Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
#10# Sadarnya Lila


__ADS_3

Wanita yang berhasil membuat nya merasakan jatuh cinta dan sakit di saat yang bersamaan.


Memang Ia menikah dengan istri pertama nya bukan atas dasar cinta, akan tapi hanya sebuah perjodohan yang di rencanakan kedua orang tua nya.


Dan di saat ia tengah mencoba untuk mencintai mendiang istri nya, nyawa Istri nya malah tidak tertolong saat melahirkan Lila.


Membuat Wilden terlalu segan bahkan untuk mencoba membuka hati nya kembali pada seorang wanita.


Karena di saat ia Mencoba membuka hati nya dan berhasil menumbuhkan perasaan saya pada wanita tersebut, seseorang tersebut justru pergi dari hidup nya untuk selama-lamanya.


"Papa,"


Wilden yang sedari tadi sibuk melamun mengenai kisah kehidupan nya yang tragis kembali ke dunia nyata saat mendengar suara lemah Lila memanggil nya.


"Lila sayang, kamu sudah bangun? Alhamdulillah!"


"Papa, haus."


Wilden dengan gesit mengambilkan air putih di sisi panjang Lila untuk membasahi kerongkongan Lila yang baru terbangun dari tidur nya.


"Minum pelan-pelan sayang."

__ADS_1


Wilden membantu Lila meminum air nya dengan telaten dan sangat hati-hati.


"Mama mana Pa?"


"Mama sedang pulang sebentar untuk mandi dan ganti baju sayang, sebentar lagi mama juga pasti akan ke sini."


"Lila pengen ketemu mama, Pa...,


" Papa tahu kamu kangen sama Mama, tapi Mama mungkin capek terus nungguin kamu dari kemarin di sini. Jadi mama pulang sebentar untuk membersihkan diri, kamu yang sabar ya sayang."


Lila menganggukkan kepala nya perlahan dan Tak lama kemudian terdengar suara pintu yang di buka menandakan bahwa dokter sudah tiba dan akan mengecek kondisi Lila pasca operasi.


"Permisi Pak, kami akan mengecek kondisi anak bapak sebentar."


" Kondisi anak bapak stabil dan membaik, hanya tinggal menunggu selama proses pemilihan. makanya harus dijaga dan jangan terlalu kelelahan."


Jelas dokter yang memeriksa keadaan Lila.


" Baik Dok, saya mengerti. kira-kira, kapan anak saya akan sembuh total?"


"Kalau untuk sembuh total, mungkin anak bapak akan bisa melakukan rutinitas seperti biasa selama kurang lebih satu bulan. Tapi untuk perawatan, jika memang tidak ada masalah, mungkin dalam minggu ini anak bapak sudah di perbolehkan untuk pulang.

__ADS_1


"Terima kasih Dokter."


"Kalau begitu saya permisi untuk mengecek pasien lain."


" Silahkan dok."


Setelah kepergian Dokter tadi, di sini Wilden kembali duduk di sisi ranjang Lila dan membelai lembut rambut Lila secara perlahan.


" Kamu dengarkan perkataan Dokter tadi, jadi harus mau makan, enggak boleh ke capek kan, Oke.!"


" Oke Pa!, tapi Lila mau makan nya kalau di suapin sama Mama. "


Ujar Lila kemudian sambil menundukkan kepala nya lesu.


Wilden yang melihat Lila menunduk lesu hanya bisa menghembuskan nafas nya pasrah. Ia tahu kalau sudah seperti ini, Lila pasti akan susah di bujuk dan hanya akan mau makan kalau melayang menyuapi nya.


"Baiklah kalau begitu papa akan menelpon mama agar kesini untuk menyuapi Lila."


"beneran Pa?"


Seketika Lila merubah raut wajah nya menjadi ceria saat mendengar bahwa Wilden akan menelpon mama nya agar datang ke rumah sakit menemui Lila.

__ADS_1


"Ia Sayang tunggu sebentar ya."


Akhirnya Wilden memutuskan untuk menghubungi Mela lewat ponsel nya dan sedikit menjauh dari Lila. Dengan sabar Wilden menunggu hingga sambungan telepon itu terhubung lalu tanpa basa-basi ia langsung mengungkapkan maksud dan tujuan nya menelpon menemui Lila.


__ADS_2