
Sementara Wilden tetap bersikap seperti biasa nya cuek dan datar saat hanya bersama Meisya, akan tetapi berubah menjadi hangat saat bersama dengan Lila dan Mela.
Semenjak Wilden mengajak Lena berbicara di luar ruangan Lila, semenjak itu pula Lena tidak lagi menampakkan batang hidung nya.
Dan entah mengapa justru Mela merasa
sedikit lega, entah lega untuk alasan apa Mela
tidak mengetahui nya.
Hari ini tepat seminggu semenjak Lila di rawat di rumah sakit, sehingga sekarang Lila sudah diperbolehkan pulang ke rumah oleh dokter. Dengan catatan Lila tetap harus banyak istirahat dan tidak di perbolehkan untuk melakukan aktivitas bermain seperti teman-teman nya yang dapat membuat Lila kelelahan.
Raut wajah ceria tampak selalu tersungging di bibir mungil Lila, ia begitu senang karena akhir nya bisa pulang lagi ke rumahnya.
Saat ini Mela tengah membereskan barang-barang Lila selama berada di rumah sakit, sementara Wilden saat ini tengah mengurus administrasi sebelum memutuskan untuk pulang.
Dengan senyum yang tak pernah lepas dari
sudut bibir Mela, ia kini beranjak duduk di
samping ranjang rawat Lilaa yang telah mengganti baju nya dengan baju rumahan bergambar barbie.
__ADS_1
Suara pintu yang terbuka membuat Mela semakin menyunggingkan senyum lebar nya saat berpikir bahwa saat ini Wilden telah kembali dan mereka akan segera pulang dari rumah sakit.
Akan tetapi senyuman lebar Meisya harus pudar saat mendapati seseorang yang tidak di harapkan nya, sebisa mungkin Mela tetap menyunggingkan senyum untuk tetap menjaga kesopanan pada tamu yang tidak di sangka nya.
Wanita tersebut perlahan mulai memasuki ruang rawat Lilaa tak lupa dengan senyuman manis yang selalu tersungging di bibir nya, di tambah lagi dengan lesung pipi yang semakin menambah kesan cantik yang melekat pada diri nya.
"Hai Lilaa, tante membawa hadiah untuk kamu."
Lena memberikan sebuah boneka barbie dengan rambut berwarna pirang yang langsung di sambut Lila dengan antusias.
"Yey Lila dapat barbie! Makasih tante, Lila suka sekali sama boneka barbie."
Ujar Lila semangat sambil memeluk erat
"lya, sama-sama sayang."
Entah mengapa saat melihat kedekatan antara Lila dan Lena seolah membuat Mela merasakan perasaan tidak rela, sekuat tenaga ia berusaha menekan perasaan sesak yang
mengimpit dada nya.
Setelah beberapa saat kemudian, baru lah Lena menoleh kepada nya dengan ekspresi terkejut, seolah tidak menyadari keberadaan Mela yang telah berdiri di samping Lila sedari tadi.
__ADS_1
"Ah maaf, aku terlalu asyik berbicara dengan Lila sampai aku melupakan keberadaan mu."
Lena memasang ekspresi menyesal dengan tak lupa tetap menampilkan senyum manis nya.
" Kita belum berkenalan kan.perkenalkan aku Lena."
"Mela."
Meisya membalas uluran tangan Lena dan ikut menyunggingkan senyuman nya.
"Oh iya di mana Afan? Aku sedari tadi
belum melihat nya."
"Ah.., apa maksud mu kak Wilden? Dia sedang mengurusi biaya administrasi Lila."
Suara pintu yang di buka sontak membuat
Mela dan Lena kompak menoleh ke arah
pintu begitu mendengar suara pintu yang terbuka.
__ADS_1
"Afan? Akhir nya kau kembali, aku mendengar bahwa hari ini Lila akan pulang dari rumah sakit, jadi aku sengaja datang kesini sekaligus membawa>...
"Bisa kah kita tidak membahas nya sekarang Lena, aku akan segera membawa Lila kembali ke rumah."