Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
#7# Adik-adik Bayi


__ADS_3

Lila tersenyum senang, mendapati bahwa akhir nya dia bisa memiliki keluarga yang utuh sama seperti teman-teman nya yang lain.


Tatapan mata Mela kini tertuju pada tautan tangan Wilden yang masih menggenggam jemari nya dengan erat.


Setelah Wilden menyadari bahwa sedari tadi ia masih menggenggam tangan Mela dengan erat, perlahan ia melepaskan genggaman tangan nya dan mengalihkan perhatian nya pada Lila.


"Lila senang deh, akhir nya Lila punya Mama sama Papa. Lila senang, akhir nya kak Mela bisa jadi mama Lila


"Iya sayang, Papa juga bahagia kalau kamu bahagia."


Wilden tersenyum pada Lila yang seketika membuat Mela terpana. Bagaimana tidak, selama ini yang Mela tau Wilden adalah pribadi yang dingin, cuek, dan datar sifat nya.


Tapi ia akan tampak berbeda dan memberikan perhatian berlebih pada seseorang yang begitu ia sayangi, seperti yang Mela lihat saat ini.

__ADS_1


Perlahan, Mela berjalan ke sisi lain tempat Lila berbaring saat ini dan menggenggam sebelah tangan Lila dengan erat. Tak lupa memberikan ciuman sayang di kedua pipi gembul Lila, membuat Lila tertawa senang.


"Lila sayang, Mama mau kamu berjanji satu hal sama Mama dan Papa, kamu mau?"


Lila dengan mata bulat nya perlahan mengangguk patuh pada Mela, membuat Mela melirik Wilden sebentar sebelum akhir nya melanjutkan perkataan nya.


"Mama sama Papa mau Lila berjanji, kalau Lila akan bisa dan kuat menjalani semua ini. Agar kita bisa berkumpul bersama dan menjadi Keluarga kecil yang bahagia. Mama, Papa dan Lila, janji!"


Mela mengulurkan jari kelingking nya ke arah Lila, akan tetapi tidak ada balasan dari Lila membuat Mela yang tadi nya tersenyum, kini perlahan memudarkan senyum nya mendapati respon Lila. Wilden pun tak kalah gusar nya mendapati respon Lila yang hanya diam saja.


"Lila..,"


"Kenapa hanya Mama, Papa, sama Lila? Adek bayi nya mana? Lila kan mau punya adik bayi kayak teman-teman Lila."

__ADS_1


Perkataan polos yang di ucapkan Lila seketika mampu membuat Mela dan Wilden menghela napas lega, karena pasal nya pikiran mereka tadi bahkan terlalu buntu untuk menerka maksud perkataan Lila.


Dan ketika menyadari maksud perkataan Lila, seketika wajah Mela memerah perlahan. berbeda dengan Wilden yang terlihat biasa saja dan malah ikut menimpali ucapan Mela dengan enteng.


"Tentu saja sayang, kita akan membentuk keluarga bahagia yang di dalam nya ada Mama, Papa, dan tentu nya adik-adik bayi untuk Lila."


"Horeeee! Kalau begitu Lila janji akan sembuh biar main sama adik bayi."


Jemari mungil Lila menaut jari kelingking Wilden, dan setelah nya menaut jemari kelingking milik Mela. Mendapati sikap ceria Lila kembali hadir mau tak mau membuat Wilden dan Mela tersenyum senang, lalu secara serempak mereka bergerak untuk memeluk Lila layak nya keluarga bahagia.


"Papa akan pegang janji kamu!"


"Mama juga!"

__ADS_1


Mela menimpali perkataan Wilden, sebelum akhir nya mereka tertawa bersama.


Sebenar nya sedari tadi ada yang mengganjal pikiran Mela, perkataan Wilden yang mengatakan adik-adik bayi untuk Lila mau tak mau membuat Mela terus memikirkan kata itu.


__ADS_2