Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
Malam Yang Dingin


__ADS_3

Seperti saat ini, Lila yang merengek ingin tidur dengan Mela hingga berakhir dengan Lila yang berada di tengah-tengah mereka. Padahal menurut Wilden, hanya pada saat tidurlah ia bisa dengan leluasa memonopoli istri nya dengan memeluk nya saat mereka tertidur.


Dan sekarang ia harus kembali mengalah pada putri nya yang selalu ingin memonopoli Mela setiap saat.


Memang semenjak mereka berbaikan, mereka selalu tertidur bersama dengan Wilden yang memeluk Mela dengan erat. Yah,


meski hanya sekedar memeluk, tidak lebih.


Setidak nya, ia sudah bersyukur dengan


kemajuan hubungan mereka yang menuju pada hal yang positif. la tidak ingin gegabah dengan meminta Mela untuk segera menunaikan kewajiban nya sebagai seorang istri, karena ia tau segala sesuatu nya butuh proses dan tentu nya kesiapan mental dari Mela sendiri.


Meski tak jarang, ia merasa tersiksa sendiri setiap kali berdekatan dengan Mela tanpa bisa menyentuh nya.

__ADS_1


"La, apa tidak sebaik nya kita pindahkan Lila ke kamar nya sendiri?"


"Tapi Kak, sekarang di luar hujan di sertai petir, bagaimana jika Lila terbangun dan ketakutan jika kita memindahkan nya ke kamar nya sendirian.


Wilden terdiam mendengar jawaban Mela yang jika di pikir lagi memang benar ada nya. Lila akan selalu takut jika ada petir, dan aneh nya saat ini ia malah tetap tertidur pulas meskipun kilat di sertai petir terus menyambar-nyambar di luar berbeda dengan saat biasa nya di mana Lila yang akan selalu terbangun dan menangis saat mendengar suara petir, dan akan memeluk Wilden dengan begitu erat hingga ia kelelahan sendiri setelah menangis.


"Kamu tau,?"


"Hm?" Mela hanya bergumam sekilas masih dengan tangan yang mengelus kepala Lila dengan sayang, dan menunggu kelanjutan perkataan Wilden.


"Oh iya? Tapi saat ini Lila terlihat tetap pulas dan tidak terganggu dengan suara petir di luar:"


"Entahlah, mungkin karena dia tidur dengan mu"

__ADS_1


Senyum tipis perlahan mengembang di bibir Wilden melihat Lila yang tertidur dalam pelukan Mela


"Kuharap ia tidak akan terbangun dan menangis lagi seperti sebelum nya jika ada petir."


"Iya semoga, dan aku akan selalu berusaha ada di samping Lila jika ada petir lagi. Tidak, aku akan selalu ada di samping Lila sampai keadaan apa pun,"


Senyum tipis yang semula tersungging di bibir Wilden kini semakin melebar mendengar perkataan Mela. Perasaan nya seolah terasa hangat setiap kali melihat perhatian dan kasih


sayang yang di limpahkan Mela pada Lila,


Meskipun Lila bukan darah daging nya sendiri, tapi Wilden dapat melihat dengan jelas bahwa Mela tetap menyayangi Lila. Bahkan mungkin rasa sayang nya melebihi


diri nya sendiri.

__ADS_1


Wilden terus menatap wajah Mela yang menunduk menghadap pada wajah Lila yang saat ini tengah tenggelam dalam dada Mela, membuat pikiran gila Wilden sesekali berpikir untuk menggantikan posisi Lila yang berada dalam dekapan hangat Mela dengan kepala yang tenggelam dalam dada Mela


Astaga! Rupa nya suasana dingin dengan hujan dan petir yang menyertainya kurang lebih telah membuat jiwa liar Wilden terbangkitkan, hingga sadar tidak sadar ia terus mendekatkan wajah nya pada wajah Mela, membuat embusan napas hangat nya dapat di rasakan oleh Mela seketika.


__ADS_2