
Tanpa memedulikan keberadaan Lena maupun Wilden lagi, Mela segera beranjak mendekati Lila dan memeluk nya dengan erat.
"Lila Mama kangen."
"Lila juga kangen sama mama."
"Lila udah makan?"
"Udah tadi di suapin sama tante Lena."
"Oh begitu syukurlah!"
Mela memaksakan sebuah senyuman saat mendapati jawaban dari Lila. Entah mengapa, ia merasa sedikit tidak rela saat mendapati bahwa Lena telah menyuapi Lila.
Tapi ia sadar bahwa mereka tidak boleh egois asalkan Lila sudah sadar dan mau makan ia harus bersyukur.
"Lena ikuti aku, ada yang ingin aku bicarakan."
Mela yang mendengar perkataan Wilden tadi menjadi sedikit bingung mengenai hubungan antara Wilden dengan Lena. Berbagai spekulasi mulai bermunculan dari benaknya, yang mampu membuat Mela sakit kepala.
__ADS_1
Tapi Mela mencoba mengenyahkan segala pikiran nya tentang Wilden, dan fokus pada kesembuhan Lika. Entah apapun hubungan di antara mereka berdua, Mela tidak akan ikut campur.
Karena akan ada saat nya Wilden akan mengatakan nya sendiri pada nya, atau bahkan tidak akan pernah meminta nya sama sekali. Apa pun itu, Mela tetap memutuskan tidak ingin ikut campur terkecuali ia terlibat dalam hubungan itu.
-------
<•> Suarakan isi hati mu, jika itu bisa menghilangkan beban pikiran yang kamu rasakan. <•>
perasaan abu-abu terasa lebih baik saat kita tidak mengetahui kepastian hubungan yang kita jalani saat ini.
*****
Tapi Mela berusaha mengabaikan pemikiran nya tadi Dan kini ia mencoba memfokuskan perhatian nya pada Lila yang sedari tadi tidak berhenti berceloteh mengenai sekolah nya kepada Mela.
"Ma, teman Lila yang nama nya Dilo punya adik Lohh,"
"Oh ya? "
Mela dengan Setia menanggapi setiap celotehan panjang Lila yang tampak begitu bersemangat
__ADS_1
"Iya Ma, adik nya dua cowok lucu Ma. Lila juga pengen punya adik kayak adik nya Dilo Ma,"
Ucap Lila sambil mengacungkan kedua jari nya.
"Hahaha Memang nya kenapa Lila pengen punya Adik? punya adik itu nggak gampang loh, Lila harus bisa jadi kakak yang siaga supaya bisa jagain adik nya."
"Lila siap kok, Lila bakalan jagain adik Lila biar Lila nggak kesepian lagi di rumah. Lika kan pengen main bareng sama adik."
Mela yang mendengar perkataan Lila menjadi sedikit terharu, mungkin alasan Lila ngotot ingin punya Adik karena dia merasa kesepian di rumah. apa lagi Lila adalah anak tunggal, dia sama sekali tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu Semenjak dia di lahirkan ke dunia.
Di tambah lagi dengan kesibukan Kak Wilden yang mungkin jarang berada di rumah karena pekerjaan nya yang menyita banyak waktu nya sebagai seorang pengacara.
"Sekarang Lila enggak akan kesepian lagi kok, kan ada mama. Mama akan selalu ada buat Lika dan menjadi teman Lila bermain."
"Iya Ma, Lila sayang sama Mama."
"Mama juga sayang sama Lila!"
Setelah nya Mela kembali memeluk lelah dengan sayang, tak lupa ia mencium kedua pipi chubby Lila dengan gemas.
__ADS_1
Hari demi hari kedekatan Lila dan Mela semakin terlihat, Lila begitu manja terhadap Mela. Begitu pula Mela yang selalu menuruti setiap permintaan Lila.