
"Melaaa!"
Seketika Mela langsung menghentikan langkah kaki nya dan menoleh pada sumber keributan yang memanggil nama nya dengan keras di pagi hari ini.
"Cindy, please deh enggak usah teriak-teriak." Omel Mela pada si biang keributan yang tak lain adalah sahabat nya sendiri, Cindy.
"Hehe.. gue kan kangen sama lo Sya. Lagian lo sih enggak ada kabar nya selama seminggu lebih, ke mana aja sih sampai lama banget?" Tanya Cindy dengan ekspresi ingin tahu nya pada Mela.
"Kan udah gue bilang, gue lagi ada urusan keluarga," jawab Mela santai agar Cindy tidak merasa curiga.
"Urusan keluarga apaan sih?"
"KEPO!" Mela lantas berlalu pergi meninggalkan Cindy sebelum sahabat nya itu
akan semakin memberondong nya dengan
berbagai petanyaan untuk memuaskan rasa keingin tahuan nya yang sangat tinggi.
"Laa lo kok ninggalin gue sih." Ujar Cindy sambil berlari mengejar Mela yang pergi mendahului nya.
__ADS_1
"Udah deh ayo buruan, keburu class meeting di mulai." Mela segera menarik tangan Cindy untuk memasuki ruang aula yang menjadi tempat pertemuan untuk membahas masalah koas.
Kini class meeting usai di laksanakan dan para mahasiswa mahasiswi yang akan mengikuti magang tersebut kini telah keluar dari gedung aula.
Cindy dan Mela saat ini juga telah keluar dan memutuskan untuk ke kantin sekedar mengisi perut setelah mendengarkan ceramah panjang kali lebar yang di ucapkan ketua yayasan mau pun dosen dalam acara class meeting tadi.
Di tengah perjalanan menuju ke kantin, langkah kaki Mela kembali terhenti saat salah seorang mahasiswi datang menghampiri nya.
"Mela, lo di panggil Mr.Reymon di suruh ke mangan kata nya," ujar mahasiswa yang di ketahui Mela bernama Fani tersebut.
"Oke, thank's. Gue akan ke sana."
Perhatian Mela kembali terusik saat kini sahabat nya Cindy tampak menyikut-nyikut lengan nya dengan tatapan meminta penjelasan.
Setelah mengucapkan hal tersebut Mela segera beranjak meninggalkan Cindy yang kembali menghentakkan kaki nya merasa
kesal dengan tingkah Mela.
Di mangan Mr.Reymon saat ini Mela mengetuk pintu uang Mr.Reymon sebelum akhir nya masuk ke dalam nya setelah
__ADS_1
mendapat ijin masuk.
"Permisi pak, Anda memanggil saya?" Tanya Mela hati-hati.
"Iya, saya hanya ingin meminta berkas-berkas yang saya butuhkan sebagai syarat sebelum kamu memulai koas dan menjadi asisten pribadi saya.
"Ah iya pak, kebetulan saya membawa berkas-berkas nya."Jawab Mela yang segera membongkar isi tas nya dan mengambil berkas yang di maksud nya.
"Ini pak,
"Sebentar" ketika Mela hendak menyerahkan berkas persyaratan koas-nya, tiba-tiba Mr.Reymon mendapatkan panggilan telepon yang membuat Mela mengurungkan nya sementara Mr.Reymon masih mengangkat telepon nya.
"Mela seperti nya saat ini saya harus segera ke rumah sakit, bagaimana kalau kamu ikut dengan saya ke rumah sakit dan
menyerahkan nya secara langsung pada pihak rumah sakit proposal koas kamu," Ujar Mr.Reymon setelah selesai mengangkat telepon nya.
"Tapi pak.."
"Dan anggap saja ini sebagai latihan sebelum kamu menjadi asisten pribadi saya nanti." Potong Mr.Reymon sebelum Mela melayangkan protes nya.
__ADS_1
"Saya..
"Sebaik nya kita segera ke rumah sakit. pasien saya sedang membutuhkan pertolongan." tak mau mendengar kalimat protes yang kembali akan di lontarkan Mela, Mr.Reymon segera menarik tangan Mela menuju ke arah parkiran dan membawa nya melaju menuju rumah sakit Cahaya Mulia.