
"Aku tidak menerima penolakan Mela. Lagi pula kau istri ku." Ucap Wilden dengan menekankan kata istri ku, sehingga membuat Mela bungkam dan menurut saja saat Wilden memaksa untuk mengantar nya.
Saat hendak memasuki mobil Wilden, Mela kembali bingung antara duduk di kursi depan atau belakang, setelah menimbang-nimbang akhir nya ia memutuskan untuk duduk di kursi belakang.
"Siapa yang menyuruh mu duduk di belakang?" Wilden mengangkat alis nya tak suka melihat Mela duduk di belakang.
"Aku bukan sopir mu, tapi aku adalah suami mu. Ingat itu!"
Mela yang baru saja duduk di kursi belakang seketika menahan napas nya sejenak, menahan amarah yang bergemuruh dalam dada nya.
Dasar pria laknat! Kenapa baru sekarang dia menegaskan kalau aku adalah istri nya dan dia adalah suami ku dengan tampang arogan nya. Kemana saja dia kemarin? Bahkan ia tak melayangkan protes apa pun saat istri nya duduk di kursi belakang sementara Lena duduk di samping nya? Brengsek!'
Dengan perasaan kesal yang bercokol di hati nya, Mela dengan berat hati keluar
__ADS_1
dari kursi belakang dan duduk di samping
Wilden dengan Lila yang duduk di pangkuan nya.
"Dasar pria menyebalkan, pemaksa, seenak nya!" Gerutu Mela pelan mengeluarkan kekesalan dalam hati nya.
"Aku masih mendengar nya," ucap Wilden dengan seulas senyum kecil di sudut bibir nya yang langsung membuat Mela menoleh ke arah nya dengan tatapan mata tidak ber sahabat nya.
la tidak ingin bersikap seperti biasa nya yang hanya akan diam saja mendapati sikap semena-mena Wilden pada nya dan membiarkan nya merasakan perasaan sesak yang menyakitkan.
la ingin lebih ter buka mengungkapkan apa yang di rasakan nya tanpa hanus memendam segala sesuatu untuk membuat perasaan nya lega.
Sepanjang perjalanan menuju sekolah Lila, Mela selalu mengalih kan pandangan nya ke luar jendela dan sesekali melihat ke arah Lila yang tampak ber cerita panjang lebar.
__ADS_1
"Pa, Mama kenapa? Kok dari tadi diam aja?" Tanya Lila ketika mobil Wilden telah berhenti tak jauh dari gerbang sekolah Lila.
Wilden yang mengerti apa maksud perkataan Lila menoleh kan kepala nya ke arah Mela dengan senyum kecil di ujung bibir nya sebelum menjawab pertanyaan Lila.
"Mama lagi marah sayang." Jawab Wilden
"Mama marah kenapa Pa? Lila nakal ya?" Lila yang mendapati jawaban Wilden langsung memiringkan kepala nya menghadap Mela dan menangkup pipi Mela dengan kedua tangan mungil nya.
"Mama kenapa marah? Lila nakal sama Mama ya? Maafin Lila ya Ma?"
Mela yang pada mula nya masih menahan kesal pada Wilden, kini langsung terasa menguap saat mendapati tatapan memohon Lila yang malah membuat nya merasa ber salah karena ikut serta mendiamkan Lila karena ulah menyebalkan Ayah nya.
"Enggak kok sayang, Mama enggak marah sama Lila. Mama cuma lagi mikirin mau masak apa aja kalau Lila udah pulang sekolah nanti." Ucap Mela lembut sambil menangkup kedua pipi gembul Lila dan mencium Lila dengan sayang yang seketika langsung membuat senyum ceria Lila ter kembang.
__ADS_1