Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
#19# Cemburu


__ADS_3

"Mengapa tidak di minum Lena? Tenang saja, aku tidak mungkin menaruh racun dalam minuman mu."


Ucap Mela spontan saat mendapati bahwa Lena terlihat ragu untuk meminum teh nya. Yang di mana hal tersebut sontak mendapat lirikan tajam dari Wilden.


"Aku akan meminum nya, aku tidak bermaksud mengatakan bahwa kamu menaruh racun dalam minuman ku."


"Haha.. mengapa kamu serius sekali? Aku hanya bercanda. Baiklah seperti nya aku harus kembali ke kamar."


Mela melenggang pergi begitu saja tanpa menghiraukan tatapan tajam yang di layangkan Wilden pada nya. Ia tidak peduli


jika Wilden akan marah pada nya, ia hanya


akan mengatakan apa yang ingin di katakan nya.


Yahh dan sekali lagi Mela akan menganggap bahwa ini adalah sebuah game.Baru saja Mela tiba di dalam kamar nya, ia langsung memutuskan untuk mengambil pakaian dalam lemari nya dan berniat untuk mandi.


Baru saja Mela hendak menutup pintu lemari nya, saat suara pintu kamar yang di buka dan di tutup dengan cukup kuat sedikit menyentak nya. Mengabaikan keberadaan Wilden dan tetap memutuskan untuk melanjutkan langkah nya menuju kamar mandi.

__ADS_1


Tapi belum sampai tangan nya membuka pintu kamar mandi, lagi-lagi pergerakan nya harus terhenti saat Wilden mencengkeram tangan nya cukup kuat.


"Apa maksud perkataanmu tadi?


Menghembuskan napas sejenak, Mela membalikkan badan nya menghadap tubuh tegap Wilden yang kini menatap kedua mata nya tajam.


"Perkataan yang mana ya kak?"


"Jangan coba mempermainkan ku Mela?"


"Maaf kak, aku tidak mengerti maksud perkataan kakak."


"Cemburu huh?"


Mela yang hendak melangkahkan kaki nya memasuki kamar mandi kembali berhenti saat mendengar perkataan Wilden.


"Tidak! Mana mungkin aku cemburu pada kak Wilden."

__ADS_1


"Jika berbicara tataplah lawan bicara mu Mela."


Mela kembali menghembuskan napas dan menutup mata nya sebelum akhir nya membalikkan badan nya pada Wilden, lalu balas menatap Wilden denganbtatapan datar.


"Kubilang aku tidak cemburu pada kak Wilden." ucap Mela dengan tegas yang entah mengapa malah membuat rahang Wilden sedikit mengeras saat mendengar nya.


"Sudah lah kak aku ingin mandi dan sebaik nya kakak kembali ke ruang tamu menemani Lena di sana."


Tanpa menghiraukan ekspresi Wilden,Mela kembali membalikkan badan nya dan melangkah memasuki kamar mandi. Tapi lagi-lagi kini Mela harus tersentak saat tanpa di duga nya tangan Wilden kembali menarik cukup kuat tangan nya hingga tubuh nya kembali keluar dari kamar mandi dan Wilden langsung membalikkan tubuh Mela hingga menghadap pada tubuh nya kembali.


Suara debuman pintu kamar mandi yang kembali tertutup membuat Mela menolehkan kepala nya ke arah pintu di belakang nya dengan ekspresi terkejut.


"Apa yang kakak lakukan."


Sontan kedua mata Mela membulat sempurna saat mendapati sesuatu yang kenyal kenyal menempel di bibir nya. Tubuh nya seakan membeku, aliran darah dalam tubuh nya terasa berdesir dengan kuat.


Berulang kali otak nya mengatakan dengan keras untuk segera mendorong Wilden agar menjauh dari nya, tapi tubuh nya seakan kaku tak mau merespon pikiran nya.

__ADS_1


Hingga pada saat bibir Wilden perlahan mulai bergerak menyesap bibir atas dan bawah nya, baru lah Mela dengan gerak refleks nya langsung mendorong tubuh Wilden agar menjau darinya.


Jika ingin cepat up, silahkan komen!!


__ADS_2