Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
#18# Lets Play The Game


__ADS_3

'>Sebegitu berpengaruh nya kah kehadiran ku di sini?, cih!<' Batin Mela berdecak sinis melihat perubahan raut wajah Wilden dan Lena.


Lena yang mendapati keberadaan Mela kini berusaha menampilkan senyum yang terkesan tidak sampai di mata nya.


Sementara Mela masih tetap menampilkan


senyum manis tidak bersalah nya.


Tanpa permisi Meisya langsung duduk tepat di sisi Wilden yang telah merubah raut wajah nya menjadi datar sepeti biasa nya.


Berbeda dengan Lena yang berpindah tempat duduk pada singgle sofa di sisi kiri Wilden.


"Oh mon.. aku hanya ingin ikut bergabung dalam pembicaraan yang seperti nya sangat menarik ini, mengapa kalian menghentikan obrolan nya?"


Mela berkata santai seolah-olah ia memang tidak menyadari peubahan atmosfer vang tadi nya tenang berubah menjadi tegang. Merasa tak mendapatkan

__ADS_1


respon dari kedua nya membuat Mela menghembuskan napas nya pelan sambil memandangi wajah kedua nya bergantian.


"Apa aku mengganggu?"


"Mela, bisakah kamu buatkan kami


teh?" Balas Ando benusaha mencairkan


suasana yang berubah tegang.


"Ah maaf, saking penasaran nya melihat obrolan kalian yang seperti nya sangat menarik membuat ku lupa untuk membuatkan minuman pada tamu spesial kita. Bukankah aku tuan rumah yang buruk?


Ucap Mela spontan menanggapi permintaan Wilden dan segera beranjak pergi ke dapur tak lupa dengan tawa yang ia keluarkan, yang tak lain hanya sebuah topeng dari rasa sesak yang kian mengimpit dadanya.


Pengabaian. Baru kali ini ia merasa menjadi seseorang yang sangat tidak di inginkan, sebenci itukah Wilden hingga ia begitu terganggu saat Mela datang menghampiri nya tadi.

__ADS_1


Jujur saja niatan Mela menghampiri Wilden hanya karena ia merasa penasaran dengan bagaimana sikap Wilden pada nya jika ber hadapan dengan Lena.


Dan reaksi yang di dapati nya tadi sungguh luar biasa, raut wajah mereka seolah mencerminkan sepasang kekasih yang tengah ketahuan selingkuh di depan istri nya.


Dan parahnya si suami malah menyuruh istri nya untuk membuatkan minum untuk selingkuhan nya.Sempurna! Kemudian di perparah lagi dengan kesanggupan istri nya untuk membuatkan minuman untuk suami dan selingkuhan suami nya, sungguh *****!


Mela kembali menarik dan menghembuskan napas nya berulang kali, mencoba menetralkan pasokan oksigen agar kembali mengalir lancar dalam paru-paru nya.


"Oke Mela, kamu gadis kuat! Jangan biarkan kamu merasa tersakiti atas apa yang


mereka lakukan. Anggap saja ini hanya sebuah permainan, dan mari kita lihat sejauh mana kamu akan bertahan. Apakah kamu berhasil menaklukkan sang raja, atau kamu hanya akan menjadi sebuah pion yang hanya dengan mudah di singkirkan. Letsplay the game>!"


Setelah mengucapkan kata-kata penyemangat tadi, kini rasa sesak yang membara Mela telah lenyap di gantikan dengan sebuah seringai yang menunjukkan bahwa Mela kini akan mencoba mengikuti alur permainan yang berlangsung.


Mungkin untuk saat ini diam adalah kata yang tepat, dan Mela kini telah kembali menuju ruang tamu dengan membawa teh yang tadi di minta oleh Wilden.

__ADS_1


"Ini teh nya, silakan di minum."


Mela mempersilahkan Wilden dan Lena agar meminum teh buatan nya. Wilden kini telah menyesap teh buatan Mela tanpa banyak kata, berbeda dengan Lena yang hanya memasang wajah tidak enak hati nya pada Mela yang masih dengan setia berdiri sambil tersenyum bak seorang pelayan yang menyambut para customer-nya dengan setia.


__ADS_2