
Dengan berat hati dan wajah cemberut, Theo akhirnya bersedia bertukar tempat duduk dengan Arjuna yang memaksa menggusur posisinya di sebelah Cilla.
Belum lagi wajah Cilla dengan puppy eyes-nya menatap Theo dan mengharapkan pengertian kakak sepupu kesayangannya itu.
“Elo nggak nge-prank gue kan ?” tanya Arjuna sambil menatap Theo yang duduk di seberangnya.
“Mau pakai acara tes DNA segala ?” sahut Theo sambil melotot. “Kalau bukan adik sepupu gue, mana mungkin dengan gampangnya gue biarinin elo jadian sama Cilla.”
“Pantas,” sahut Arjuna sambil melengos.
“Pantas apanya ?” tanya Theo sedikit membentak.
“Sama galaknya. Udah kayak bensin kena api langsung nyembur dan nggak mau kalah kalau ngomong,” sahut Arjuna santai.
Bukan hanya Theo yang melotot tapi Cilla juga mendehem sambil menatap Arjuna sambil mendelik.
“Eh maaf sayang, nggak bermaksud begitu,” ujar Arjuna sambil tertawa pelan dan mengusap jemari Cilla yang ada di atas meja.
Erwin dan Boni bahkan Mimi tidak bisa menahan untuk tidak menertawakan tingkah Arjuna yang tidak lagi seperti biasanya.
“Geli loh, Jun,” ejek Luki yang duduk di seberang Anita
Dono yang melihat rekan gurunya itu tertawa pelan sambil geleng-geleng kepala
“Jadi acara makan malam hari ini dibayarin sama Arjuna ?” Pius yang sejak tadi diam, mulai ikut buka suara sambil tertawa.
Arjuna langsung melirik pesanan masing-masing orang yang ada di meja lalu menelan salivanya. Cilla tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah kekasih barunya (duh jadi malu mau nulisnya… kekasih baru oooiiii 😝😝)
“Jangan tega begitu Om Pius. Ini lagi tanggal tua, bisa-bisa Pak Arjuna nangis goser-goser karena dipaksa cuci piring di dapur. Kan kasihan, baru aja meraskan bahagia karena cintanya nggak ditolak mentah-mentah, masa langsung dibuat nangis gara-gara hutangan.”
“Makanya kamu yakin mau terima cowok kere begitu, Cil ?” ledek Theo sambil mencibir.
“Memang masih bisa dibatalkan, kak ?” tanya Cilla memajukan badannya dan seolah tengah berbisik namun tetap terdengar oleh beberapa orang di dekatnya.
“Eh, jangan gampang terpengaruh biar Theo itu kakak sepupu kamu,” Arjuna menarik tubuh Cilla untuk kembali bersender pada kursi. “Dia itu sahabat yang paling suka memprovokasi.”
“Mau gue tarik balik ijinnya ?” tanya Theo sambil melotot.
“Nggak penting elo kasih ijin atau nggak, besok gue bakalan langsung ketemu sama papinya Cilla. Lebih penting ! Soalnya bukan sekedar calon mertua, tapi big boss pemilik sekolah tempat gue mencari nafkah.”
“Eh beneran, Pak ?” Cilla langsung menoleh menatap Arjuna.
“Terus gimana ijin dari walikelasnya ?” Dono menyela ikut bertanya.
“Kalau pemilik sekolah sudah kasih persetujuan, ijin walikelas sudah tidak dibutuhkan,” sahut Arjuna dengan wajah pongah.
“Eehhh mana bisa begitu. Dimana-mana sebelum big boss tandatangan suatu keputusan, perlu diteliti dulu sama pihak-pihak yang berwenang. Jangan harap proposal elo disetujui tanpa paraf dari gue,” balas Dono tidak mau kalah.
“Memangnya elo ada niat menghalangi cinta tulus gue sama Cilla ?”
Bukan hanya para sahabat Arjuna dan pasangan mereka yang langsung terbahak mendengar gombalan receh Arjuna, bahkan Cilla ikut terbahak sambil memegangi perutnya.
