Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
#34# First Meeting


__ADS_3

Mela kini tengah berada di rumah sakit dan sekarang ia berencana untuk menyerahkan proposal koas-nya pada pihak rumah sakit setelah Mr.Reymon atau bisa Mela memanggilnya sekarang Dr.Reymon?


Mengingat saat ini Dr.Reymon tengah menangani pasien nya dan meninggalkan Mela yang memutuskan untuk pergi berkeliling rumah sakit saat ini.


Saat tengah asyik berkeliling tiba-tiba Mela kembali tersenyum saat kelebatan memori mengenai awal mula pertemuan nya dengan Lila berlangsung.


Pada saat itu Mela tengah berjalan di lorong rumah sakit dengan sebuah rantang makanan yang di bawakan nya khusus untuk sang Ayah tercinta. Senyum manis tak pernah luntur dari wajah cantik nya.


Saat ia tengah melewati ruang spesialis anak yang khusus menangani mengenai masalah gangguan atau penyakit yang di alami anak-anak di bawah umur, tanpa


sengaja ia mendengar isak tangis seorang anak kecil yang tak jauh dari nya membuat Mela berhenti berjalan.


Perlahan Mela menolehkan kepala nya pada sumber suara dan mendapati sesosok gadis mungil nan cantik tengah menangis dengan pakaian rumah sakit nya. Mela yang memang memiliki rasa ketetarikan dengan anak kecil lantas berjalan menghampiri anak kecil tersebut dan berjongkok di depan nya.


"Hey gadis manis, kenapa menangis hm?" Sapa Mela pelan dengan sebelah tangan nya yang terulur untuk mengusap air mata yang membasahi pipi gembil anak itu.


Lila yang pada saat itu masih menangis sesenggukan kini menatap Mela yang tengah tersenyum dengan manis nya pada Lila.


"Lila sedih." Hanya kalimat itu yang di ucapkan Lila membuat Mela

__ADS_1


mengerutkan kedua alis nya bingung, sebelum kemudian kembali menampilkan senyum manis nya.


"Kenapa Lila harus sedih?"


"Lila kesepian." Jawab Lila dengan kedua mata yang kembali berkaca-kaca membuat Mela ikut merasa simpati.


"Hey emang Mama Lila kemana?"


Tanya Mela dengan sabar dan masih setia berjongkok di depan Lila yang sudah berhenti menangis


"Kata Papa, Mama Lila udah tenang di surga."


Mela yang mendapati jawaban polos Lila kembali tersentuh saat menyadari bahwa anak sekecil ini sudah harus kehilangan sesosok ibu yang sangat di butuhkan nya.


"Lila sayang, kamu enggak boleh sedih kan ada kakak. Terus Papa kamu sekarang


di mana?


"Papa kerja, Lila sendirian."

__ADS_1


"Oke karena Lila sendirian, mulai saat ini Kakak akan sering-sering nemenin Lila biar enggak sedih lagi."


"Beneran kak?" Tanya Lila dengan kedua mata bulat nya yang mengerjap lucu.


"Iya sayang. Oh iya sebelum nya perkenalkan, nama kakak Mela." Ucap Mela dengan tangan yang terulur pada Lila tak lupa dengan senyum lebar yang masih tersungging di bibir nya.


"Aku Lila." Lila membalas uluran tangan kakak cantik di depan nya, dan tak lama kemudian mereka berdua sama-sama tertawa bersama.


"Mela!"


Lamunan Mela mengenai pertemuan nya dengan Lila kini buyar saat seseorang tengah memanggil nama nya sambil menepuk bahu nya pelan.


"Eh maaf pak, saya tidak mendengarkan kalau Anda sedari tadi memanggil saya."


"Tidak perlu terlalu formal, panggil saja saya Dr.Rey saat di luar kampus," Ujar Dr.Reymon dengan senyum tipis nya.


"Baiklah Dr.Rey, tadi saya sudah menyerahkan proposal koas saya pada pihak rumah sakit.


"Baguslah, kebetulan saya sekarang ingin pergi ke ruangan Dr.Ronald untuk menyerahkan data keterangan pasien yang akan melakukan operasi transplantasi jantung. Apa kamu mau ikut?"

__ADS_1


__ADS_2