Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
Diabaikan


__ADS_3

Mela langsung berlutut di depan Lila untuk menyejajarkan tinggi nya dengan Lila.


"Beneran?"


"Iya."


Mela langsung menganggukkan kepala nya menjawab pertanyaan polos Lila. Membuat wajah Lila berbinar senang.


Melihat interaksi antara Lila dan Mela membuat Wilden yang berada di samping Mela hanya bisa menyunggingkan senyum tipis nya. Bukan hanya Wilden, akan tetapi Ayah dan Ibu Wilden yang berada di ruang tamu pun ikut tersenyum melihat nya.


Meski tidak memiliki hubungan darah,


tapi mereka tau bahwa hanya Mela yang mampu mengalihkan dunia Lila dari yang lain nya. Bahkan Wilden sendiri yang selaku Ayah nya pun tidak di sadari oleh Lila yang masih asyik berbicara dengan semangat pada Mela.


Suasana hati biasa nya identik dengan keadaan cuaca yang sering kali mengikuti


alur perasaan kita.

__ADS_1


Tapi adakalanya, justu suasana hatilah yang akan mengikuti keadaan cuaca tanpa kita duga sebelum nya.


Anonim


Jarum jam berdetak dengan teratur seiring dengan waktu yang semakin berlalu. Langit tampak lebih gelap dari biasa nya membuat gorden yang terbuka di kamar yang di tempati Wilden dan Mela berkibar saat angin kencang datang berembus.


Udara dingin yang terasa menusuk kulit membuat Mela semakin merapatkan tubuh nya pada sosok Lila yang tertidur di antara diri nya dan Wilden.


Wilden yang melihat hal tersebut beranjak menuju jendela dan menutup jendela kamar nya yang terbuka untuk mengurangi hawa dingin yang dapat membekukan kulit.


Perlahan, Wilden menaikkan selimut untuk menyelimuti tubuh mereka bertiga, serta mengulurkan sebelah lengan nya untuk memeluk dua orang yang disayangi nya dalam lingkaran tangan nya.


Kilatan petir yang menyambar di susul dengan guntur setelah nya membuat Mela secara refleks menggunakan sebelah tangan nya untuk menutupi sebelah telinga Lila agar tidak terkejut dan terbangun karena nya.


Sementara Mela sendiri hanya bisa menutup kedua mata nya rapat saat petir lagi-lagi menyambar membuat jendela kamar mereka sedikit bergetar.


Suasana malam yang dingin dengan cuaca yang cukup ekstrim sebenar nya adalah anugerah tersendiri pagi pasangan suami istri untuk saling mendekatkan diri

__ADS_1


mereka dan berbagi kehangatan satu sama


lain.


Yah, mungkin itu bisa saja menjadi anugerah terindah jika saja tidak ada sosok Lila yang kini berada di antara mereka.


Mungkin terdengar jahat saat Wilden berpikir bahwa Lila adalah sosok penghalang yang berada di antara diri nya dan Mela, tapi biarlah.


Toh dia lelaki normal dan memang


pada fakta nya selama beberapa hari belakangan ketika mereka sudah berbaikan waktu Mela banyak tersita oleh sikap putri nya yang seolah tidak mau terlepas dari Mela layak nya perangko membuat Wilden sesekali merasa terabaikan dan gemas sendiri.


Kasihan nya kau Wilden tidak bisa berduaan lebih lama sama Mela 🤣🤣


Berbeda dengan Mela yang justu terlihat sangat menikmati kedekatan nya dengan Lila, meski begitu bukan berarti Wilden tidak menyukai jika Mela terlihat begitu menyayangi putri nya.


Justru ia sangat menyukai nya, tapi saat menyadari bahwa dia sering kali di abaikan oleh kedua nya membuat Wilden sesekali merasa jengkel.

__ADS_1


__ADS_2