Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
#31# Berubah


__ADS_3

Namun sial nya sikap Kak Wilden saat ini sangat berpotensi membuat Mela memiliki riwayat penyakit jantung, mengingat betapa keras nya debaran jantung Mela saat ini.


Mela berusaha melepaskan lingkaran lengan kokoh Kak Wilden pada perut nya, akan tetapi justu semakin membuat Kak Wilden mengeratkan pelukan nya.


"Kak."


"Hmm."


"Aku mau menyiapkan sarapan." Ucap Mela masih dengan usaha nya melepaskan pelukan erat Wilden.


"Nanti saja."


"Tapi nanti aku ada kuliah pagi kak."


Jelas Mela yang sangat berharap bisa segera terlepas dari tingkah Wilden yang menurut nya sangat aneh.


"Hmm!" Wilden lagi-lagi hanya bergumam di lekukan leher Mela membuat Mela merasa bergidik sekaligus geram di waktu yang bersamaan.


Andai saja Mela tidak mengingat kalau Kak Wilden bukan suami nya, ingin sekali rasa nya ia membenturkan kepala Kak Wilden yang dikira nya pasti konslet sampai-sampai sikap nya sangat aneh.

__ADS_1


"Kak..." sekali lagi Mela mencoba


melepaskan pelukan tangan Kak Wilden dengan pelan.


"Baiklah!"


Akhir nya meskipun dengan berat hati Wilden melepaskan pelukan tangan nya pada Mela. Entah mengapa sikap nya begitu berbeda hari ini, terutama setelah apa yang terjadi semalam.


Tanpa bisa di tahan Wilden kini tersenyum tipis saat Mela kini telah bergegas ke dapur dengan ekspresi lega nya yang sangat menggemaskan menurut nya.


"Aku harus berterima kasih pada Lena."


Mela kini telah selesai berkutat dengan masakan nya yaitu nasi goreng telur mata sapi dan juga segelas susu untuk Lila, dan secangkir kopi hitam untuk Kak Wilden.


Sementara Mela sendiri memilih secangkir teh beraroma mint kesukaan nya. Sepanjang ia menyiapkan sarapan Mela terus menerus memikirkan mengenai sikap Kak Wilden yang benar-benar tidak seperti biasa nya.


Bagaimana tidak heran jika kemarin-kemarin sikap Kak Wilden begitu cuek pada nya, sementara sikap nya semalam dan pagi ini justu berbanding terbalik dengan sikap nya sebelum nya.


Mela heran bagaimana mungkin ada seseorang yang memiliki sifat begitu plin plan seperti Kak Wilden. Bahkan Mela sempat berpikir bahwa mungkin Wilden memiliki alter ego atau yang sering disebut dengan kepribadian ganda.

__ADS_1


Membayangkan nya saja membuat Mela bergidik ngeri. Akan tetapi Mela kembali menepis pemikiran bodoh nya dan berpikir mana mungkin Kak Wilden memiliki kepribadian ganda.


Tak lama kemudian Mela bergegas ke kamar nya untuk membersihkan tubuh nya sebelum bergegas membangunkan Lila dan sarapan bersama.


Ketika memasuki kamar Mela mendapati Kak Ando tengah mengancingkan satu persatu kemeja nya, membuat Mela memalingkan wajah nya dan tetap berjalan ke kamar mandi tanpa memandang Kak Wilden.


Sementara Wilden sendiri hanya tersenyum tipis mendapati sikap Mela yang memalingkan wajah dari nya.


'Menggemaskan,' batin Wilden tersenyum miring.


Setiba nya di kamar mandi Mela segera saja membersihkan tubuh nya tak lupa mengunci pintu kamar mandi. Setelah selesai mandi Mela segera keluar dan masih mendapati Kak Wilden duduk di tepi ranjang.


'Tumben,' batin Mela bertanya-tanya.


"Kakak tidak ke meja makan? Aku


sudah menyiapkan makanan" Mela mencoba bertanya pada Wilden yang seketika langsung menoleh saat menyadari bahwa Mela telah selesai mandi.


"Hm.. bisa kau pasangkan dasi ku?"

__ADS_1


Mela mengernyitkan dahi nya selama beberapa saat namun tetap berjalan mendekati Wilden dan memasangkan dasi nya.


__ADS_2