Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
#29# "Maaf"


__ADS_3

Berulang kali Wilden ingin menyangkal bahwa secara perlahan kehadiran Mela mulai berpengaruh dalam hidup nya. Karena setiap apa yang dilakukan Mela selalu berhasil menarik perhatian Wilden.


Entah itu ketika melihat interaksi Mela dengan Lila atau pun ketika Wilden melihat betapa cekatan nya Mela saat memasak di dapur.


Segala tindak tanduk gadis itu tanpa sadar selalu menarik perhatian Wilden, meski ia tidak pernah menunjukkan rasa tertarik nya secara langsung di depan Mela.


Seulas senyum tampak muncul di bibir Wilden mengingat setiap hal yang di lakukan


Mela, sebelum akhir nya Wilden beranjak ke


kamar mandi untuk membersihkan diri nya yang terasa lelah sepulang nya dari kantor pengacara.


Tak lama kemudian kini Wilden telah memakai piyama tidur nya dan menyandarkan tubuh nya pada sandaran kasur. Sekali lagi ia memandang wajah damai Mela.


Entah mendapat bisikan dari mana, secara perlahan Wilden mulai menundukkan badan nya untuk mengecup kening Mela dalam. Lalu Wilden mengecup kedua mata Mela yang terpejam secara bergantian.

__ADS_1


Tak merasa cukup hanya sampai di situ, kini


tatapan mata Wilden kembali terfokus pada


bibir ranum Mela.


Meski agak merasa ragu, perlahan tapi pasti Wilden kembali mendekatkan wajah nya pada wajah Mela dan menempelkan bibir nya pada bibir ranum Mela. Awal nya hanya sebatas menempel sebelum akhir nya keinginan lain nya muncul untuk kembali ******* bibir ranum Mela.


Mela pun yang awal nya tertidur mulai merasa terusik akibat Wilden yang mencium nya dan perlahan ketika mata Mela terbuka, barulah kedua bola mata Mela membelalak kaget saat mendapati Wilden yang tengah mencium nya.


Mela berusaha mendorong dada bidang Wilden dengan sisa tenaga nya, meski hasil nya sia-sia. Mela terus memberontak saat Wilden tak kunjung melepaskan ciuman sepihak nya pada Mela.


pemberontakan nya.


Tubuh Mela terasa kaku, pikiran nya terlalu bingung mencerna apa yang tengah terjadi.

__ADS_1


"Maaf karena telah mengingkari janji ku.


Maaf!" Wilden kembali berkata tepat di depan


bibir Mela yang agak membengkak.


Sementara Mela tetap tak bergeming, pikiran nya masih terasa sulit untuk mencerna setiap kata yang di ucapkan Wilden pada nya. Seolah nyawa nya yang baru terbangun dari tidur nya tadi masih mengambang belum terkumpul sepenuh nya Merasakan keterdiaman Mela, secara perlahan Wilden kembali menggerakkan bibir nya ******* bibir Mela dengan lembut berbeda dengan ciuman nya yang menggebu seperti sebelum nya.


Mela awal nya ingin kembali memberontak saat Wilden kembali mencium nya, akan tetapi salah satu tangan Wilden kini mencengkeram tangan Mela dan mengarahkan nya menuju dada bidang nya yang kini tengah berdebar dengan cukup keras.


Mela dapat merasakan debaran jantung Wilden tak kalah keras nya dengan debaran jantung nya, perlahan mulai menyerah dan membiarkan ketika Wilden menciumi nya dengan lembut.


Tak beberapa lama kemudian, Wilden akhir nya melepaskan ciuman nya dan memejamkan mata nya yang sayu dengan


menempelkan kening nya pada kening Mela.

__ADS_1


"Maaf!" Sekali lagi Wilden mengucapkan kata maaf pada Mela dengan suara serak nya sebelum akhirnya menarik Mela ke dalam pelukan nya dan menenggelamkan wajah Mela dalam dada bidang nya.


"Tidurlah!" Ucap Wilden dan mencium puncak kepala Mela dengan sayang.


__ADS_2