Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
Sidang


__ADS_3

Mungkin sekalian ia akan menjemput Lila dan mampir ke rumah mertua nya untuk menitipkan Lila sebentar selama ia mengantarkan makan siang untuk Wilden.


Memikirkan nya membuat Mela tersenyum dan sejenak melupakan kerisauan nya yang tak beralasan.


Satu per satu orang yang mengikuti jalan nya persidangan antara Lena dan Rehan kini telah beranjak keluar saat hakim telah memberikan keputusan bahwa sidang akan di tunda hingga minggu depan karena sempat terjadi perdebatan antara kedua belah pihak yang bersangkutan saat sidang berlangsung.


Hingga ketika para tamu undangan telah lebih lenggang, barulah Wilden dan Lena beranjak keluar dari ruang persidangan yang sempat tegang tadi.


Saat baru beberapa langkah Lena melangkah


keluar dari luang persidangan, seseorang tampak mencengkeram pergelangan Lena, membuat Lena menghentikan langkah kaki nya begitu pun dengan Wilden yang berada di samping nya.

__ADS_1


"Mas Rehan, lepas."


"Tidak, kita perlu bicara."


Lena ingin memberontak dan melepaskan cekatan tangan suami nya, akan tetapi Rehan telah terlebih dahulu membawa nya menuju lorong yang berada tak jauh dari tempat persidangan tadi yang kebetulan tempat nya lumayan sepi.


Wilden sebenar nya ingin mencegah, tapi ia tau itu di luar campur tangan nya. Karena bagaimana pun status mereka masih suami istri yang sah, mungkin mereka memang memerlukan berbicara.


Akhir nya Wilden pun memutuskan untuk menunggu Lena dan duduk pada bangku yang di sediakan di depan ruang persidangan.


membuat Wilden yang sedari tadi menunggu nya sedikit merasa cemas dan memutuskan untuk menyusul Lena untuk memastikan apa yang tengah terjadi pada kedua nya.

__ADS_1


Baru beberapa langkah Wilden menuju tempat Lena dan suami nya berbicara berdua, ia dapat mendengarkan suara tangisan Lena dan juga pertengkaran yang cukup keras di antara kedua nya, membuat Wilden yang mendengar nya semakin mempercepat langkah kaki nya untuk mendekat.


Ketika langkah kaki nya hanya beberapa langkah lagi dengan Lena dan suami nya, ia dapat melihat dengan jelas ketegangan yang semakin menjadi di antara mereka. Tak ada yang mengalah, kedua nya tampak di selimuti oleh emosi dan juga ego dari diri mereka masing-masing membuat Wilden merasa bingung barang sejenak harus melakukan apa.


"Cukup Reh, cukup! Tidak ada lagi yang perlu kamu jelaskan, semua nya sudah terlalu jelas kalau kamu memang selingkuh."


Suara teriakan Lena yang cukup keras


membuat Wilden hanya bisa menatap kedua nya dalam diam, ia memang tidak mengetahui secara pasti apa yang menjadi sebab Lena menuntut perceraian dari suami nya. Karena memang tugas nya hanya membantu Lena sebagai pengacara dalam mengurusi sidang perceraian nya dengan Rehan.


"Lena, aku minta maaf kalau sikap ku beberapa hari belakangan memang berubah. Tapi apa yang kamu lihat itu tidak sepenuh nya benar,"

__ADS_1


Suara dari Rehan pun naik beberapa oktaf membuat keadaan bukan nya semakin membaik, tapi malah sebalik nya.


"Enggak, aku enggak mau dengar penjelasan kamu. Kamu selingkuh dari aku karena aku sampai saat ini belum bisa memberikan anak buat kamu kan? Iya kan?" Lena berkata di sertai dengan air mata yang terus meneus keluar dari mata nya hingga membuat wajah nya tampak sembab.


__ADS_2