Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
#27# Diam


__ADS_3

"Mamaaa..." Lila langsung saja berlari ke arah Mela dan memeluk kaki Mela dengan erat karena tinggi Lila yang hanya mencapai pinggang Mela.


"Mama kok enggak jemput Lila sepulang sekolah? Lila kan nunggu Mama."


Mela yang mendapati pertanyaan dari Lila lantas tersenyum dan berjongkok sejajar dengan tinggi Lila.


"Maafin Mama ya sayang, Mama sebenar nya mau jemput Lila. Tapi Mama kelamaan nunggu taksi yang kata nya jemput Mama, jadi waktu Mama datang ke sekolah nya Lila ternyata udah sepi."


"Mama ke sekolah Lila?" Tanya Lila polos dengan kedua mata bulat nya.


"Iya sayang."


"Tuh kan Pa, Lila udah bilang kalo Mama pasti jemput Lila. Papa sih enggak percaya." Lila menolehkan kepala nya pada Wilden dan langsung melayangkan protes nya pada Ayah nya.


Mela sedikit menyunggingkan seulas senyum di sudut bibir nya mendapati pembelaan Lila. la melirik sekilas pada Wilden yang memalingkan wajah nya menghindar dari tatapan tajam Mela.


"Mama kenapa enggak minta jemput Papa?" Mela kembali tersenyum mendapati pertanyaan polos Lila.


"Mungkin Papa lagi sibuk sayang. sampai enggak bisa jemput Mama." Sekali lagi Mela kembali melirik Kak Wilden yang kembali memalingkan wajah nya.


"Ya udah yuk Lila kita ke kamar. Kelihatan nya saat ini Papa lagi sibuk banget." Setelah mengucapkan kalimat sindiran halus tersebut Mela langsung beranjak meninggalkan ruang tamu dengan Lila dalam gendongan nya.

__ADS_1


"Pokok nya Lila marah sama Papa!" Ucap Lila cukup keras sebelum akhir nya menenggelamkan kepala nya pada perpotongan leher Mela.


Sementara di sisi lain Wilden hanya bisa


menghela napas nya kasar dan berusaha


mengendurkan dasi yang terasa mencekik


leler nya.


"Afan maaf. ini semua gara-gara aku." Ujar Lena sambil menunduk merasa bersalah.


"Sudahlah Lena, ini semua bukan salah mu."


Tak lama kemudian Lena beranjak dari posisi duduk nya dan hendak pergi meninggalkan kediaman Wilden


"Kamu mau kemana?" Tanya Wilden yang


secara spontan langsung memegang pergelangan tangan Lena yang hendak melangkah pergi.


"Aku terlalu banyak merepotkan mu, lebih baik aku pulang." Kata Lena pelan

__ADS_1


berusaha menampilkan senyum manis nya dan melepaskan pegangan tangan Wilden.


"Biar aku yang mengantar mu." Ucap Wilden tegas yang langsung mencengkeram erat pergelangan tangan Lena dan membawa nya menuju mobil Wilden untuk mengantar nya pulang.


Suara deru mobil yang berjalan keluar dari pekarangan rumah kembali mengusik Mela yang baru saja berhasil menidurkan Lila dengan membacakan buku dongeng pengantar tidur.


Mela kembali melangkahkan kaki nya mendekati jendela dan menyingkap tirai


jendela yang menghalangi pandangan nya.


Saat itu juga hati nya terasa mencelos saat kembali melihat pemandangan yang untuk kesekian kali nya merasakan rasa sesak di dada nya.


Disana ia bisa melihat dengan jelas bagaimana Wilden memegang pergelangan


tangan Lena dan menuntun Lena dengan


pelan untuk masuk ke dalam mobil nya.


Bahkan Mela tidak pernah diperlakukan seistimewa itu.


Setelah memastikan bahwa Lila telah tertidur pulas, Mela perlahan mencium kening Lila dengan sayang dan kembali ke kamar nya.

__ADS_1


Dengan langkah lesu Mela melangkahkan kaki nya ke arah ranjang dan memilih untuk merebahkan tubuh nya di sana. Sebisa mungkin Mela mencoba memejamkan mata nya dan menghilangkan pikiran nya mengenai Wilden yang selalu terbayang-bayang di kepala nya.


__ADS_2