Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
#26# Kecewa


__ADS_3

Suasana rumah Kak Wilden terlihat sepi,


Mela kembali mengerutkan kening nya bingung saat mendapati kondisi di dalam rumah juga sepi seolah tak berpenghuni.


Menuju ke lantai atas dan membuka kamar Lila, akan tetapi kosong.


"Lila, kamu dimana sayang?" Mela


mencoba memanggil Lila dan nihil. Tak ada sahutan ataupun suara Lila yang selalu menyambut nya antusias. Mela menghela napas lelah dan mencoba berpikir positif.


Tak lama kemudian terdengar suara mobil yang baru memasuki pekarangan rumah. Mela berpikir mungkin itu adalah mobil nya Kak Wilden. Senyum tipis tersungging di sudut bibir Mela sewaktu mengintip dari arah jendela kamar Lila yang menuju langsung ke halaman depan.


Dari sana Mela dapat melihat saat Kak Wilden keluar dari mobil dan bergegas membuka pintu di sebelah nya, lalu Kak Wilden langsung menggendong Lila dan mencium nya sayang membuat senyum di sudut bibir Mela semakin terkembang.


Tapi tak lama kemudian senyum yang semula tersungging di bibir Mela perlahan memudar saat tak beberapa lama kemudian tampak seseorang ikut turun dari mobil Kak Wilden di sertai dengan senyum manis nya.

__ADS_1


Mela tetap mengawasi interaksi yang terjadi di halaman tersebut dengan ekspresi datar Terlebih saat mendapati senyum Kak Wilden yang di tujukan pada wanita itu saat Lena mencium pipi Lila yang tengah berada di gendongan Kak Wilden sehingga jarak di antara wajah kedua nya begitu dekat.


Tanpa terasa setetes air mata menetes di salah satu pelupuk mata Mela dan dengan cepat ia mengusap nya masih dengan ekspresi datar.


la tidak ingin terlihat cengeng, tapi begitu melihat kedekatan kedua nya entah kenapa hati nya seolah terasa di remas, apa


lagi setelah Kak Wilden yang mengingkari


janji nya.


Mela menangis untuk alasan yang tidak di ketahui nya. Yang bisa ia lakukan saat ini hanya menangis untuk melampiaskan rasa sesak yang menghimpit


dada nya.


"Mengapa harus sesakit ini"

__ADS_1


Mela terus berusaha menekan rasa sesak yang begitu menghimpit dada nya. la ingin keluar dan mengatakan bahwa semua nya baik-baik saja. Akan tetapi apa yang di inginkan nya berbanding terbalik dengan perasaan nya.


Air mata nya memang telah berhenti menetes, akan tetapi rasa sesak itu masih


ada dan enggan pergi. Mela sekali lagi memukul pelan dada nya dan menghembuskan napas nya berulang kali.


Lalu Mela memutuskan ke kamar mandi untuk membasuh muka nya yang terlihat kusut.


' Ayo Mela kamu gadis yang kuat, jangan biarkan hal seperti itu mempengaruhi hidup mu dan membuat mu terlihat lemah.'


Berkali kali Mela merapalkan kalimat penyemangat tersebut dalam hati nya


sebelum menatap bayangan diri nya di depan cermin kamar mandi yang terlihat jauh lebih baik setelah membasuh wajah kusut nya tadi.


Suasana ruang keluarga yang tadi nya penuh dengan rasa bahagia kini mendadak hening ketika Mela menampakkan kaki nya ke ruang keluarga tersebut.

__ADS_1


Entah mengapa Wilden yang tadi nya tengah asyik bercengkerama dengan Lena kini mendadak diam seribu bahasa ketika menyadari kehadiran Mela.


__ADS_2