Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
#13# Gadis Bodoh


__ADS_3

" Jadi kamu tidak mau menemui Lila? "


" Bukan begitu! hanya saja aku tidak ingin mengganggu kebersamaan Kalian."


Mela mengucapkan kalimat terakhir nya dengan suara pelan.


"Kalian? maksudmu,"


Wilden berpikir sejenak sebelum kemudian dia mengerti apa yang di maksud dengan kata kalian.


"Dasar bodoh! jadi alasan mu tidak jadi menjenguk Lila hanya karena ada Lena di dalam?"


Wilden benar-benar tak habis pikir dengan Mela, bagaimana mungkin dia malah memutuskan untuk pergi dan tidak jadi menjenguk Lika karena ada Lena di dalam ruang rawat Lila? dasar garis bodoh!


"Tapi kalian terlihat serasi." Mela semakin mengatakan nya dengan suara mencicit.


"Aww!"


Mela mendongak saat mendapati bahwa Wilden menyentil kening nya dengan jari tengah nya.

__ADS_1


"Kau bodoh atau apa? aku heran sebenar nya yang sekarang jadi istriku itu KAMU atau LENA sih!"


Merasa kesal dengan sikap konyol Mela, Wilden segera saja berbalik meninggalkan mela yang masih berdiri mematung di kafetaria.


Mela yang tersadar bahwa Wilden pergi meninggalkan nya segera berlari kecil menyusul Wilden untuk menemui Lila. Jujur saja ia sangat merindukan Lila saat ini dan ia menyadari bahwa apa yang di lakukan nya tadi adalah sebuah hal konyol.


Tidak seharus nya dia pergi begitu saja dan melampiaskan nya pada satu cup jumbo es krim. Ketika telah berhasil menyejajarkan langkah nya dengan langkah Wilden, kini Mela berjalan tepat di belakang punggung tegap Wilden. Wilden yang menyadari bahwa Mela berjalan di belakang nya, kembali merasa geram.


'~|~Gadis bodoh!~|~'


Entah sudah berapa kali umpatan yang di ucapkan Wilden pada Mela hari ini, setiap semua tingkah konyol Mela membuat Wilden semakin geram.


"Aww, maaf!"


Mela mengusap kening nya yang menabrak dada bidang Wilden dan mengundurkan langkah kaki nya.


"Ayo! Jangan memancing emosi ku dengan berjalan dibelakang ku layak nya anak kucing."


Wilden kembali menggenggam sebelah tangan kanan Mela dengan erat sebelum masuk ke dalam ruangan rawat Lila.

__ADS_1


'~|~Hangat, nyaman~|~'


Itu yang dapat di rasakan Mela saat telapak tangan besar Wilden melingkupi jari jemari nya yang mungil dengan genggaman tangan nya.


Perlahan Wilden membuka kenop pintu ruang rawat Lila, yang kemudian langsung di sambut dengan senyum merekah Lena saat mendapati bahwa Wilden telah kembali.


"Afan, "


Tapi senyum itu tidak bertahan lama saat Lena menyadari bahwa Wilden kini tidak sendirian. Tepat di belakang Wilden, terdapat sesosok gadis cantik yang senantiasa menundukkan kepala nya.


Dan perlahan tatapan mata Lena terjatuh pada tangan Wilden yang kini tengah menggenggam tangan Mela dengan erat. Pikiran Lena ber kecamuk memikirkan siapa gadis cantik di belakang Wilden kini, apa mungkin dia Sepupu atau saudara Wilden?


"Afan akhir nya kau kembali, aku masih merindukan mu."


Lena hendak beranjak mendekati Wilden, sebelum sebuah suara menghentikan langkah kaki Lena.


"Mama, Lila kangen Mama."


Mendapati suara Lila, Mela yang sedari tadi menundukkan kepala nya sontak mendongak dan mendapati bahwa Lila kini tengah merentangkan kedua tangan nya menunggu pelukan hangat dari Mela.

__ADS_1


__ADS_2