
Dengan senyum yang tak kunjung luntur dari bibir nya, Wilden melangkah masuk ke dalam dengan sedikit tidak sabar untuk menyantap bekal yang di bawakan oleh istri nya.
*******
Suasana gelap langsung menyambut penglihatan Wilden saat ia baru saja memasuki rumah nya sepulang kerja. la
berusaha meraba-raba di sekitar dinding untuk mencari letak sakelar lampu setelah sebelum nya ia kembali menutup pintu rumah nya dan mengunci nya dari dalam.
Setelah menemukan nya, Wilden segera menyalakan lampu keluarga dan tatapan mata nya langsung tertuju pada jam dinding yang telah menunjukkan pukul sepuluh kurang.
Wilden memijit kening nya sejenak yang terasa lelah setelah seharian bekerja dan harus lembur untuk menyelesaikan beberapa berkas kasus yang akan di tangani oleh nya besok untuk di jadikan sebagai barang bukti ke pengadilan.
__ADS_1
Wilden kini melepaskan jas berwarna coklat muda yang telah dipakai nya seharian di kantor, serta menggulung lengan kemeja nya hingga sebatas siku, sementara dasi nya sudah ia lepaskan sejak ia memasuki mobil nya karena merasa gerah.
Melihat keadaan rumah yang sepi dan gelap, ia dapat menyimpulkan bahwa Mela dan putri nya pasti sudah tidur terlebih dahulu.
Dengan pelan ia melangkahkan kaki nya menaiki satu per satu anak tangga dan masuk ke dalam kamar nya, lalu keadaan serupa pun ia dapatkan sehingga membuat nya menyalakan sakelar lampu untuk memberikan penerangan pada kamar nya yang gelap.
Akan tetapi, dahi nya kini kembali mengerut saat tidak mendapati siapa pun di kamar nya, yang mau tak mau hal tersebut membuat nya sedikit merasa panik.
secara perlahan ia bisa menghembuskan napas lega saat mendapati bahwa Mela saat ini tengah tertidur di samping Lila.
Wilden berjalan mendekati Mela dan Lila yang terlihat tertidur dalam damai nya.
__ADS_1
Ia lalu membungkukkan badan nya untuk mengecup kening Lila dengan sayang, kemudian pandangan nya beralih pada sosok Mela yang masih tertidur pulas di samping Lila.
Tangan Wilden terulur untuk merapikan anak rambut yang menutupi wajah damai Mela saat tertidur, membuat senyum tipis nya mengembang. Perlahan, dengan hati-hati ia menyelipkan tangan nya pada leher dan lutut Mela, sebelum kemudian diangkat nya tubuh mungil istri nya untuk di pindahkan ke kamar mereka.
Sesampai nya di kamar Wilden meletakkan Mela secara perlahan di atas ranjang dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Mela hingga sebatas dada nya.
Satu kecupan singkat di hadiahkan Wilden pada kening Mela sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang terasa lelah dan lengket seusai bekerja seharian.
Setelah beberapa saat kemudian,tampak setetes air mata menetes dari pelupuk mata Mela yang masih terpejam.
Ia terbangun saat Wilden memindahkan nya dalam kamar mereka, akan tetapi Mela tetap lebih memilih untuk berpura-pura tertidur saja, ia masih belum sanggup untuk berbicara dengan Wilden saat ini, ia masih perlu waktu untuk sendiri.
__ADS_1
la masih perlu untuk menjernihkan pikiran nya yang mulai pesimis akan hubungan nya dengan Wilden, dan jauh di dalam lubuk hati nya, ia belum siap menerima fakta bahwa Wilden mencintai Lena.