kecil.
"Cin ta? Jadi loe udah mulai jatuh cinta lagi nih? Siapa? Cewek yang tante jodohin ya?" Tanya Surya tanpa henti.
#Bersambung.
__ADS_1
Visual Arkana \= Babang Lee Min ho