
Memang bukan rahasia umum lagi kalau Alex menyukai Mela sedari pertama kali Mela masuk universitas ini. Tapi tetap saja Mela hanya menganggap Alex hanya sebatas teman, tidak lebih.
Akan tetapi Alex tetap gigih mendekati Mela seolah penolakan Mela tidak berpengaruh sama sekali padanya, sampai-sampai terkadang malah membuat Mela merasa risih karena sikap Alex yang tidak mudah menyerah itu.
"Kamu mau ke kelas? Aku anterin ya?"
Alex terus saja mengikuti Mela yang kembali melangkahkan kaki nya ke kelas nya.
"Enggak usah, aku bisa sendiri." Tolak Mela tanpa memandang ke arah Alex, yang Mela tau dengan pasti tidak akan di gubris oleh pria itu.
"Nanti siang makan bareng yuk?" See?
Dugaan Mela tidak pernah meleset, bahkan kini Alex tetap berjalan di samping nya tanpa mendengarkan penolakan Mela.
"Tidak bisa, nanti setelah selesai mata kuliah aku akan langsung pulang ke rumah." Tolak Mela untuk yang kesekian kali nya pada Alex.
'Dan menjemput Lila di sekolah tentu saja.' Lanjut Mela dalam hati.
"Kalau begitu aku akan mengantar mu pulang ke rumah.
"Tidak.. tidak! Aku bisa pulang naik taksi."
__ADS_1
Tolak Mela spontan, mengingat bahwa saat ini ia tidak lagi tinggal dengan orang tua nya melainkan tinggal serumah dengan Kak Wilden. Tentu Mela tidak ingin mengambil
resiko mengenai status pernikahan nya yang
tersebar dalam waktu dekat, ia belum siap.
Tanpa sadar Mela menggeleng gelengkan kepala nya membuat Alex yang tengah menatap nya mengerutkan kening nya bingung.
Ditttt... Dittt...
Suara getar di ponsel nya membuat Mela mengangkat ponsel nya yang menampilkan nama Kak Wilden.
"Halo kak?"
"Sekitar jam 10 kak, kebetulan hari ini hanya ada satu mata kuliah."
''Aku akan menjemputmu."
Tuttt.. tuttt...
Belum sempat Mela menjawab sambungan telepon telah di putus secara sepihak oleh Wilden, selalu seperti itu hingga membuat Mela mendengus kesal. Meski begitu ia cukup bersyukur karena dengan begitu dia jadi memiliki alasan untuk menolak tawaran Alex yang ingin mengantar nya pulang
__ADS_1
"Bagaimana?"
"Maaf Axel, kakak ku akan menjemput ku sepulang kuliah. Jadi kau tak perlu repot-repot," ujar Mela tersenyum canggung, karena merasa tak enak sudah menolak ajakan Alex berulang kali.
"Baiklah, mungkin lain kali," jawab Alex pasrah.
"Ya lain kali," ucap Mela tak yakin pada Alex yang kini tampak menunjukkan raut wajah kecewa nya.
Setelah nya Mela kembali berjalan menuju kelas nya meninggalkan Alex yang memutuskan pergi ke kelas nya.
Setibanya di ruang kelas nya Mela langsung melangkahkan kaki nya memasuki kelas, tak lama kemudian datang lah Mr. Reymon yang merupakan dosen mata kuliah Anestesiologi.
Mela cukup mendengarkan penjelasan dari Mr.Reymon dengan serius yang menjelaskan mengenai anestesi dan segala ***** bengek nya.
Tak lupa Mela juga mencatat beberapa materi penting yang di sampaikan Mr.Reymon di depan hingga tak lama kemudian jam pergantian mata kuliah pun berakhir dan Mela segera mengemasi peralatan nya menulis nya.
"ditempatkan di rumah sakit mana selama
masa koas?"
"Kebetulan saya ditempatkan di uumah sakit Cahaya Mulia, Sir
__ADS_1
"Ah, kebetulan saya yang menjadi residen di rumah sakit Cahaya Mulia, jadi saya bisa menunjuk kamu sebagai asisten saya selama kamu berada di stase bedah untuk membantu saya dalam menagani beberapa pasien di rumah sakit."
"Maksudnya sir?" Mela semakin dibuat bertanya-tanya mengenai maksud dari perkataan Mr.Reymon.