“Kamu kok ikut menertawakan aku sih ?” omel Arjuna sambil menatap Cilla dengan wajah cemberut.
“Lagian bapak tuh ngomongnya lebih dari anak SMA. Alay, lebay, receh juga,” ledek Cilla masih dengan tawanya.
Arjuna hanya terdiam dan masih menekuk wajahnya.
__ADS_1
“Asli Jun, kelakuan elo benar-benar gila melebihi saat SMA dulu waktu nguber Luna, ” ledek Mimi yang duduk di seberang Erwin.
“Eh jangan bawa-bawa nama mantan dong,” ujar Luki.
“Jangan khawatir Om,” Cilla yang menyahut. “Nggak mempan sama mantannya Pak Arjuna. Saya sudah terbiasa diperlakukan kejam sama mantan kakak tiri itu.”
“Eh maksud kamu apa, Cil ?” Mimi langsung mengerutkan dahinya.
“Luna itu Mia, mantan kakak tiri saya, Kak Mimi.”
“Oooo jadi kamu adik tiri yang pernah diceritakan sama Luna ? Ya ampun Cil, kata pepatah kalau dunia memang tidak selebar daun kelor itu beneran ya ?”
Cilla mengangguk sambil tertawa mendengar ucapan Mimi.
“Kamu kok bisa tahu kalau Luna itu Mia mantan kakak tiri kamu ?” tanya Theo dengan wajah penasaran.
“Ketemu di café, Kak. Itu juga nggak sengaja.”
“Dan kejadian kiss kiss itu sengaja gue lakukan di depan Luna dan Amanda,” ujar Arjuna dengan wajah bangga.
Cilla hanya menutup wajahnya sebelah dengan telapak tangannya. Entah sudah beberapa kali Arjuna mengucapkan dengan nada bangga kalau ia sudah berhasil mencium Cilla.
“Tunggu,” suara Luki yang cukup kencang membuat semuanya mendadak diam dan menoleh ke arahnya. “Kalau elo adik tirinya Luna, jangan-jangan elo anak kecil yang nangis di pinggir jalan karena habis dimarahi setelah kejadian Luna jatuh di depan rumahnya ya ?”
“Kok Om Luki tahu ?”
“Eh beneran kamu anak kecil yang menangis ditinggal sendirian sama mamanya Luna ?” Arjuna ikut bertanya sambil mengernyit.
“iya aku anak kecil yang menangis karena disalahkan oleh mantan mama tiriku. Kok Om Luki dan Pak Arjuna tahu ?” Cilla ikut mengerutkan dahinya.
“Tuh gara-gara pacar kamu yang terlalu tergila-gila sama Luna,” sahut Luki sambil mencibir.
Yang lainnya juga ikut menunggu penjelasan Luki karena tidak pernah mendengar cerita tentang masalah Luki dan Arjuna bertemu Cilla yang masih bocah. Bahkan Mimi yang sempat menjadi sahabat Luna tidak tahu perisitiwa itu. Arjuna hanya diam saja dan membiarkan Luki yang bercerita.
“Gara-gara Luna pulang dibonceng sama Rian, cowok idola di sekolah, Arjuna maksa gue untuk boncengin dia mengintai Luna. Ternyata Rian langsung mengantarnya pulang . Entah bagaimana ceritanya, mereka sempat berdebat dan belum sampai Luna turun dengan sempurna, Rian langsung melajukan motornya dengan kecepatan penuh. Akhirnya bisa langsung ditebak, Luna langsung jatuh ke aspal, untung saja nggak sampai kena kepalanya. Arjuna udah mau langsung turun dan mendekati Luna aja, tapi gue larang. Nggak lama, ada bocah perempuan datang yang berusaha membantu Luna dan berteriak minta tolong karena menyangka Luna meninggal. Terus mamanya Luna datang dan langsung mendorong bocah kecil itu untuk menolong Luna yang sudah bisa bangun dan duduk di atas aspal tapi sepertinya terkilir . Kita berdua lihat kalau mamanya Luna memaki-maki Cilla, bahkan meninggalkannya sendirian. Arjuna mau turun lagi untuk mendekati bocah yang nangis sambil duduk di atas trotoar, tapi niatnya batal karena ada bocah lelaki lain bersama ibunya yang datang menghampiri bocah perempuan itu.”
