
Sebenar nya sedari tadi ada yang mengganjal pikiran Mela, perkataan Wilden yang mengatakan adik-adik bayi untuk Lila mau tak mau membuat Mela terus memikirkan kata itu.
Adik-adik bayi, yang di mana artinya lebih dari satu, apakah dia tidak salah dengar?
Bagaimana mungkin dengan enteng nya Wilden mengatakan hal itu pada Lila? Sementara hubungan mereka saja saat ini masih tergolong buruk untuk pasangan suami istri.
Bagaimana mungkin mereka bisa memberikan adik pada Lila, jika sama sekali tak ada cinta di antara kedua nya?
*******
Kini para suster telah memindahkan Lila ke ruang khusus untuk operasi. Dalam hati Mela terus berdoa semoga operasi Lila dapat berjalan lancar, karena bagaimana pun ia telah menyayangi Lila seperti putri nya sendiri.
Wilden pun tak kalah cemas ketika mendapati lampu telah menyala pertanda bahwa operasi Lila sedang di lakukan. Para pihak dari keluarga Wilden juga ada di depan ruang operasi ikut menunggu jalannya operasi.
Perasaan mereka semua cemas menunggu hingga operasi selesai dilakukan Wildan yang begitu panik sampai tidak bisa diam dan terus berjalan bolak-balik di depan pintu ruang operasi.
__ADS_1
Mela yang melihat hal itu mencoba menghampiri Wilden dan menggiringnya agar duduk dengan diam
"Kak duduklah, kita semua juga cemas menunggu hasil operasi Lila. Tapi Kakak sebagai seorang ayah harus bisa tetap tenang di saat seperti ini, yang bisa kita lakukan di sini hanya berdoa pada Allah untuk kelancaran operasi Lila."
Wilden yang mendengar perkataan Mela akhirnya mau duduk dan menundukkan kepalanya dengan kedua tangan yang disatukan menopang kening nya diantara kedua siku nya.
Mela yang mengerti perasaan Wilden saat ini mencoba mengelus pelan punggung tegap Wilden yang saat ini tampak begitu rapuh.
"Jadikan aku sandaran mu di saat seperti ini Kak, aku siap menopang mu."
Tanpa perlawanan Wilden membiarkan Mela memeluk tubuh nya saat ini karena memang Ia membutuhkan seseorang untuk dijadikan sebagai sandaran nya kini.
Tanpa terasa setitik air mata jatuh dari mata Wilden, ia begitu takut, takut bahwa ia akan kehilangan Lila sama seperti saat ia kehilangan istri nya. saat ini yang dimiliki Wilden hanya Lila Putri kecil nya.
Bahkan alasan nya untuk tetap bertahan hidup selama ini adalah Lila, jika tidak ada Lila entah seperti apa hidup nya.
__ADS_1
Tak lama kemudian ruang pintu operasi dibuka oleh suster, dan setelah nya tanpa keluar dokter yang melakukan operasi pencangkokan ginjal Lila tadi. Seketika Wildan segera bangkit dari pelukan Mela.
"Bagaimana keadaan anak saya dok?"
"Operasinya ber jalan dengan lancar, kita hanya perlu menunggu sampai anak bapak siuman."
"Terima kasih ya Allah."
Masa lalu bukan di jadikan sebagai tolak ukur akan apa yang akan di lakukan, tapi jadikan hal itu sebagai sebuah pijakan untuk terus melangkah ke depan.
*******
Setelah operasi selesai di lakukan, terlihat Lila Tengah di pindahkan menuju ruang rawat untuk pemulihan. Mela dan Wilden dengan teratur terus menunggu Lila di samping ranjang nya.
Wilden telah menyuruh Mela agar pulang tetapi Mela tetap keras kepala dan memutuskan untuk tetap menunggu Lila di kamar inapnya.
__ADS_1