
" Sorot mata coklat gelap itu menatap dr.Roland dengan serius, menimbulkan seulas senyum tipis di sudut bibir sosok yang di pandang nya.
"Tentu saya mengizinkan hal itu dr.Reymon, mengingat dedikasi Anda sebagai seorang dokter. Justu saya mempercayakan putri saya di bawah bimbingan anda, supaya dia bisa menjadi calon dokter vang berdedikasi juga nanti nya.
"Benar begitu Mela?" Tatapan mata teduh itu kini berbalik menatap Mela yang tengah memperhatikan dalam diam.
"Tentu Ayah." Senyum cerah ikut tersungging saat melihat tatapan teduh milik sang Ayah. Membuat Mela tak urung kembali mengulurkan kedua tangan nya memeluk tubuh Ayah nya yang tak lagi muda.
"Anak Ayah ini manja sekali."
Bukan nya melepaskan, justu suara rengekan manjalah yang di keluarkan Mela.
"Mela masih merindukan Ayah."
Interaksi antara kedua Ayah-Anak yang saling melepas rindu ini tak ayal menimbulkan sebersit petanyaan dalam benak Dr.Reymon. Tentu dr.Reymon memaklumi padat nya jadwal seorang dokter.
Apa lagi dokter senior sepeti dr.Ronald. Tapi bukankah mereka masih bisa bertemu di rumah? Sementara yang di lihat nya kini selayak nya interaksi antara Ayah-anak yang tidak pernah bertemu selama beberapa hari.
__ADS_1
"Ehem," dr.Ronald tampak berdehem pelan saat mendapati keterdiaman Dr.Reymon.
Lamunan dr.Reymon mengenai pemikiran nya buyar dan ia kembali memandang Dr.Ronald dengan pandangan meminta maaf nya karena sempat melamun.
"Maaf dr.Ronald jika tidak ada yang di bicarakan lagi saya mohon izin keluar sekaligus mengantarkan Mela kembali pulang.
"Saya bisa pulang sendiri dr.Rey."
Mela membalas dengan cepat lantaran ia tidak ingin merepotkan dr.Rey yang pasti nya memiliki pekerjaan yang cukup banyak di
"Tidak apa Mela. Saya yang membawa kamu kesini, dan saya juga yang akan mengantar kamu pulang."
Baru saja Mela ingin memprotes lagi, tetapi dr.Reymon telah melangkahkan kaki nya terlebih dahulu keluar ruangan ayah nya dengan sopan, membuat Mela mau tak mau ikut keluar setelah sebelum nya ia mencium punggung tangan ayah nya dan izin pulang
"Dr.Rey saya bisa pulang sendiri naik taksi," Ujar Mela begitu ia menyejajari langkah dr.Reymon.
"Saya akan mengantar kamu," lagi-lagi
__ADS_1
jawaban itulah yang di lontarkan dr.Reymon,
membuat Mela menghembuskan napas
sejenak.
Mela memasuki mobil dr.Reymon begitu mereka sampai di parkiran dan mobil dr.Reymon langsung melesat membelah jalanan padat ibu kota Jakarta
"Dr.Rey, kita mau kemana? Arah tempat tinggal saya bukan di sini." Mela mengernyit bingung saat menyadari laju mobil dr.Reymon yang melewati jalan menuju ke arah rumah nya.
"Sekarang waktu nya makan siang, lebih baik kita mampir ke restoran dulu." Mela yang mendengar nya hanya bisa mengangguk paham saat dr.Reymon membelokkan mobil nya menuju restoran cepat saji.
Dr.Reymon memasuki restoran bergaya klasik itu terlebih dahulu di susul Mela yang mengikuti di belakang nya. Mela hanya diam mengikuti karena dia memang bingung akan memulai topik pembicaraan seperti dengan sesosok dosen sekaligus dokter di hadapan nya ini.
Orang-orang berseragam dengan jas dan kemeja kerja lebih banyak mendominasi restoran ini, yang Mela perkirakan kebanyakan orang kantoran yang tengah mengisi perut mereka.
Hingga pada saat Mela menyusuri setiap pengunjung restoran yang ada, membuat kedua mata Mela menyipit selama beberapa sesaat untuk memfokuskan pandangan nya pada objek yang terasa familiar bagi nya.
__ADS_1