Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
#1# Wilden Afando


__ADS_3

 


"Kau harus menikah denganku!"


"Tidak! Mengapa aku harus menikah denganmu?"


"Tidak ada pilihan lain, jika kamu menolak, aku bisa saja membuatmu berhenti dari kuliahmu dan menuntutmu karena telah mempertaruhkan nyawa orang lain."


"Tidak adakah cara lain? aku masih kuliah, dan aku belum siap untuk menikah."


"Tidak ada penolakan! secepatnya kita akan menikah, jadi bersiap-siaplah."


"Hey tunggu! Kau tidak bisa seenaknya memutuskan."


Mela terduduk lesu di lorong rumah sakit. rduduk lesu di lorong rumah sakit. Bagaimana mungkin diumurnya yang masih muda ia harus menikah, ditambah lagi ia harus menikah dengan seorang duda. Entah pernikahan macam apa yang nanti akan dijalaninya. Pernikahan tanpa cinta.


"Arghh...., mengapa takdir begitu buruk mempertemukanku dengan lelaki semacam dia?" kata Melah dengan raut marah.


 

__ADS_1


~~ Di Hari Pernikahan ~~


 


Sosok itu mematut dirinya di depan meja rias, matanya menatap lesu pada bayangan seorang gadis yang tengah mengenakan baju pengantin berwarna putih dengan make up yang lumayan tebal, untuk menutupi lingkarang hitam yang ada di sekeliling matanya. Gadis dalam bayangan itu tampak terlihat dewasa dari pada biasanya. Rambutnya disanggul rapi dengan penjepit rambut yang sederhana namun tetap terlihat elegan. Kebaya putih panjang yang sedikit mengekspos pundaknya, membalut tubuhnya yang ramping. Namun, berisi dengan sempurna.


Tidak ada yang spesial dari baju pengantin yang dipakainya, hanya saja saat Mela yang mengenakan gaun pengantin itu, gaun tersebut tampak begitu pas dan cantik membalut tubuhnya.


Lagi-lagi suara helaan nafas terdengar dari mulut gadis tersebut, lebih tepatnya seorang wanita setelah ia resmi menikah sebentar lagi. Sedikit pun tidak terpikir di benak Mela bahwa ia akan menikah semuda ini. Jika saja diizinkan, saat ini ia sangat ingin kabur dan melarikan diri dari acara pernikahan ini.


 


Tapi ia tidak boleh egois dan memikirkan diri sendiri, sementara di luar sana ada seseorang yang dengan begitu berharap mengingikannya menjadi penyemangat hidupnya. Mau tidak mau ia harus tetap menjalankan pernikahan ini, demi kesembuhan anak itu. Ya, harus.


 


"Oh Mela... lihatlah, hari ini kamu sangat cantik sayang. Mama tidak menyangka kamu akan menikah secepat ini."Mama Mela atau yang biasa dipanggil Rena Hailend, memeluk Mela dengan erat, hingga membuat Mela ikut terhanyut dalam pelukan hangat ibunya yang sangat ia sayangi.


 

__ADS_1


 


" Mama berdoa semoga kamu bahagia bersama suamimu nanti sayang."


"Ya, semoga saja."


 


Mela hanya bisa tersenyum paksa di hadapan mamanya, karena yang mamanya tahu Mela menikah dengan orang yang di cintainya. Berbanding terbalik dengan kenyataan yang sebenarnya, Mela menikah bukan atas dasar cinta, akan tetapi sebuah keharusan yang tidak bisa disangkalnya.


 


Flashback


 


Saat Mela kembali ke taman, ia melihat seorang anak kecil yang hendak terserempet motor. Mela yang terkejut segera berlari ke arah anak tersebut dan berniat menolongnya. Tapi naas, saat Mela berniat menolong anak itu, ternyata motor yang melintas begitu kencang, membuat Mela secara refleks mendorong anak itu ke arah pinggiran trotoar. Untunglah tidak ada hal fatal yang disebabkan dari kecelakaan tadi. Tapi Mela tidak menyangka bahwa perbuatannya yang ingin menyelamatkan anak itu malah berujung fatal.


Dokter mengatakan sewaktu Mela mendorong anak tersebut, ternyata bagian pinggang anak tersebut membentur pinggiran trotoar dengan cukup keras. Hingga menyebabkan ginjal di sebelah kiri anak tersebut yang memang pada dasarnya kurang berfungsi secara sempurna harus segera di operasi secepat mungkin. Jika tidak, maka akan berakibat fatal pada keselamatan anak itu.

__ADS_1


 


 


__ADS_2