
Wilden pulang dalam keadaan yang kusut, ketika memasuki tumah ia mendapati suasana rumah yang sepi.
Kemudian ia memutuskan untuk ke kamar nya guna membersihkan diri Setelah tadi mengantarkan Lena dan kembali ke kantor nya untuk mengambil beberapa berkas yang di butuhkan nya untuk menangani kasus sidang perceraian Lena dengan suami nya.
Suasana kamar yang temaram langsung terlihat saat Wilden melangkahkan kaki nya memasuki kamar.
Wilden kembali menutup kamar nya dan secara perlahan melangkahkan kaki nya mendekati ranjang yang terdapat Mela tengah tertidur dalam
keadaan meringkuk memeluk guling.
Wilden membiarkan suasana kamar tetap dalam keadaan temaram, tanpa ada niatan menyalakan lampu untuk menerangi kamar nya.
Perlahan tapi pasti Wilden mulai mendekati ranjang dan duduk tepat di sisi ranjang. la terdiam memandang lurus wajah damai Mela yang tertidur pulas. Tangan nya terulur untuk merapikan helaian rambut Mela yang menutupi wajah damai nya.
__ADS_1
'Cantik.' batin Wilden tanpa sadar
mengatakan nya.
Tangan Wilden perlahan mulai mengambil guling yang tengah di peluk Mela dan menaruh nya tepat di samping kiri Mela. Kemudian Wilden membenarkan letak posisi tidur Mela yang semula meringkuk menjadi terlentang, kemudian juga membenarkan letak selimut hingga menutupi tubuh Mela mencapai leher nya.
Setelah nya Wilden kembali terdiam, ia kembali menatap lurus wajah Mela dengan tatapan yang melembut berbeda dengan tatapan datar dan cuek yang biasa di tunjukkan nya pada Mela.
Tangan nya yang besar menyentuh pipi Mela dengan lembut, sesekali ibu jari nya menekan kening Mela yang berkerut mungkin karena gadis itu tengah memimpikan suatu hal dalam tidur nya.
Selama beberapa saat Wilden terpaku menatap bibir ranum Mela, bibir yang pernah di rasakan nya walau hanya sekali.
Bibir yang mampu membuat nya tidak bisa tertidur semalaman setelah insiden ciuman tak terduga itı. Meski begitu Wilden tidak pernah menyesali kejadian itu, entah mengapa.
__ADS_1
Apa lagi setelah Wilden menyadari bahwa itu adalah ciuman pertama Mela, melihat dari respon dan sikap gadis itu setelah Wilden mencium nya. Entahlah, mendapati kenyataan bahwa Wilden menjadi lelaki pertama yang mencuri ciuman Mela membuat Wilden merasa senang sekaligus merasa menjadi lelaki brengsek saat itu juga.
Bagaimana tidak, ia mengingat dengan jelas saat itu bagaimana dengan tidak berperasaa nya ia merengut kebebasan gadis itu agar menadi istri nya di usia nya yang masih muda dengan sebuah ancaman.
Tapi sekali lagi Wilden sama sekali tidak menyesal telah menarik Mela ke dalam sebuah ikatan pernikahan. Meskipun hampir
setiap malam ia harus mati-matian menahan
hasrat brengsek nya sebagai laki-laki normal
yang tidur seranjang dengan Mela.
Maka dari itu ia tidak ingin terlalu menciptakan suatu kedekatan yang cukup
__ADS_1
intens agar ia tidak sampai kehilangan kendali diri nya atas Mela. la tidak ingin melakukan hal lebih terhadap Mela, sebelum ia mengetahui dengan pasti bagaimana perasaan nya saat ini. la tidak ingin menjadikan Mela hanya sebagai alat pelampiasan hasrat semata.
Sudah cukup ia bertingkah brengsek dengan menyeret paksa gadis itu ke dalam ikatan pernikahan dengan nya dan Wilden sama sekali tidak ada niatan untuk menyakiti gadis itu lebih dalam lagi dengan hasrat brengsek nya.