Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
#50# Menjemput Lila


__ADS_3

"Kak, aku akan membersihkan meja makan sebentar, setelah itu baru kita menjemput Lila."


Mela memutuskan angkat bicara terlebih dahulu membuat Wilden hanya mengangguk sesaat di setai dengan senyum yang ditujukan nya pada Mela.


"Aku akan menunggu di ruang tamu."


Setelah nya Mela segera membereskan piring yang ada di Meja makan dan membersihkan nya, sementara Wilden sudah beranjak ke ruang tamu dengan mengecek beberapa e-mail dari klien maupun kantor pengacara yang menaungi nya.


Tak beberapa lama kemudian Mela datang menghampiri Wilden setelah selesai dengan mencuci piring nya dan membersihkan meja makan.


"Ayo Kak, kita jemput Lila."


"Duduklah, kita tunggu dulu sampai Ibu datang untuk berpamitan."


Wilden mengalihkan perhatian nya dari ponsel yang dipegang nya sebelum kemudian


memasukkan ponsel nya ke saku celana nya.

__ADS_1


"Tapi Kak, ibu sedang berbelanja.


Mela hendak melayangkan protes ketika sebelah tangan Wilden langsung menarik nya agar terduduk tepat di samping nya.


"Aku akan menunggu Ibu. Bukankah tidak sopan jika pergi begitu saja tanpa berpamitan pada Ibu mertua?"


Mela yang mendengar nya hanya bisa tersenyum melihat betapa Wilden sangat menghormati orang tua nya, meski sikap Ayah nya sama sekali tidak terlihat ramah pada Wilden sejak pertemuan petama mereka.


"Biasa nya Ibu akan lama jika sedang berbelanja."


"Tidak apa, kita akan tetap menunggu nya, lagi pula sekarang hari minggu. Dan mungkin selama menunggu, kita bisa memulai dengan saling mengenal diri masing-masing."


"Baiklah, pertama-tama mengenai Lena."


"Bisakah kita tidak membahas mengenai Lena untuk saat ini? Dia adalah klien ku, lagi pula kita seharus nya membahas mengenai kepribadian kita satu sama lain untuk pendekatan di masa awal. Bukan membahas mengenai orang lain yang akan kembali memberikan jarak di antara kita."


Wilden langsung memotong perkataan Mela yang hendak menanyakan mengenai Lena, bukan karena ia tidak mau menjelaskan nya. Tapi untuk saat ini, hubungan mereka baru saja membaik.

__ADS_1


Jika saja saat ini mereka langsung membahas mengenai Lena, ia takut hubungan mereka akan merenggang lagi seperti sebelum nya, dan ia tidak mau.


Lagi pula membicarakan mengenai Lena di rumah mertua sendiri menurut Wilden bukanlah solusi yang tepat, di tambah dengan kemungkinan Ibu Mela bisa datang kapan saja.


Yang pasti Wilden akan menjelaskan pada Mela mengenai Lena ketika waktu nya telah tepat, dan tidak untuk saat ini.


Setelah nya mereka mengisi pembicaraan dengan saling menceritakan mengenai hal-hal kesukaan sama lain kebiasaan, maupun hal-hal sederhana yang di selingi dengan candaan satu sama lain


Hingga ibu Mela datang dan mereka berpamitan untuk menjemput Lila dengan Wilden yang mencium punggung tangan ibu mertua nya. Sementara Mela memeluk Ibu nya dengan erat sebelum pergi.


"Mama!"


Mela yang baru tiba di kediaman keluarga Wilden langsung di sambut dengan teriakan Lila yang seketika memeluk pinggang nya dengan erat.


"Mama, Lila kangen. Mama kok enggak ajak-ajak Lila kalau mau menginap di rumah nenek." kata Lila dengan cemberut.


Mela hanya bisa tersenyum gemas melihat Lila yang sedang merajuk pada nya saat ini.

__ADS_1


"Maaf sayang, lain kali pasti Mama ajak Lila, oke!" janji Mela sambil menyunggingkan senyum manis nya.


__ADS_2