“Ya ampun Jun, ternyata memang hati elo itu sudah tersentuh sama bocah dari dulu. Makanya mau dijodohkan atau cari sendiri, memang udah suratan elo dapatnya bocah,” ledek Boni sambil tertawa.
“Asal jangan pedofil,” timpal Dono sambil terkikik.
“Eh si**lan lo !” omel Arjuna. “Mana ada tampang gue kayak pedofil.”
“Ternyata oh ternyata…. Cintaku sudah dipatok sejak SMA,” ujar Erwin dengan gaya dramanya.
“Jadi bocah cowok yang menghampiri kamu itu Jovan ?” tanya Arjuna sambil menatap Cilla.
“Jovan ?” Dono mengerutkan dahinya. “Jovan si ketos tampan itu ? Yang bilang ke orang-orang kalau kamu itu cintanya sejak kecil ?”
“Wah tahu aja ceritanya, Pak Dono,” ujar Cilla sambil mengangguk dan tertawa.
“Untung jodohnya sama aku yang melihat kamu dengan rasa kasihan dari jauh, bukan sama tuh bocah kepedean yang membantumu saat nangis di trotoar, “ gerutu Arjuna.
“Itu masalah keberuntungan aja, Pak,” sahut Cilla sambil mencibir.
Saat mereka tengah berbincang , seorang pelayan datang membawakan kantong kresek hitam yang diminta Theo.
“Sudah.. daripada membahas masa lalu yang sudah tidak bisa diputar ulang kayak drama korea, lebih baik kalian kumpulin uang sumbangan buat Arjuna,” ujar Theo sambil memberikan kantong kresek hitam pada Boni untuk diedarkan.
__ADS_1
“Maksud lo apaan ?” nada Arjuna sedikit emosi menatap Theo sambil mengernyit.
“Jangan pura-pura lupa sama kesepakatan kita. Banyak saksi yang dengar ucapan elo pas di Semarang,” sahut Theo dengan tatapan mengejek.
Dono yang langsung teringat dengan ucapan Arjuna padanya saat kedatangan Theo di sekolah, langsung mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan selembar uang limaribuan.
“Sumbangan buat beli sabun sekilo sama parfum segalon,” ujar Dono sambil tergelak dan memasukan uang limaribuan ke dalam kantong kresek.
“Kesepakatan apalagi, Kak ?” Cilla menatap Theo sambil mengernyit.
“Arjuna bersedia mengadakan ritual siraman air selokan kalau sampai dia jatuh cinta sama kamu, Cil. Dan waktu Dono mengingatkan, Arjuna dengan suka rela menerima nasibnya sambil bilang tinggal beli sabun sekilo.”
Para sahabat lainnya langsung tergelak, bahkan Pius yang hanya mendengar masalah itu lewat cerita para sahabatnya, ikut tertawa. Hanya Anita dan Wiwik yang terlihat sedikit bingung karena tidak tahu banyak tentang kesepakatan para pria itu.
“Beneran, Pak ?” Cilla memiringkan badan dan menatap Arjuna sambil mengangkat sebelah alisnya.
Arjuna menghela nafas dan dengan wajah pasrah mengangguk. Bukannya merasa kasihan Cilla malah ikut terbahak bersama para sahabat Arjuna. Pria itu langsung menoleh menatap Cilla dengan wajah kesal.
“Kok kamu malah mendukung niat para sahabat laknat ini ? Kamu nggak kasihan kalau sampai kejadian, pacar kamu bakalan bau, kotor dan lengket ?” omel Arjuna dengan wajah cemberut dan bibir maju lima centi.
