Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
#23# Kampus


__ADS_3

"Lila sayang Mama!" Lila langsung


saja mencium seluruh wajah Mela dengan


sayang, membuat senyum Wilden seketika terkembang melihat nya. Andai saja Wilden mencintai Mela, mungkin saat ini hidup nya akan terasa sangat sempurna, mungkin belum?


"Ehem, Mama aja yang di cium? Papa enggak?"


Lila seketika saja mengalihkan kepala nya menatap Wilden yang tengah tersenyum hangat pada nya, dan Lila langsung menghambur memeluk Papa nya dan ikut serta mencium seluruh wajah Papa nya dengan sayang.


"Lila sayang Papa sama Mama."


"Papa juga sayang sama Lila.


"Mama juga sayang sama Lila."

__ADS_1


Ucap mereka bersamaan membalas pernyataan sayang Lila, membuat Mela dan Wilden bertatapan selama sesaat sebelum


akhir nya Mela mengalihkan pandangan nya pada luar jendela mobil dengan semburat merah yang menghiasi kedua pipi nya.


Jangan terpengaruh Mela, kak Wilden akan tersenyum hangat padamu hanya saat kamu bersama Lila. Jika hanya berdua dengan mu, semua senyuman nya akan berubah menjadi datar dan dingin, bahkan tatapan mata nya akan menajam.'


Mela kembali menekankan pada hati nya bahwa senyum hangat yang di berikan Wilden beberapa saat yang lalu hanya sebuah sandiwara agar Lila merasa senang, tidak lebih.


Meisya yang baru saja tiba di kampus nya segera saja melangkahkan kaki nya menuju ruang perpustakaan mengingat ia belum sempat mengembalikan buku yang ia pinjam akibat insiden yang di alami nya.


Siapa yang menyangka di usia nya yang baru menginjak 21 tahun ini ia telah menikah, bukan dengan seseorang yang di cintai nya, dan parah nya dengan seorang DUDA.


Mela menghela napas sejenak sebelum akhir nya memasuki ruang perpustakaan dan mengembalikan buku pinjaman nya di sertai dengan denda yang harus di bayar nya karena


dengan denda yang harus di bayar nya karena telah melewati batas tenggang pengembalian buku nya.

__ADS_1


"Masih kurang 20 menit." Mela memutuskan untuk beranjak ke kelas nya terlebih dahulu yang letak nya lumayan jauh dari ruang perpustakaan kini.


Baru beberapa menit ia melangkah, Mela kembali menghentikan langkah kaki nya ketika mendapati suara seseorang yang memanggil nama nya dari arah belakang.


"Mela, itukah kamu? Akhir nya aku bisa menemui mu setelah seminggu aku tidak melihat mu sama sekali." Ujar seseorang itu dengan napas yang lumayan tersengal, seperti nya ia sehabis berlari untuk mengejar Mela.


"Alex? Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu mencari ku?" Tanya Mela heran mendapati Alex yang tengah mengatur napas nya sepeti telah berlari maraton.


"Tidak ada, aku berlari karena mengejar mu, ku dengar hari ini kamu kembali masuk ke kampus." Jawab Alex ringan setelah menetralkan denu napas nya.


"Jangan bilang kamu berlari keliling kampus untuk mencari ku?" Tanya Mela kaget yang langsung di sambut cengiran lebar Alex pada nya.


Sementara Mela hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Alex yang menurut nya sangat kekanak-kanakan


karena berkeliling kampus hanya untuk mencari nya, meskipun kenyataan nya Alex lebih tua 1 tahun dari Mela dan merupakan anak fakultas Ekonomi yang mengambil jurusan manajemen dan sedang sibuk dengan skripsi akhir semester nya.

__ADS_1


__ADS_2