
Mela menimbang sejenak penawaran dr.Rey untuk pergi ke ruangan Ayah nya atau tetap di sini menunggu dr.Rey. Akhir nya setelah beberapa saat berpikir, Mela kemudian menganggukkan kepala nya menyetujui ajakan dr.Rey untuk ikut ke ruangan Ayah nya mengingat ia juga sangat merindukan sosok Ayah nya yang sangat ia kagumi.
Dr.Ronald Holand adalah sesosok Ayah sekaligus panutan bagi Mela. Mela sangat mengagumi sosok Ayah nya yang sangat menyayangi keluarga nya meskipun pekerjaan nya sebagai seorang dokter spesialis jantung cukup menguras waktu nya dan menuntut nya untuk siap siaga dalam keadaan apa pun jika sewaktu-waktu pasien nya membutuhkan pertolongan nya.
Oleh sebab itu Mela kini memutuskan untuk mengikuti jejak sang Ayah untuk menjadi seorang dokter spesialis jantung yang itu arti nya ia harus menjalankan masa koas-nya selama dua tahun dengan nilai yang memuaskan dan melanjutkan study kedokteran nya dengan menjalani intership spesialis jantung.
Mengingat cita-cita nya, membuat Mela yang berjalan di samping dr.Reymon tersenyum-senyum sendiri hingga
tanpa sadar kini mereka telah sampai di depan ruangan dr.Ronald.
__ADS_1
Dr.Reymon mengetuk pintu ruangan dr.Ronald sebelum akhir nya masuk ke dalam nya di ikuti oleh Mela yang mengekori di belakang nya.
Dr.Reymon segera memberikan data-data pasien yang akan melakukan operasi transplantasi jantung oleh Dr.Ronald dan menjelaskan mengenai riwayat penyakit pasien hingga membuat dr.Ronald sama sekali tidak menyadari akan keberadaan Mela yang tengah berdiri tak jauh dari kedua nya.
Merasa sedikit kesal karena di abaikan oleh Ayah nya, membuat Mela menggerutu pelan. Karena Mela memang sosok yang cukup manja kepada Ayah nya mengingat ia adalah anak tunggal dalam keluarga Holand.
"Ayah, aku merindukan mu!" Seketika itu pula Mela langsung menghambur memeluk Ayah nya dengan erat mengabaikan sosok lain dalam ruangan itu yang menatap nya dengan senyuman tipis.
Sementara dr:Ronald balik membalas pelukan putri semata wayang nya dengan sayang. Tampak kekehan kecil keluar dari bibir nya yang menimbulkan sedikit kerutan samar di dahi nya yang tidak lagi muda, namun masih menyisakan paras ketampanan nya.
__ADS_1
"Ayah juga merindukan mu sayang," dr.Ronald kembali terkekeh geli mendapati tingkah manja Mela dan melirik sekilas pada dr.Reymon di hadapan nya dengan tatapan 'Mohon dimaklumi' yang hanya di balas dengan anggukan dan senyum tipis dr.Reymon lantaran tidak ingin mengganggu
momen kebersamaan ayah-anak itu.
Dengan setengah tidak rela, akhir nya Mela melepaskan pelukan nya pada sang Ayah mengingat ada dr.Reymon yang kini tengah memperhatikan tingkah kekanakan Mela.
Senyum canggung tampak di bibir merah Mela saat menoleh pada dr.Reymon yang tampak tidak masalah dengan sikap Mela tadi. Bahkan kini pandangan Dr.Reymon kembali terfokus pada sosok pria paruh baya di hadapan nya.
"Oh iya dr.Ronald, tujuan saya kemari selain menyerahkan mengenai data-data pasien yang akan melakukan operasi lusa, juga sekaligus ingin menyampaikan bahwa saya akan menjadikan putri Anda sebagai asisten saya selama ia menjalani koas pada stase bedah di rumah sakit ini.
__ADS_1