Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
#39# Membuka Hati


__ADS_3

"Apa ini berhubungan dengan rumah tangga mu?" Reina Holand tetap berkata dengan sorot mata lembut nya, berusaha memahami suasana hati putri satu-satu nya.


Mela tetap diam, ia tak mampu berkata-kata karena apa yang di katakan mama nya memang benar adanya. Reina yang menyadari kegundahan hati putri nya hanya menghela napas pelan dan tetap mengelus rambut putri nya dengan sayang.


"Apa pun yang menjadi masalah kamu saat ini, lebih baik jangan hanya kamu pendam sendiri Mel. Karena saat kamu sudah mengatakan siap untuk menikah, saat itu pula kamu harus siap untuk menanggung segala konsekuensi dari keputusan yang telah kamu ambil."


Mama Mela berhenti sejenak untuk menunggu respon dari Mela sebelum kembali melanjutkan


"Bicarakan semua masalah kamu secara baik-baik dengan suami mu, jangan sampai kamu membuat keputusan sepihak tanpa kamu memikirkan konsekuensi dari tindakan mu. Karena setiap rumah tangga pasti akan ada masalah yang mengguncang. Itu semua tergantung dari bagaimana kamu menyikapi dan melewati semua permasalahan itu.


Mela kembali termenung, mencerna setiap kata yang di ucapkan mama nya. la tau bahwa apa yang di katakan mama nya memang benar adanya, tidak seharus nya ia menyimpan semuanya sendirian.


la harus mengatakan nya pada Kak Wilden dan sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan dalam rumah tangga mereka agar tidak semakin runyam.


Wilden kini melajukan mobilnya menuju rumah nya, entah mengapa ia saat ini sangat ingin melihat Mela istri nya. Menyebut kata istri, entah kenapa membuat Wilden tersenyum tipis mengingat apa yang dilakukan nya kemarin pada Mela.

__ADS_1


la kini memang telah memutuskan mulai membuka hati nya untuk Mela Menurut nya tidak sulit untuk Wilden membuka hati pada seorang Mela, dari segi fisik gadis itu sudah cantik, dan dari segi sifat kecantikan itu juga mewakili hati nya.


Wilden segera memasuki rumah nya dan berharap Mela telah berada di dalam rumah menunggu nya. Tapi yang didapatvnya hanya keheningan dalam rumah. Menengok jam tangan nya yang kini telah menunjukkan jam 17.05 sore.


' Mungkin Mela masih tertidur di kamarnya,'


Pikir Wilden gamang dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamar nya. Tapi lagi-lagi yang didapat nya kosong, membuka kamar mandi dan hasil nya tetap sama. Nihil.


' Tidak mungkin Mela masih dikampus,


mencoba menghubungi Mela, akan tetapi hanya suara operatorlah yang menyahuti sambungan telepon nya.


Dengan sedikit menghembuskan napas kesal Wilden kembali menghubungi Mela lagi dan lagi dan hasil nya pun tetap sama. Bahkan Wilden juga sudah mengirimi pesan pada Mela yang menanyakan dimana keberadaan gadis itu.


Wilden kini mulai merasa gusar, seluruh ruangan dalam rumah nya kini dikunjungi Wilden untuk mencari keberadaan istri nya.

__ADS_1


Akan tetapi hanya keheningan yang menyapa.


"Assalamualaikum Ma, hari ini Wilden titip Lila di rumah Mama bisa?"


"Tidak ada apa-apa Ma, apa Lila baik-baik saja di sana?"


. "


"Terima kasih Ma, Waalaikumsalam."


Wilden mengakhiri sambungan telepon nya dan kini satu tempat mulai melintas dalam benak Wilden.


Mungkinkah....


Dengan segera Wilden kembali ke kamar nya dan mengambil kunci mobil sebelum segera bergegas menuju satu tempat yang sangat memungkinkan keberadaan Mela saat ini berada.

__ADS_1


__ADS_2