Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
Ceroboh


__ADS_3

'Shit! Mela pasti salah paham.' Batin Wilden.


Tangis Mela kembali pecah, bulir demi bulir air mata terus berjatuhan membasahi


pipi nya yang masih dalam pangkuan Wilden.


Sebagaimana Wilden yang kini masih bergeming menatap Mela yang berada dalam pelukan nya.


Sebelah tangan Wilden pada akhir nya terulur untuk mengusap air mata yang membasahi pipi Mela. Wilden tau apa yang dilakukan nya memang salah, tapi Wilden memeluk Lena hanya berniat untuk menenangkan nya sebagai seorang sahabat, juga untuk memastikan mengenai perasaan nya, tidak lebih.


Dan lagi, Wilden telah sadar bahwa perasaan nya dulu pada Lena telah pudar. Karena sewaktu ia memeluk Lena, perasaan berdebar yang dulu selalu dirasakan nya saat bersama


dengan Lena telah lenyap di gantikan oleh


sosok yang telah berada dalam pangkuan


dan pelukan nya kini.

__ADS_1


********


Wilden membuka kamar yang di tempati nya bersama Mela kini, dan ia hanya mendapati bahwa Mela tidak ada di dalam nya.


Mendengar suara air yang berasal dari kamar mandi, membuat Wilden menyimpulkan bahwa saat ini Mela pasti sedang mandi


Wilden yang merasa gerah karena belum sempat mandi dan berganti baju sepulang bekerja, segera saja membuka satu persatu kancing kemeja nya hingga menampilkan dada bidang nya dan juga perut kotak-kotak milik nya.


Menit demi menit terus berlalu, tapi Mela tidak ada tanda-tanda akan keluar dari kamar mandi, membuat Wilden sedikit merasa bingung. Karena biasanya setahu Wilden.


"Mela!" Panggil Wilden


Sambil mengetuk pintu kamar mandi namun hanya keheningan yang di dapati nya. Suara khas orang mandi maupun bunyi keran vang di nyalakan tidak terdengar sama sekali membuat Wilden semakin merasa panik jika sampai terjadi sesuatu pada Mela di dalam sana.


"Mela buka pintu nya, kamu baik-baik saja kan? Wilden kembali mengetuk pintu kamar mandi dengan sedikit tidak sabaran saat tidak mendapati suara sahutan dari dalam.


Baru Wilden akan kembali mengetuk pintu kamar mandi di depan nya, saat perlahan pintu itu akhir nya terbuka dan Mela hanya berani menyembulkan kepala nya dari celah pintu yang di buka nya sedikit.

__ADS_1


"Syukurlah kamu tidak apa-apa."


Wilden seketika menghembuskan napas lega begitu melihat Mela baik-baik saja.


'Apa yang kamu lakukan di dalam? Kenapa lama sekali."


Wilden kembali mengernyitkan dahi nya saat melihat Mela hanya menyembulkan kepala nya tanpa ada niat untuk keluar dari kamar mandi.


"Itu, bisakah Kakak keluar sebentar dari kamar?"


Ucap Mela sambil menggigit bibir bawah nya dan tidak berani menatap wajah Wilden, apalagi saat ini Wilden tengah berdiri di depan kamar mandi dengan keadaan bertelanjang dada.


'Kenapa aku harus kembali terjebak dalam kondisi canggung ini,'


Mela kembali merutuk dalam hati nya, karena saking kesal nya ia pada Wilden sampai ia langsung memutuskan untuk masuk ke kamar mandi dan berendam di bath up untuk menyegarkan pikiran nya yang terasa pening.


Tapi sial nya, ia lupa membawa baju ganti dan berakhir dengan ia yang mengurung diri nya di kamar mandi tidak berani melangkah keluar karena Mela tau kalau Wilden pasti ada di kamar mereka.

__ADS_1


__ADS_2