“Kenapa harus kasihan ? Kan bapak sendiri yang berikrar. Mau saya bilang pecundang ? Lelaki yang berani berjanji tapi takut menepati ? Kalau beneran begitu, saya akan pikir dua kali untuk menjadikan Pak Arjuna pacar saya. Jangan-jangan baru sehari jadi pacar, besok saya sudah berganti status jadi mantan pacar,” ledek Cilla sambil mencibir.
“Haiiss bikin hati saya langsung sakit kamu membiarkan saya di-bully.”
Cilla kembali ke posisi duduk semula dan mengambil kantong kresek lalu mengeluarkan uang Dono dan mengembalikan kepada pemiliknya.
“Sebagai bukti dukungan pada pacar baru saya yang harus menelan pil pahit karena ucapannya sendiri, dengan suka rela saya akan membelikan sabun paling mujarab dan wangi biar pacar saya nggak terus-terusan bau dan dan lengket. Kalau perlu saya tambahkan dengan rendaman air kembang, ” ujar Cilla sambil tertawa.
“Cilla !” protes Arjuna.
“Saya dengan rela akan menjadi penonton dan pendukung om-om semua. Tapi dengan satu syarat,” Cilla berhenti sejenak sambil melirik Arjuna yang ikut menatapnya dengan wajah cemberut.
“Acara siramannya dibuat pas liburan panjang aja, soalnya kasihan kalau sampai guru matematika kesayangan para murid ini harus diusir dari kelas karena terlalu bau,” ujar Cilla sambil terkekeh.
“Cilla !” protes Arjuna kembali.
“Kalau pas liburan, saya dengan senang hati tidak bertemu dengan Pak Arjuna sampai baunya benar-benar hilang dan wajahnya kinclong lagi seperti pantat wajan yang baru digosok.”
“Cilla kamu tuh benar-benar tega sama pacar sendiri ya ! Itu sama saja dengan KDRT, “ protes Arjuna dengan wajah cemberut.
“Kenapa ? Sayangku keberatan ? Kalau iya, dengan senang hati saya langsung membatalkan jadian kita biar Sayang tidak perlu menjalankan acara siraman itu,” ujar Cilla sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.
“Kamu barusan bilang apa ?” wajah Arjuna yang tadi cemberut langsung berubah secepat kilat menjadi putih bersih dan bersinar.
“Saya yakin bapak belum tuli untuk mendengar ucapan saya, soalnya saya ini bukan televisi yang bisa menayangkan siaran ulang.”
Arjuna tidak lagi marah dan hanya mengangguk -angguk sambil senyum-senyum bahagia. Sontak semua sahabatnya kembali terbahak melihat kelakuan guru matematika yang biasanya tegas dan berwibawa itu berubah menjadi seperti anak kucing yang sedang dielus-elus kepalanya.
Lebay dan menggelikan, namun ternyata jadi hiburan yang mengasyikkan.
Arjuna membiarkan para sahabat yang duduk di situ masih menertawakannya habis-habisan. Wajahnya terus menorehkan senyum kebahagiaan dan terlihat berbinar, cocok untuk jadi bintang iklan sabun cuci muka ternama.
Bagaimana hati tidak langsung melambung bahagia karena bukan hanya dipanggil Cilla dengan sebutan sayang, tapi pacar barunya itu membiarkan Arjuna menggenggam jemarinya bahkan tangan Cilla balas menggengam tangan Arjuna.
Juna, Juna… Semoga elo benar-benar jodohnya Cilla, batin Theo sambil tersenyum bahagia.
Apalagi saat ini raut wajah adik sepupunya itu terlihat gemoy karena terus tersenyum dan sedikit tersipu mendapat perlakuan Arjuna yang sedikit alay dan lebay.
__ADS_1
Awas aja kalau elo berani menyakiti adik kesayangan gue, bukan cuma kan kukejar dikau sampai ke lubang semut, tapi bakal gue kuliti sampai tinggal tulang dan kentut, lanjut Theo dalam hatinya.